Puluhan Anak Panti Asuhan Hadiri Perayaan Natal di Katedral

Puluhan Anak Panti Asuhan Hadiri Perayaan Natal di Katedral

  Sabtu, 5 January 2019 08:43
MENGHIBUR: Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus saat menghibur anak-anak panti asuhan se-Pontianak di Gedung Pasifikus, Pontianak, Kamis (3/1).

Berita Terkait

Dimeriahkan Nyanyian Uskup Agus dan Nikmatnya Sajian Es Krim

Keuskupan Agung Pontianak menggelar perayaan Natal di Gedung Pasifikus Paroki Katedral Santo Yosef pada Kamis 3 Januari. Perayaan ini tampak berbeda lantaran diikuti oleh 91 anak panti asuhan di Pontianak. Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus pun hadir langsung menghibur anak-anak tersebut.

Aristono, Pontianak

ACARA dibuka pada sore hari pukul 15.00 Wib dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus. Setelah itu, pembawa acara dari Surabaya, Sanjaya dan Tina mengajak anak-anak untuk mengikuti ragam kegiatan seperti; bernyanyi bersama Uskup Agus, pertunjukan sulap dari Soni, penampilan nyanyian Natal dari anak-anak panti, pembagian hadiah oleh Santa Claus, suguhan aneka kue Natal dan minuman es krim, serta sajian santap malam bersama. 

Perayaan Natal bersama anak panti asuhan Yayasan Katolik ini baru pertama kali diadakan. Panitia berhasil menghadirkan 91 peserta yang berasal dari empat panti yakni; Panti Teresia Bakti, Bunda Pengharapan asuhan para suster Pasionis, Panti Asuhan Alma Wonoyoso, dan Alma Podomoro asuhan para suster Alma. Sedangkan peserta dari Panti Asuhan Marie Yosef berhalangan hadir berhubung anak-anak sudah masuk sekolah. 

Suasana sukacita Natal yang berlangsung hingga pukul 07.00 malam itu memberikan kesan manis bagi Mary Kristi Galih Pratiwi. Anak panti Teresa Bakti yang kini berumur 21 tahun ini mengaku terharu karena telah mendapatkan kasih sayang tak terhingga dari para suster yang sudah merawatnya selama 21 tahun di Panti. Gadis yang kini duduk di bangku SMA ini juga menyatakan terkesan akan sosok uskup agung yang dinilai sangat dekat dengan anak-anak. “Di acara ini, kami bisa saling mengenal, berbagi kebahagiaan. Uskupnya ramah, peduli, dan cinta dengan anak-anak,” katanya.

 Suster Veronika, Alma juga menyampaiakn kesan positif yang diperolehnya saat acara Natal bersama ini. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat diadakan lagi di tahun depan dan semakin ditingkatkan. “Acara ini bisa menjadi inspirasi dan teladan bagi orang-orang yang punya kepedulian terhadap panti asuhan,”ungkapnya.

Di penghujung acara, seluruh peserta menerima bingkisan Natal dari Uskup Agus dan dari Romo Andreas Kurniawan OP. Setelah itu, seluruh peserta, pembina dan panitia diundang untuk berfoto bersama. Menurut Uskup Agus, tujuan dari perayaan Natal yang dikemas dengan sangat menarik oleh tim dari Jakarta dan Surabaya ini, merupakan salah satu bentuk perhatian/solidaritas gereja terhadap anak-anak yang “kurang beruntung”.

Uskup kelahiran Lintang Kapuas pada 22 November 1949 silam ini memberikan peneguhan lantaran ia merasa bahwa ia juga berasal dari keluarga yang sederhana. Ia adalah anak kampung.  “Saya sama seperti kalian semua. Anak kampung yang datang dari keluarga sederhana, masih sangat jauh dari kota. Menuju tempat kami di kampung saja butuh perjuangan. Jalan masih belum ada aspal dan masih belum ada listrik,” katanya saat menyampaikan sambutan.

Prelatus yang piawai bermain gitar ini juga mengatakan bahwa banyak cara untuk berbagi kasih kepada sesama. Salah satunya adalah dengan mengadakan perayaan Natal bersama anak-anak yang tidak “mengenal” orang tuanya.  

“Kita bersyukur bahwa kelahiran Yesus di dunia bukan sebagai uskup, imam, presiden atau orang-orang hebat lainnya. Tetapi dalam rupa bayi kecil, lemah dan tak berdaya. Namun, dia menjadi hikmat bagi dunia. Dia mau menunjukkan hikmat-Nya melalui pewartaan, belas kasih dan pengampunan tanpa batas ,” ujar Uskup Agus. 

Menurutnya, pesan Natal “Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita” (1 Korintus 1:30) hendaknya terus berkumandang mewarnai pesta Natal-kelahiran Sang Juru Selamat ke dunia.  “Pesan Natal hendaknya sampai ke segala penjuru dunia, menembus hati setiap manusia, sehingga siapa pun layak mengalami sukacita Natal,”pungkasnya. (*)

Berita Terkait