Prosesi Penobatan Raja Sekadau Pangeran Agung Sri Negara II

Prosesi Penobatan Raja Sekadau Pangeran Agung Sri Negara II

  Minggu, 16 December 2018 09:26
PENOBATAN: Gusti Muhammad Effendi bergelar Pangeran Agung Sri Negara III saat melakukan proses penobatan, Jumat (14/12) malam di Istana Kusuma Negara Sekadau. HARYADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Janji Bantu Pemerintah Menggali Budaya yang Terlupakan

Gusti Muhammad Effendi bergelar Pangeran Agung Sri Negara II dinobatkan sebagai Raja Kusuma Negara Sekadau, Jumat (14/12) malam di Istana Kusuma Negara. Proses penobatannya dihadiri raja-raja yang tergabung dalam Majelis Kerajaan Kalbar

MIRZA AHMAD MUIN, Sekadau

PROSES penobatan Raja Kusuma Negara Sekadau, sudah terasa sakral ketika wartawan Pontianak Post berada di luar Istana Kusuma Negara Sekadau yang terletak di Jalan Masjid At Taqwa, Jumat malam. Pantauan wartawan koran ini, sebelum penobatan Raja dimulai, satu persatu raja-raja yang tergabung dalam Majelis Kerajaan Kalbar, menaiki 22 anak tangga istana berdesain Melayu dengan warna dominasi kuning. Tampak Hadir Raja Tayan, Gusti Yusri, beserta istri, usai turun dari mobil langsung bergegas masuk ke dalam.

Selain Raja Tayan, Raja Sintang, Mempawah, Sanggau, dan lainnya yang tergabung dalam Majelis Kerajaan Kalbar telah lebih dulu berada di ruang istana. Dalam penobatan tersebut, juga dihadiri Pengiran Haji Abbas dari Keraton Nusantara Brunei Darussalam.

Tak lama semua raja dan permaisuri berkumpul di Istana Kusuma Negara Sekadau, tibalah sang Raja Kusuma Negara Sekadau. Mengenakan pakaian berwarna hitam, Gusti Muhammad Effendi bergelar Pangeran Agung Sri Negara II bersama permaisuri Utin Yuniarti langsung menuju singgasana kerajaan yang berada di tengah-tengah ruangan penobatan, dikawal prajurit kerajaan.

Sampai dalam ruang penobatan, ia pun disambut para tamu. Proses jalannya penobatan Sang Raja terjadi tak begitu lama. Pelantikan dilakukan khas adat budaya Kerajaan Sekadau. Dengan diawali laporan beberapa pangeran, akhirnya proses penobatan raja pun dilakukan dengan tanda proses penyematan lencana oleh dua sesepuh pada raja dan permaisuri.

Usai penobatan, wajah Raja Kusuma Negara Sekadau Pangeran Agung Sri Negara II, Gusti Muhammad Effendi, terlihat begitu senang. Ia menjelaskan, Istana Kusuma Negara Sekadau sendiri sudah dibangun sejak 7 tahun lalu menggunakan anggaran dari Pemda Sekadau. Pembangunan istana, menurut dia, bertujuan mengembalikan kembali budaya yang sedikit demi sedikit sudah mulai terlupakan masyarakat.

Dalam hal ini, dia berjanji, pihak kerajaan akan membantu pemerintah menggali budaya yang hampir terlupakan. Menurutnya, budaya begitu penting guna mempersatukan suku dan agama. “Caranya melalui pelestarian budaya,” kata dia. 

Selama ini, diakui dia, kerja sama Istana Kusuma Negara dengan Pemda Sekadau telah berjalan baik. Untuk pelestarian adat istiadat dan budaya di Kabupaten Sekadau sendiri, dipastikan dia, sudah mencapai 80 persen. Sebanyak 20 persennya disadari dia belum digali karena keterbatasan dana. Akan kekurangan itu, akan dibicarakan mereka lagi dengan Pemda.

Terkait kegiatan budaya, harapan dia, tahun depan dapat dianggarkan oleh Pemda. "Jika tak bisa setahun sekali, dua tahun sekali akan diadakan," katanya.

Kegiatan yang dimaksud dia seperti Kirab Busaya Kusuma Negara. “Jika orang Sekadau menyebutnya batas negeri adalah kegiatan buang-buang yang dilakukan bersama masyarakat,” ungkapnya. 

Di tempat sama, Pengiran Haji Abbas dari Keraton Nusantara Brunei Darussalam mengucapkan selamat atas dilantiknya Raja Kusuma Negara Sekadau Pangeran Agung Sri Negara II, Gusti Muhammad Effendi. Pantauan dia, acara pelantikan juga berjalan baik dan lancar. "Harapan kita ke depan hubungan Keraton Brunei Darussalam dan Kalbar khususnya Sekadau bisa semakin baik," katanya.

Untuk sekarang, diakui dia, memang belum ada kerja sama dilakukan. Tapi dengan eratnya silaturahmi yang dibangun, maka ke depan diyakini dia akan ada kerja sama dilalukan dua pihak ini. (*)

Berita Terkait