Puluhan Murid SD 09 Keracunan

Puluhan Murid SD 09 Keracunan

  Kamis, 24 March 2016 17:01
MENANGIS: Usai menyantap kue ulang tahun sebanyak 27 siswa keracunan dirawat di Puskemas Sungai Durian, Rabu (23/3). (agus pujianto/pontianakpost)

Berita Terkait

Makan Kue Ulang Tahun

PONTIANAK –Keracunan massal kembali terjadi. Kali ini menimpa puluhan siswa SDN 09 Sungai Durian, Desa Limbung Kabupaten Kubu Raya. Para murid ini keracunan usai menyantap kue ulang.  Beruntung tidak ada korban jiwa. Namun, ada beberapa siswa yang masih menjalani perawatan.

Kejadian sekitar pukul 11.00 wib. Saat itu, seluruh siswa kelas III A sedang merayakan ulang tahun rekanya, Muhammad Ridwan di dalam kelas. Saat itu juga, Ridwan membawa kue dan membagikannya ke seluruh siswa.

Irisan kue yang diterima masing-masing murid itupun langsung disantap. Spontan, dalam hitungan menit, siswa langsung merasakan mual, pusing bahkan muntah.

Melihat seluruh siswa merasakan mual dan sakit, pihak sekolah berinisiaitf membawa seluruh murid ke Puskemas Sungai Durian dengan menggunakan ambulance dan opelet.

Di sepanjang jalan, tak henti-hentinya siswa menangis hingga tiba di Puskemas.

Pihak rumah sakit dan guru yang mendampingi tampak kelelahan menangkan seluruh murid. Dengan dibantu petugas Puskemas, 27 siswa satu persatu dibopong masuk ke dalam. Ada yang dibaringkan di atas ranjang, sebagian duduk di selasar. Menahan sakit di bagian perut, sejulah siswa masih menangis histeris.

Dinda (9), salah seorang siswa Kelas III A yang keracunan mengaku pusing dan mual, sesaat setelah menyantap kue ulang tahun.  “Cuma makan satu kue, langsung mual dan muntah,” kata Dinda terbaring lemah di atas bangsal Puskesmas. Ia tak berhenti menangis menahan sakit, meski sejumlah petugas dan guru menenangkannya.

Diceritakan Dinda, Kelas III A berjumlah 27 siswa. Masing-masing dari mereka, mendepatkan satu potong kue. Hampir semuanya melahap kue ulang tahun yang dibawa oleh Ridwan. “Semua makan, ada guru juga waktu kue itu dibagikan,” kata Dinda dengan suara serak, terisak.

Sementara Putri, Eldi dan Lutfi siswa lainnya juga mengalami sakit yang serupa. Setelah menyantap kue. Hanya saja, mereka bertiga tidak sehisteris Dinda. “Kami juga makan satu kue. Langsung sakit perut, mual dan pusing,” kata mereka serentak.

Syarifudin, Guru SD 09 membenarkan peristiwa ini. Setelah menyantap kue, seluruh siswa langsung merasa pusing dan mual. Melihat kejadian itu, pihak sekolah lantas memberikan pertolongan pertama dengan memberikan minuman susu beruang. Namun, melihat seluruh siswa menangis kesakitan, pihaknya berinisiatif membawa seluruh korban yang diduga keracunan ke Puskemas terdekat.“Kawannya ulang tahun bawa kue, dibagikan. Ada guru juga di kelas itu. Abis makan langsung pada mual dan pusing,” ujarnya.

Muhammad Ridwan, juga merasakan sakit dan pusing setelah menyantap kue ulang tahunnya. Diakui dia, kue yang dibawa berasal dari pemberian Ibunya yang dibeli dari pasar. Kue tersebut ada dua jenis.  “Mamak beli di pasar kuenya. Ada gambar Angry Bird. Ada juga kue ulang tahun warna coklat, ada putih dan campur selai,” kata Ridwan mengingat.

Netti Ari Mulyati (40) Ibu Ridwan menangis tersedu saat tiba di Puskemas. Ia sama sekali tidak mengira, jika kue yang beli di Pasar Parit Baru itu membuat puluhan siswa keracunan.  “Saya beli di pasar kuenya. Ada dua jenis. Saya memang biasa beli di tempat itu. Biasanya ndak apa-apa. Tapi kok yang ini sampai gini,” kata Netty didampingi suaminya.

Warga Gang Karya Dua Sungai Durian ini mengaku sangat khawatir dengan kondisi siswa yang keracunan akibat mengkomsumsi kue yang dia beli. Semula, niat awalnya ingin bersedekah atas ulang tahun putranya. Tapi siapa sangka, kue yang ia beli malah mengakibatkan puluhan siswa sakit.

“Niatnya sedekah kue Cake biasa. Ada dua macam kue yang saya beli. Padahal sebelumnya tidak pernah seperti ini. Ini musibah, dan jadi pelajaran buat saya. Saya hanya khawatir kondisi anak-anak, kasian,” ujarnya iba.

Dina Ristianti, Seksi Farmasi Makanan dan Minuman Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya menerangkan, pihaknya akan mengirim sampel tes urine dan sisa kue yang menyebabkan puluhan siswa keracunan.

Dikatakan pula, jika dilihat dari gejala yang dialami siswa, dugaan sementara keracunan akibat mengkonsumsi kue. Belum bisa dipastikan ada kandungan apa dalam kue tersebut, sebab masih menunggi hasil pemeriksaan yang bakal keluar dua minggu.

“Kecenderungannya ada Microbiologi dalam kue kalau dilihat dari keluhan. Takutnya kue berjamur, efek muntah. Unsur penunjang banyak,” kata Dina.

Atas peristiwa ini, pihaknya akan menelusuri tempat kue tersebut idibeli. Sejak berita ini dimuat, Dina memastikan, dari 27 siswa yang diduga keracunan, 10 diantaranya masih dirawat di Puskemas sebab kondisi yang masih lemah. Sementara lainnya, sudah bisa dibawa pulang.

Dina menghimbau, agar masyarakat lebih teliti dalam membeli produk makanan. Jika perlu, tanya kepada pembelinya. “Curiga awal mungkin ketidaktahuan, kurang teliti, diharuskan masyarakat cerdik kalau perlu ditanya kapan produksinya agar bisa mengantisipasi,” himbaunya.

Dr. Asep Ahmad menambahkan, kue yang sudah habis kadarluasanya bisa dilihat dari warna berubah dan berbau. Dia juga mengapresiasi pihak sekolah yang berinisiatif langsung membawa seluruh siswa ke Puskemas terdekat.

“Alhamdulillah, tidak terlalu bahaya. Beberapa siswa sudah bisa dibawa pulang. Ada diantaranya yang masih dirawat. Mudah-mudahan sore bisa kembali pulang,” harapnya.

Atas peristiwa ini, pihak sekolah akan lebih memproteksi jajanan maupun makanan dari luar. Kalaupun ada perayaan ulang tahun kedepannya, tidak perlu ada kue. Cukup dengan doa. “Saya akan pakai larangan, untuk memproteksi dan mencegah kejadian ini terulang kembali,” kata Listiany, Kepala Sekolah menegaskan. (gus)

 

 

 

Berita Terkait