Pulih Setelah 18 Jam Ditutup

Pulih Setelah 18 Jam Ditutup

  Senin, 18 February 2019 12:08
EVAKUASI: Pesawat Lion Air JT 714 yang tergelincir di Bandara Supadio, Sabtu (16/2) pukul 15. 10 WIB sedang dievakuasi, kemarin. Kini aktivitas penerbangan di Bandara Supadio sudah kembali normal. ISTIMEWA

Berita Terkait

Lion JT 714 Berhasil Dievakuasi

PONTIANAK - Aktivitas di Bandara Internasional Supadio kembali normal pada Minggu (17/2) kemarin. Sebelumnya, aktivitas di bandara kebanggaan Kalimantan Barat tersebut sempat terhenti usai tergelincirnya pesawat Lion Air JT 714, Sabtu (16/2) sore, pukul 15.10 WIB.

General Manager Bandara Internasional Supadio, Jon Mukhtar Rita mengungkapkan, proses evakuasi pesawat tersebut tergolong lama. Pesawat baru berhasil dievakuasi pada Minggu pukul 09.10 atau delapan belas jam setelah pesawat tergelincir. 

Menurut Jon Mukhtar Rita, lamanya proses evakuasi karena terkendala sejumlah faktor. “Kesulitan utama proses evakuasi adalah menarik pesawat yang beratnya puluhan ton tersebut keluar dari tempatnya tergelincir. Ditambah lagi kondisi tanah yang gambut dan cuaca sedang hujan, membuat proses evakuasi ban yang tenggelam cukup menyulitkan," jelasnya.

Dia melanjutkan, setelah resmi dibuka, seluruh penerbangan yang sebelumnya terhambat kemarin sudah berjalan normal seperti biasanya. "Memang ada beberapa yang cancel (dibatalkan) sekitar 10 keberangkatan dan 10 kedatangan, jadi totalnya ada 20 aktivitas yang dicancel karena insiden ini, tapi semuanya sudah selesai, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan sudah berlangsung normal," ujarnya.

Terkait penyebab tergelincirnya pesawat, Jon belum memastikan. Menurut Jon, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) langsung melakukan penyelidikan pasca terjadinya insiden tersebut. "Kita tunggu saja hasilnya dari KNKT, karena masih dalam penyelidikan mereka untuk penyebab pastinya," tandasnya.

Sementara itu, General Manager Airnav Indonesia Cabang Pontianak, Wasyudi Zufka mengungkapkan, saat Lion JT 714 tergelincir, kawasan di sekitar Supadio sedang hujan deras. Meski hujan, kondisi jarak pandang masih dalam kondisi normal.

"Sesaat sebelum kejadian kita sudah koordinasi dengan pilot pesawat Lion JT 714, karena saat yang bersamaan sedang turun hujan dengan intensitas sangat deras. Namun dari koordinasi yang sudah kita lakukan, tidak ada masalah dan jarak pandang. Masih berkisar di 1000 meter, sehingga itu tak menjadi masalah besar," jelasnya kepada Pontianak post.

Dia menegaskan, jarak pandang bukan merupakan faktor utama penyebab tergelincirnya pesawat yang baru datang dari jakarta tersebut. Ia mengatakan, untuk proses landing, jarak pandang untuk kategori aman untuk di Pontianak di atas 800 meter, sehingga hal tersebut tak memungkinkan insiden yang terjadi dikarenakan faktor jarak pandang. 

"Untuk umumnya, jarak pandang dikatakan aman  untuk landing di Pontianak adalah 800 meter. Dan kemarin, dari Airnav dan pilot sudah konfirmasi jarak pandang adalah 1000 meter, jadi hal tersebut tak mungkin menjadi kendala," ungkapnya.

Dia juga menambahkan, telah memberikan semua data terkait cuaca yang sedang terjadi di pontianak kepada pilot. Setelah semua dirasa aman, kemudian baru pesawat tersebut diberi izin untuk mendarat. 

"Selain itu kita juga sudah beri pesan ke pilot pesawat terkait cuaca yang sedang terjadi di Pontianak. Dan setelah semua dirasa aman, pesawat kita izinkan mendarat," tuturnya. 

Terganggu

Insiden tergelincirnya Pesawat Lion Air di Bandara Internasional Supadio Pontianak berdampak pada rute penerbangan Putussibau- Pontianak. Pesawat Wings Air rute Putussibau-Pontianak yang sedianya berangkat pada pukul 13.00 WIB terpaksa dibatalkan, Minggu (17/2).

Akibat kondisi ini, sejumlah penumpang merasa kecewa mengingat pihak maskapai tidak menyampaikan pemberitahuan tentang pembatalan penerbangan tersebut. “Kami sudah menunggu lama di bandara dan tiba-tiba mereka bilang keberangkatan dibatalkan,” kata Sahirul Hakim, kemarin. 

Menurutnya, pembatalan dadakan tersebut jelas merugikan para penumpang. “Keberangkatan hari ini sebetulnya sudah terjadwal, dimana ada beberapa urusan yang seharusnya saya selesikan hari ini di Pontianak,” tuturnya. Hakim berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Pihak bandara dan maskapai penerbangan juga diminta untuk memberikan pelayanan optimal dan ganti rugi kepada para penumpang jika terjadi pembatalan dadakan seperti ini lagi.

Penumpang lainnya, Anoy menyampaikan, pembatalan penerbangan tersebut diklaim terjadi karena ada permasalahan di Bandara Supadio Pontianak.  “Anehnya ada pesawat yang membatalkan penerbangan, namun ada juga yang melakukan penerbangan di sini. Harusnya dibatalkan semua penerbangannya,” kata dia.

Ia berharap pihak terkait perlu melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Keselamatan, kenyamanan dan kualitas pelayanan harus menjadi perhatian serius. “Karena besok acara yang sudah dijadwalkan di Pontianak tidak bisa ditunda terpaksa saya tetap melanjutkan perjalanan menggunakan taksi,” terangnya. (sig/arf)

Berita Terkait