Proyek Tebing Bika Diusut

Proyek Tebing Bika Diusut

  Sabtu, 3 November 2018 09:47
PEMBANGUNAN LANJUTAN: Dengan menggunakan dana APBN, pemerintah melakukan pembangunan kembali penguatan tebing sungai Kapuas yang.ada di Desa.Sungai Uluk. Sementara pembangunan sebelumnya yang menghabiskan dana Rp9,3 miliar pada tahun 2016, bangunannya sudah tak tampak lagi.

Berita Terkait

Kerugian Negara Rp9,3 Miliar

PUTUSSIBAU- Gagalnya proyek pembangunan penguatan tebing yang dibangun di Desa Sungai Uluk Kecamatan Bika pada tahun 2016 oleh pemerintah pusat, Kejari Kapuas Hulu pun diminta segera mengusut kasus tersebut karena telah merugikan uang negara sebesar Rp9,3 miliar. 

Pembangunan penguatan tebing yang dikerjakan oleh PT Kreasindo Putra Bangsa tersebut sudah hancur belum sampai setahun dinikmati oleh masyarakat, bahkan sisa-sisa pembangunannya pun sudah tak tampak lagi karena sudah tenggelam dalam sungai. 

"Kami sangat kecewa dengan pembangunan sebelumnya, bahkan mereka selesai bekerja tidak memberitahu pihak desa. Kita mau pekerjaan yang tidak benar ini agar dapat diusut oleh Kejari Kapuas Hulu karena ini telah merugikan uang negara," kata Posianus Didi Kaur Pemerintahan Desa Sungai Uluk, Kamis (1/11). 

Didi menjelaskan tahun 2018 ini, dilokasi yang sama proyek serupa dibangun oleh pemerintah pusat, namun dananya lebih besar yakni hampir Rp30 milyar yang dikerjakan oleh perusahaan yang berbeda. Namun ia berharap agar pembangunan proyek penguatan tebing ini jangan sampai pekerjaannya seperti tahun 2016. 

"Mudah-mudahan pembangunan penguatan tebing kali ini lebih bagus dari sebelumnya," katanya. 

Lanjut Didi, jika dilihat dari sistematis pekerjaannya, pembangunan kali ini sepertinya lebih baik, karena ini merupakan proyek lanjutan dari sebelumnya yang gagal. 

Hal serupa diungkapkan Yakobus Sekdes Sungai Uluk sangat mengharapkan agar proyek pembangunan penguatan tebing tahun 2016 agar dapat diusut oleh Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu karena jelas merugikan uang negara. "Soalnya pembangunan yang pertama itu gagal dan mesti diusut karena menghabiskan uang negara," katanya. 

Selaku Sekdes kata Yakobus, masyarakat setempat sebenarnya menyambut baik adanya proyek pembangunan penguatan tebing tersebut sehingga masyarakat sekitar aman dari longsor. 

Dirinya pun mengharapkan agar perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut dapat membangun lebih baik dan lebih teliti dari sebelumnya. "Kita menggunakan uang negara itu tidak semena-mena, bekerjalah dengan baik," ucapnya. 

Sementara itu Bupati Kapuas AM Nasir mengungkapkan dirinya tidak ingin ikut campur lebih jauh jika proyek dari pemerintah pusat ini bermasalah dan sudah masuk ke Kejari Kapuas Hulu. "Itu urusan Kejari Kapuas Hulu, saya tak mau urus lebih jauh," katanya. 

Namun kata Bupati, untuk proyek dibawah naungan pemerintah pusat yang ada di Kapuas Hulu, pihaknya sudah bertemu dengan PPK agar mereka dapat mempelajari arus sungai diwilayahnya sebelum proyek penguatan tebing itu dibangun. "Saya tanya soal proses proyek pemerintah pusat seperti Penguatan tebing di Bika, mereka juga sudah dipanggil. Tapi secara teknis, mereka mengakui sudah memiliki cara yang lebih baik membuat penguatan tebing lebih mantap," pungkasnya. (col)

Berita Terkait