Program PLN Mengajar Ajak Siswa Peduli Listrik

Program PLN Mengajar Ajak Siswa Peduli Listrik

  Sabtu, 12 May 2018 08:20

Berita Terkait

PONTIANAK-Sebagai bentuk kepedulian terhadap Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional, PT PLN (Persero) melakukan program PLN Mengajar se-Indonesia pada periode bulan Mei 2018 ini.

Begitu pula dengan PLN Wilayah Kalimantan Barat, pada Jumat (11/5), bertempat di SMAN 5 Pontianak, PLN Wilayah Kalimantan Barat melaksanakan program PLN mengajar. 

Program ini disambut baik oleh Masudi selaku Kepala Sekolah. Ia mengatakan dengan membawa misi PLN Peduli, BUMN hadir untuk negeri, membuat pihaknya sangat bangga kepada PLN karena ternyata tidak hanya guru-guru di sekolah saja yang mengajar, tetapi PLN juga ikut mengajar dan peduli terhadap dunia pendidikan. “Terimakasih kami ucapkan kepada Bapak dan Ibu PLN, ternyata tidak hanya menerangi rumah-rumah dan jalan-jalan kita yang gelap, tetapi juga menerangi generasi kita untuk masa depan," ujarnya.

General Manager PLN Wilayah Kalimantan Barat, Richard Safkaur mengatakan tujuan diadakan program PLN mengajar ini untuk membantu peningkatan pendidikan dan partisipasi PLN di dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa. Termasuk, menumbuhkan minat dan kepedulian kepada masyarakat di sektor kelistrikan. "Pendidikan sangat penting bagi kemajuan bangsa ini. Karena kami dari perusahaan yang bergerak di bidang kelistrikan, maka kami memberikan edukasi terkait bidang kelistrikan, dan hal ini merupakan kewajiban PLN untuk menjalin hubungan dan komunikasi yang baik dengan masyarakat," kata Richard.

Selain itu Richard juga mengajar mengenai bahaya bermain layang-layang menggunakan kawat yang hingga Mei tahun 2018, masih mendominasi penyebab gangguan pada sistem transmisi 150 kV. “Jika ada teman, saudara atau tetangga yang bermain layang-layang, adik-adik semua harus berani mengingatkan mereka ya. Jika Layang-layang menghantam transmisi, maka dapat memadamkan 6 Kabupaten di Kalimantan Barat”. Kata Richard pada saat memaparkan materinya.

Pada kegiatan tersebut, PLN juga memberikan 100 paket perlengkapan sekolah untuk siswa berprestasi dan kurang mampu, sarana prasarana sekolah seperti laptop, printer, peralatan olahraga dan ekstrakulikuler serta bantuan penanaman pohon sebanyak 40 pohon dengan total bantuan pendidikan sebesar Rp129.250.000,-.
“Dengan jumlah 962 siswa, SMAN 5 juga merupakan satu-satunya SMA negeri yang ada di Pontianak Utara. Siswa yang berada di berbagai belahan Pontianak, Mempawah, Wajok, dan di luar perbatasan juga ada. Tapi rasanya hari ini lebih cerah dan terang karena PLN yang hadir dengan program mengajarnya. Semoga apa yang disampaikan oleh PLN dapat memberikan banyak manfaat, terutama di bidang pendidikan. Semoga Allah memberikan berkah bagi kita semua. Maju untuk SMAN 5, maju terus untuk PLN,” pungkas Masudi. (mse/r)

Berita Terkait