Prostitusi Online di Sintang Mulai Terkuak

Prostitusi Online di Sintang Mulai Terkuak

  Jumat, 17 May 2019 10:15
SAFARI RAMADAN: Wakil Bupati Sintang, sambangi Desa Belinyuk Sibau, Kecamatan Dedai dalam rangka Safari Ramadan, Rabu (15/5) sore.

Berita Terkait

SINTANG-Bisnis prostitusi online di Sintang mulai menguak ke permukaan. Hal tersebut diketahui, setelah mucikrainya berinisal F diringkus anggota Sat Reskrim Polres Sintang, pada Selasa (14/5) sekitar pukul 21.43 WIB di salah satu hotel yang terletak di Jalan YC Oevang Oeray, Kelurahan Baning Kota.

Dari pengakuan tersangka, bahwa bisnis haramnya tersebut sudah dijalankannya sejak tahun 2016 lalu, namun sempat berhenti cukup lama dan kembali digelutinya pada tahun 2019 ini.

“Sudah lama berhenti, baru pertama kali ini lagi saya melakukan pekerjaan ini, tapi langsung ketahun sama polisi,” ujar tersangka saat ditanya awak media pada Prees Releas Polres Sintang, Kamis (16/4), di halaman Mapolres setempat.

Tersangka juga mengaku bagaimana cara kerja prostitusi ini. Ia mengakui, bahwa cara promosi yang dilakukannya hanya mengunakan media sosial WhatsApp, dimana ada lebih dari lima wanita pekerja yang berada dibawah naungannya. Harga pun bervariasi, dari Rp1 juta hingga Rp3 juta. 

“Setiap transaksi saya mendapatkan keuntungan Rp300 hingga Rp600 ribu. Pemesannya dari kalangan umum dan pernah juga dari pejabat,” ucapnya. 

Tak hanya itu, Kapolres Sintang AKBP Adhe Haryadi mengungkapkan praktik prostitusi online berhasil di ungkap pihaknya. “Untuk sekali kencan mucikarinya mematok Rp1.000.000- Rp3.000.000 yang harus di tebus oleh pria hidung belang,” kata kapolres.

AKBP Adhe Haryadi juga mengatakan mucikari yang berhasil diamankan pihaknya berhasil mendapat imbalan sebesar 300.000 dari jasa yang ia dapatkan kepada pelanggan.

“Modusnya menggunakan whattapps dimana pelaku juga mendapatkan keuntungan Rp300 ribu sekali transaksi. Kita juga mengamankan barang bukti berupa handphone, uang tunai juga pakaian dalam wanita, “ tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Sintang, AKBP Adhe Hariadi beberkan terbongkarnya bisnis prostitusi ini, saat Unit PPA Sat Reskrim Polres Sintang mendapat informasi dari masyarakat pada Senin (13/5) kemarin.

“Pelaku sebenarnya sudah lama menjadi target operasi (TO) kita di Sintang ini. Kita pancing pelakunya menggunakan whattapps dan di situlah kita melakukan penangkapan,” katanya.

Lalu pada, Selasa (14/5) sekitar pukul 11.48 WIB, tersangka mengirimkan foto seorang wanita berinisial W ke WhatsApp milik petugas, sehingga terjadi transaksi yaitu kencan dengan wanita tersebut dengan tarif Short Time Rp1 juta.

Sekitar pukul 21.43 WIB, tersangka datang dengan wanita tersebut dan bertemu dengan petugas yang menyamar pada saat itu. Petugas tersebut lalu memberikan uang tips sesuai yang dimintanya.

“Setelah itu wanita tersebut masuk ke dalam kamar dan petugas memberikan uang jasa sesuai yang sudah dijanjikan,” katanya.

Tidak lama kemudian, petugas mengamankan tersangka di loby hotel lantai 3 dan barang bukti serta petugas Polwan mengamankan wanita tersebut. Setelah itu keduanya beserta barang bukti dibawa ke Polres Sintang untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

“BB yang diamankan diantaranya dua handphone VIVO, uang senilai Rp1,6 juta, satu helai celana pendek warna biru abu-abu, satu helai BH warna hitam. Dan satu helai celana dalam warna abu-abu,” terangnya. (fds)

Berita Terkait