PT Pelindo II Tuntaskan Pembayaran Tahap I

PT Pelindo II Tuntaskan Pembayaran Tahap I

  Sabtu, 24 February 2018 11:00
PEMBEBASAN LAHAN : Pemilik lahan menandatangani berita acara pembebasan lahan pembangunan Pelabuhan Terminal Kijing di Sungai Kunyit, disaksikan kepala BPN Mempawah.

Berita Terkait

Pembebasan Lahan Pelabuhan Terminal Kijing

MEMPAWAH - Pembebasan lahan Pembangunan Terminal Pelabuhan Kijing Tahap I telah dilaksanakan. Jumat (23/2) pagi, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) merealisasikan pencairan dana pembebasan lahan untuk masyarakat yang terdampak pembangunan tahap pertama pelabuhan kijing.

Pembayaran pembebasan lahan yang dihadiri seluruh masyarakat pemilik tanah itu disaksikan Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Mempawah, Drs H Ismail, MM, Koordinator Proyek Strategis Kantor Pusat PT Pelindo II (Persero), Zuhri Iryansyah, Kepala BPN Mempawah, Komaruddin dan Muspida Pemerintah Kabupaten Mempawah dan Muspika Sungai Kunyit.

“Dengan dilaksanakannya pembayaran ganti rugi lahan ini, maka akan mempercepat realisasi tahapan pembangunan pelabuhan kijing yang akan kami kerjakan nanti,” kata Zuhri Iryansyah kepada wartawan. 

Zuhri menerangkan, dalam proses pembebasan lahan tersebut pihaknya mengacu pada UU Nomor 2 tahun 2012. Menurut aturan tersebut, maka BPN ditunjuk sebagai pihak yang berwenang melaksanakan proses pembebasan tanah di masyarakat. Sedangkan PT Pelindo II akan membayarkan sesuai nilai ganti rugi yang telah ditetapkan.

“Berapa pun biaya ganti rugi yang disampaikan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) maka itulah yang akan kami bayarkan kepada masyarakat,” ucapnya.

Untuk tahap pertama, dia mengungkapkan, PT Pelindo II akan membebaskan 200 Ha lahan dan bangunan milik masyarakat di Desa Sungai Bundung Laut dan Sungai Kunyit Laut. Dirinya berharap pencairan dana tersebut sebagai bukti kepada masyarakat tentang komitmen PT Pelindo II untuk merealisasikan pembangunan pelabuhan kijing.

“Setelah seluruh proses pembebasan lahan ini tuntas, maka secepatnya kami akan memulai groundbreaking. Target kami dalam tahun ini sudah dimulai pembangunan konstruksi pelabuhan kijing,” harapnya sembari mengatakan keseluruhan anggaran pembangunannya sebesar Rp5 Triliun.

Sementara itu, Kepala BPN Mempawah, Komaruddin menjelaskan proses pembebasan lahan dilakukan melalui empat tahap. Yakni perencanaan, persiapan, pengukuran oleh BPN serta penilain oleh tim appraisal serta ditindaklanjuti dengan pembayaran oleh PT Pelindo II.

“Pembayaran lahan yang kita laksanakan pada hari ini baru sebagian. Sisanya nanti akan kita lanjutkan di tahap kedua. Untuk perkembangan tahap kedua, petugas sudah merampungkan seluruh pengukuran lahan dan bangunan milik masyarakat,” paparnya. 

Terkait pembayaran ganti rugi lahan, Komaruddin menerangkan telah melalui prosedur dan mekanisme yang ditetapkan perundang-undangan. Salah satu syarat utama pembayaran, masyarakat pemilik lahan telah menyerahkan bukti dokumen asli kepemilikan lahan baik dalam bentuk sertifikat dan lainnya.

“Selain pemilik lahan yang telah menyerahkan dokumen kepemilikan lahan, masyarakat yang akan menerima pembayaran juga telah menyerahkan foto copy KTP, KTP asli dan KK,” ucapnya. 

Terhadap tanah atau lahan yang bermasalah, Komaruddin mengatakan belum bisa diproses pembayaran pembebasan lahan. Namun, dia memastikan seluruh lahan yang berdampak pembangunan Pelabuhan Kijing telah terdaftar oleh petugas BPN.

“Semuanya sudah masuk dalam daftar. Hanya saja kemungkinan akan tertunda pembayarannya dan akan menyusul pada tahap kedua nanti,” ucapnya.

Ditanya kriteria lahan yang belum dapat dibayarkan pembebasan lahannya, Komaruddin mengungkapkan terdapat beberapa permasalahan lahan yang ditemukan petugas dilapangan. Misalnya, lahan yang berstatus sengketa, dalam proses gugatan di pengadilan atau lahan yang ‘disekolahkan’ ke Bank maupun CU.

“Kepada pemilik lahan yang bermasalah, kami minta agar segera diselesaikan dulu permasalahannya. Misalnya yang masih ada urusan dengan kredit Bank, agar segera dilunasi kewajiban kreditnya. Jika tetap tidak bisa membayar kredit, maka nanti uangnya akan kami titipkan di Pengadilan Negeri Mempawah,” pungkasnya. (wah)

Berita Terkait