Puluhan Naga Buka Mata, Pertanda Siap Diarak Keliling Kota

Puluhan Naga Buka Mata, Pertanda Siap Diarak Keliling Kota

  Senin, 18 February 2019 12:20
BUKA MATA: Prosesi buka mata naga menarik perhatian ribuan warga yang memadati Jalan Pangeran Diponegoro, Pontianak, Minggu pagi (17/2). MUJADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Sebanyak 26 replika naga berbagai ukuran mengikuti ritual buka mata secara bergantian di Kelenteng Kwan Tie Bio, Jalan Diponegoro Pontianak, Minggu (17/2) pukul 07.00. Seluruh naga yang mengikuti prosesi ritual buka mata ini sendiri berasal dari berbagai unsur, mulai dari pemadam kebakaran, yayasan maupun milik pribadi. 

Ketua Panitia Cap Go Meh 2019, Dji Sen mengatakan prosesi ritual berlangsung meriah yang turut dihadiri masyarakat dari berbagai elemen. Dan ritual buka mata ini sendiri, berlangsung tertib tanpa ada hambatan.

"Seperti yang sudah kita sampaikan, ada 26 naga yang akan mengikuti prosesi buka mata di Cap Go Meh tahun ini. Dan kita juga senang antusias masyarakat yang hadir luar biasa, tak hanya masyarakat Tionghoa, namun juga lainnya," ungkapnya seusai gelaran ritual buka mata naga, kemarin.

Dia melanjutkan, untuk agenda Cap Go Meh 2019 akan mengikuti jadwal yang sudah dibuat. Yakni yang akan dimulai dari tanggal 17 Februari, hari pembuka yang dipergunakan untuk menyisir di rumah-rumah dan toko-toko di sekitar, kemudian dilanjutkan pada 18 dan 19 Februari yang menyasar ke instansi-instansi yang ada di sekitar Kota Pontianak.

"Untuk rute selama perayaan Cap Go Meh akan kita langsungkan sesuai jadwal yang sudah kita buat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Budaya Tionghoa Pontianak (KBTP), Hendri Pangestu Liem mengatakan, naga-naga yang akan diarak selama Cap Go Meh ini memang diwajibkan mengikuti prosesi buka mata. Mengingat itu merupakan tradisi, dan tidak boleh dilewatkan.

"Pada umumnya jika belum diresmikan oleh loya di kelenteng, naga-naga tersebut belum boleh keluar maupun berkeliling karena belum sah," jelasnya.

Pada saat ritual, para naga harus melewati prosesi mulai dari masuk ke kelenteng yang disambut oleh loya untuk peresmian ritual buka mata, hingga pemasangan Kim Kue (sejenis tusuk konde), dan juga menggunting janggut naga yang akan berkeliling.

"Pemasangan Kim Kue itu memiliki arti memberikan hoki, serta menggunting janggut naga yang menurut orang-orang Tionghoa yang berarti menandakan suatu rejeki dan menjaga keselamatan," tambahnya.

Dia melanjutkan, untuk janggut yang sudah dipotong kemudian dilempar dan diperebutkan masyarakat yang datang. Alasannya karena menurut kepercayaan budaya Tionghoa, hasil potongan janggut naga memiliki khasiat agar yang mendapatkannya terberkahi baik untuk keselamatan, rejeki, dan lainnya.

"Setelah ini para naga akan berkeliling menuju tempat yang mereka kenal untuk meminta angpao sampai besok. Dan pada puncak perayaan Cap Go Meh, Selasa (19/2) mendatang, mereka akan karnaval di sepanjang rute yang sudah ditentukan," tutupnya. (Sig)

Berita Terkait