Puluhan Pesulap Tampil di West Borneo Magic Gathering

Puluhan Pesulap Tampil di West Borneo Magic Gathering

  Selasa, 19 March 2019 09:42
SULAP : Para pesulap dari Asosiasi Sulap Kalbar tampil menghibur saat gelaran West Borneo Magic Gathering. ARISTONO/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Puluhan pesulap dari Asosiasi Sulap Kalimantan Barat tampil menghibur dalam gelaran West Borneo Magic Gathering 2019 di Hotel Transera, Pontianak, Sabtu (16/3). Ini adalah pertemuan pesulap dari seluruh Kalbar yang sudah keenam kali diadakan. 

Ketua Panitia Budi Malopo mengatakan, acara ini diharapkan membuka babak baru bagi kebangkitan pesulap khususnya yang ada di Pontianak. “Acara ini dibuat untuk meramaikan kembali seni magic di Indonesia, terutama Kalbar,” kata dia.

Sejumlah pesulap kondang menghadiri acara ini, memberikan sharing maupun performance memamerkan trik sulapnya masing-masing.  Secara umum, trik sulap yang ditampilkan bukan hal baru seperti bermain kartu dan trik lainnya. Namun penampilannya dikemas dan dipoles dengan cara baru, sehingga sangat menghibur para penonton yang hadir.

Selanjutnya acara ini akan terus  digelar rutin. Even ini diharapkan bisa menjadikan wadah yang menaungi komunitas-komunitas sulap Kalbar, dan para penonton sulap. Sehingga sulap di Kalbar bisa bangkit dan makin berkualitas. “Kita ingin menghidupkan kembali seni sulap. Sebenarnya sulap punya banyak peminat, tetapi gairah untuk pertunjukannya mulai berkurang,” imbuh dia.

Dia juga menepis anggapan bahwa sulap berhubungan degan dunia hitam atau sihir. Malopo mengatakan bahwa sulap bukan sekedar hiburan semata, namun gabungan beberapa seni. "Sulap itu adalah seni yang menggabungkan dengan seni-seni lainnya. Seperti seni tari, seni musik, koreografi, akting, drama semua itu ada disulap" kata dia.

Pesulap 25 tahun ini juga beranggapan bahwa ketertarikan generasi saat akan sulap kian lama semakin menurun. "Saya yakin sedikit orang yang suka dengan sulap, sedikit orang yang cari nafkah di sulap," tutur dia 

Tidak seperti kebanyakan orang, menurutnya, dengan menurunnya pamor sulap saat ini merupakan salah satu peluang besar untuk mengembangkan sulap sebagai mata pencaharian. “Sulap juga merupakan salah satu profesi yang tidak hanya bisa menghibur tapi juga bisa menghasilkan,” pungkasnya. (ars)