Puluhan Warga Turun ke Jalan

Puluhan Warga Turun ke Jalan

  Sabtu, 4 May 2019 11:26
prote s: Warga yang protes atas pemagaran jalan di Gang Usaha II Sungai Pinyuh

Berita Terkait

 

Gang Usaha II Dipagar

MEMPAWAH- Lingkungan masyarakat di Gang Usaha II, Sungai Pinyuh, Jumat (3/5) siang mencekam. Pasalnya, puluhan warga setempat turun ke jalan. Mereka memprotes pemagaran badan jalan yang dilakukan ahli waris pemilik tanah. Warga pun beramai-ramai melaporkan permasalahan itu ke Muspika Sungai Pinyuh.

Mengantisipasi terjadinya bentrokan antar kelompok masyarakat, Muspika Sungai Pinyuh pun bergegas turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Puluhan warga yang sudah terbakar emosinya tampak mencabut pagar kayu yang dipasang ahli waris pemilik tanah. Personil Polsek dan Koramil Sungai Pinyuh berusaha menenangkan warga.

Seorang warga setempat, Achiung menceritakan pemagaran yang dilakukan ahli waris pemilik tanah itu terjadi pada Kamis (2/5) pagi. Saat dilakukan pemagaran, warga setempat tidak mengetahuinya. Sebab, warga sedang melakukan aktivitas diluar rumah dan lingkungan Gang Usaha II.

 “Sewaktu dilakukan pemagaran, warga tidak ada yang tahu. Yang memasang pagar itu dari pihak yang mengaku memiliki hak atas tanah ini. Kami tidak masalah atas kepemilikan lahan ini, yang penting tidak dipagar sehingga menutup badan jalan Gang Usaha II,” tutur Achiung.

Menurut Achiang, jalan di Gang Usaha II itu sudah ada sejak puluhan tahun silam. Sejak dulu, tidak ada yang mempermasalahkan keberadaan jalan tersebut. Hingga akhirnya setelah dilakukan pembangunan rabat beton, barulah pihak ahli waris mempermasalahkannya.

 “Awal akan dibangunnya jalan ini, kita sudah bertanya kepada anak si pemilik tanah. Dan kepada kami, anak pemilik tanah mengatakan tidak masalah. Silahkan dibangun jalan, dan dia ikhlas. Sebab, sejak dulu tanah ini sudah diminta warga untuk kepentingan jalan umum. Setelah mendapatkan persetujuan itu kegiatan pembangunan pun dilaksanakan,” pendapatnya.

Namun, lanjut Achiang, ketika sudah dilakukan pengukuran dan material pembangunan jalan sudah masuk ke lokasi pekerjaan, barulah ahli waris pemilik tanah berubah fikiran. Mereka mengatakan jika tanah tersebut tidak boleh dibangun jalan.

 “Kita berharap permasalahan ini dapat diselesaikan dengan jalan musyawarah. Tanpa harus dilakukan upaya main hakim sendiri dengan membuat pagar ditengah jalan. Akibatnya merusak pembangunan jalan yang sudah dikerjakan. Masyarakat minta agar akses jalan ini bisa tetap digunakan seperti biasanya,” harapnya.

Senada itu, Tokoh Masyarakat Sungai Pinyuh, Hermawan Lim membenarkan jika jalan di Gang Usaha II itu sudah ada sejak dulu. Bahkan, menurut dia, keberadaan jalan tersebut tidak pernah dipermasalahkan oleh pihak mana pun. Termasuk si pemilik tanah.

 “Permasalahan baru mencuat ketika adanya kegiatan pembangunan jalan di Gang Usaha II ini. Kita sudah minta agar dilakukan mediasi kepada Ketua Rt setempat, Lurah hingga Camat. Ketika pembangunan jalan ini dilaksanakan, saya fikir sudah tidak ada permasalahan lagi,” ucapnya.

Dulu, Hermawan menyebut, status jalan di Gang Usaha II tersebut sempat dipermasalahkan. Namun, ketika itu sudah diselesaikan oleh Camat, Rochmat Effendi. Setelah itu, tidak terdengar lagi ada permasalahan. Namun, belakangan ini si pemilik tanah justru memagar badan jalan.

 “Jangan sampai permasalahan ini memicu terjadi hal lain yang tidak kita inginkan. Maka, kita berharap secepatnya kedua belah pihak untuk melakukan mediasi agar mendapatkan jalan keluar terbaik. Yang cukup kita sayangkan tindakan pemagaran ini merusak kondisi jalan yang sudah dibangun,” sesalnya.

Dilain pihak, Kapolsek Sungai Pinyuh, Kompol Sunaryo membenarkan adanya tindakan pemagaran badan jalan di Gang Usaha II yang memicu puluhan warga setempat turun ke jalan.

 “Kami menerima laporan dari masyarakat bahwa ada pemilik tanah yang memasang pagar ditengah jalan di Gang Usaha II Sungai Pinyuh. Sebelumnya masyarakat ini juga sudah melapor kepada Camat Sungai Pinyuh. Sehingga, Muspika pun turun kelapangan untuk melihat siatuasi,” terang Sunaryo membenarkan kejadian tersebut.

Kapolsek menyebut pihaknya melakukan pengendalian terhadap masyarakat yang sudah berkumpulkan di TKP. Sebab, masyarakat tampak terbakar emosi lantaran jalan yang setiap hari dilaluinya dipagar oleh ahli waris pemilik tanah.

 “Kemudian, dilakukan mediasi oleh Camat dengan mengundang sejumlah pihak terkait yang terlibat dalam permasalahan itu. Mulai dari pemilik tanah dan warga setempat, kami pertemukan untuk proses mediasi. Supaya, persoalan ini tidak meluas dan berkembang,” tuturnya.

Dalam pertemuan itu, Kapolsek menekankan agar ahli waris pemilik tanah dapat bekerjasama menjaga kamtibmas diwilayah Sungai Pinyuh. Mengingat saat ini situasi di masyarakat masih sensitif pasca pemungutan suara Pemilu 2019.

 “Kita masih dalam tahapan penyelenggaraan Pemilu 2019. Maka kita minta supaya situasi yang sudah aman dan kondusif ini bisa dijaga. Dalam beberapa waktu kedepan, kami akan melakukan mediasi kembali untuk menyelesaikan permasalahan ini,” tegas Kapolsek mengakhiri.(wah)

Berita Terkait