Progres Runway Capai 17,46 Persen

Progres Runway Capai 17,46 Persen

  Selasa, 14 May 2019 13:30
Sulkarnaini

PONTIANAK – Proyek perpanjangan landasan pacu Bandara Internasional Supadio Pontianak terus dikerjakan. Progresnya saat ini telah sesuai dengan target yang telah dicanangkan. Direncanakan pada pertengahan tahun 2020, bandara ini telah memiliki landasan pacu sepanjang 2.600 x 45 meter. 

" Perpanjangan Runway (landasan pacu) bandara sudah dimulai dari bulan februari lalu, dan saat ini progresnya sudah sampai 17,46 persen," ungkap Sulkarnaini, selaku Officer In Charge Bandara Internasional Supadio Pontianak, kemarin.

Jika dirinci, progres perpanjangan landasan pacu bandara tersebut di antaranya meliputi, perkerjaan persiapan 1,36 persen, weak spot 15.94 persen, dan pengerjaan marka sementara 0.16 persen. Sulkarnaini memastikan bahwa pengerjaan perpanjangan landasan pacu akan terus dilakukan sesuai pengajuan NOTAM yang telah disepakati antara Air Traffic Control dan Airlines serta pemangku kepentingan di bandara, selama tidak ada gangguan cuaca. Pengerjaannya, dilakukan di luar jam operasional bandara, agar tidak mengganggu aktivitas penerbangan.

"Mulai pengerjaan setelah penerbangan terakhir yakni antara jam 22.00 WIB sampai dengan jam 05.00 WIB subuh," kata dia.

Proyek perpanjangan landasan pacu ini, diperkirakan tuntas dalam waktu 1,5 tahun, dari yang sebelumnya berukuran 2.250 x 45 meter menjadi 2.600 x 45 meter.

Sementara pada Bulan Ramadan, pihaknya berencana akan menjeda pengerjaan pada H-7 hingga H+7 Idulfitri dengan mencabut NOTAM yang sudah dimintakan kepada Air Traffic Controler. Hal itu dilakukan mengingat akan diprediksi ada pernambahan jumlah penerbangan atau extra flight pada periode angkutan lebaran tersebut. Diakuinya saat ini sudah ada maskapai yang telah memastikan akan menambah jumlah penerbangan di rentang waktu tersebut.

"Ada maskapai yang sudah mengajukan extra flight, salah satunya Express Air dan ini sudah disetujui," kata dia.

Seperti pada momen Idulfitri yang sudah-sudah, pihaknya memang telah memprediksi akan ada peningkatan arus penumpang dan peningkatan traffic pesawat udara di bandara kebanggaan Kalimantan Barat itu. Namun, jika dibandingkan dengan tahun lalu, pihaknya tidak memperkirakan pertumbuhan yang terlampau signifikan.

“Prediksi pergerakan penumpang pada Ramadan hingga lebaran nanti hanya 0,7 sampai 1 persen. Kami tidak mau pasang target terlalu tinggi mengingat harga tiket masih mahal," pungkas dia. (sti)