PT Jababeka Gandeng Pengusaha Taiwan Bangun Morotai

PT Jababeka Gandeng Pengusaha Taiwan Bangun Morotai

  Rabu, 1 June 2016 14:59

Berita Terkait

PT Morotai Jababeka menggandeng mitra dari Taiwan untuk membangun amenitas dan atraksi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Pulau Morotai seluas 1.200 hektar.

"Saya yakin tidak lama lagi Morotai akan hidup, dan menjadi salah satu destinasi kelas dunia untuk menarik wisman," demikian Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya merespon kabar ini.

Pada tahap awal, menurut Menpar Arief Yahya, PT Morotai Jababeka, membangun 10 ribu rumah dengan pangsa pasar kelas menengah, serta hotel-hotel dengan kapasitas 100 ribu kamar.

Tahap berikutnya, PT Morotai Jababeka membangun tempat pariwisata, sekolah yang akan menyuplai sumber daya manusia (SDM), dan lainnya. Raksasa properti ini juga akan mengembangkan pertanian, perikanan, dan perdagangan.

"Taiwan adalah salah satu negera dengan industri perikanan dan pertanian yang maju," kata Menpar Arief Yahya.

PT Morotai Jababeka mengatakan siap menggelontorkan investasi Rp 6,8 triliun. Dana sebanyak itu berasal dari investasi sendiri, dan sejumlah investor.

Basuri T.Purnama, advisor PT Morotai Jababeka, mengatakan Morotai punya keunikan dan kelebihan dibanding wilayah lain. Morotai bisa dijangkau dari Australia dan Jepang.

"Prediksi kami, Morotai akan berkembang untuk seratus tahun," kata Basuri.

Menurut Basuri, mitra dari Taiwan tidak hanya mengembangkan perikanan dan pertanian, tapi juga membangun sekolah pariwisata dan melatih karyawan lokal. Lainnya, investor Taiwan akan diundang untuk membangun infrastruktur pariwisata bernilai triliunan rupiah.

"Morotai bisa menjadi Singapura dari kawasan timur Indonesia," lanjut Basuri.

Andrew Hsia, kepala Perwakilan Perdagangan dan Ekonomi Taipei di Indonesia (TETO), berjanji mengembangkan budi daya ikan, pertanian, pariwisata, dan perbankan. Ia memperkirakan akan ada pergerakan banyak orang ke Morotai untuk bekerja di bidang perikanan, eko-turisme, dan infrastruktur.

Bambang Susanto, Staf Ahli Bidang Pariwiata di Kemenko Maritim, mengatakan pariwisata akan menjandi inti pembangunan di Morotai. Ia juga mengatakan banyak investor dari Taiwan, China, AS, dan Jepang, tertarik berinvestasi.

"Kini, tinggal Menko Maritim dan Sumber Daya membuat aturan agar semua investasi berjalan lancar," ujarnya.
 

Berita Terkait