Program Pendidikan untuk Anak Pedalaman

Program Pendidikan untuk Anak Pedalaman

  Selasa, 24 April 2018 11:00
Aldora Helsa Goewyn // Runner Up I Puteri Indonesia Kalbar Tahun 2018

Berita Terkait

Aldora Helsa Goewyn begitu akrab dengan dunia modeling. Ia kerap mengikuti pemilihan putri-putrian, hingga akhirnya terpilih sebagai Runner Up 1 Puteri Indonesia Kalbar Tahun 2018. Kendati banyak pengalaman di dunia modeling, Aldora begitu mencintai bidang pendidikan. Ia membuat Food Program and House of Life, yakni program untuk meningkatkan kemampuan anak di daerah pedalaman.

Oleh : Ghea Lidyaza Safitri

Keikutsertaan Aldora dalam beberapa ajang pemilihan karena ingin melatih diri dan mengembangkan wawasannya. Ia pun memperoleh banyak prestasi. Diantaranya terpilih sebagai finalis Duta Lingkungan Hidup Ekoregion Kalimantan 2016 Runner Up II Ako Amoy KalBar Tahun 2016, Runner Up I Gege Meimei KalBar Tahun 2016, hingga menyabet gelar Runner Up I Puteri Indonesia Kalbar Tahun 2018. 

“Meski aktif, tak semua ilmu yang didapatkan selama mengikuti pemilihan saya terapkan secara mentah-mentah. Saya kerap memilah sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan lapangan,” katanya.

Beberapa pengalamannya saat mengikuti ajang pemilihan diterapkannya dalam aktivitas setiap harinya. Salah satunya sebagai guru taman kanak-kanak (TK). 

Dari pengalamannya mengikuti ajang Duta Lingkungan Hidup, Aldora membuat proyek Environtment Education for Children melalui alat peraga boneka. Aldora aktif mengajarkan anak-anak didiknya mengenai isu-isu lingkungan yang berkembang yang dikaitkan dengan kegiatan sains. 

Tak hanya pada anak-anak, Aldora juga memberi edukasi ke orang tua mengenai pentingnya menerapkan reuse, reduce, dan recycle (3R) dalam menangani sampah-sampah rumah tangga. Tujuannya, agar orang tua lebih peka dan turut berperan mengurangi pemanasan global. Melihat antusias murid-muridnya, Aldora pun semakin semangat dalam mengajar.

Aldora tak pernah membayangkan untuk menjadi guru. Ia bercita-cita sebagai pramugari sejak duduk di bangku sekolah dasar. Terlebih ia memiliki kemampuan berbahasa Inggris. Namun, keinginan itu berubah di tahun 2010.

Ketika itu Aldora aktif mengajar anak-anak Sekolah Minggu di Gereja. Ia merasa dekat dengan murid-muridnya. Tiga bulan setelah lulus SMKK Immanuel Pontianak, Aldora mendapat tawaran untuk menjadi guru TK. 

Awalnya sempat canggung. Namun, dengan kesungguhannya, perlahan-lahan ia menikmati pekerjaannya. Ia pun tak malu untuk terus belajar dengan mengikuti pelatihan dan seminar terkait mendidik anak TK. 

Dalam mengajar, perempuan kelahiran Pontianak pada 11 April ini tak menerapkan rancangan khusus. Hanya saja ia memiliki misi untuk lebih mengedepankan tata krama anak-anak lebih dulu. Baru setelah itu beranjak ke kognitifnya. Aldora sangat menikmati segala proses yang berjalan saat ini. 

Ia juga menerapkan konsep belajar sambil bermain dengan karakter, bukan hanya melatih secara baik akademik maupun kreativitas. Namun, juga karakter pribadi diri sendiri, dengan teman sebaya, orang yang lebih tua, ataupun orang lain di sekitarnya. 

“Saat dekat dengan mereka (siswa TK), yang terlintas hanyalah hal menyenangkan. Terkadang saya kerap merasa rindu apabila harus absen untuk mengikuti kegiatan lain dan meninggalkan anak-anak,” ujarnya. 

Menurut Aldora, persentase kedekatan guru dan anak-anak mungkin kecil karena keterbatasan jam sekolah yang ada. Tetapi, efeknya begitu besar. Menurut beberapa pengalaman orang tua, anak-anak cenderung taat dengan apa yang dikatakan atau dipesankan oleh gurunya. 

Aldora menuturkan setiap anak memiliki karakternya sendiri. Sehingga, tingkat kesulitan saat mendidik juga berbeda. Kebanyakan murid laki-laki cenderung lebih aktif. Membuat Aldora kerap kewalahan saat menanganinya. Sedangkan, murid perempuan dirasa jauh lebih sensitif. Ketika Aldora salah berbicara, meski sedikit, murid perempuan bisa menangis dan murung. 

Tak hanya sekadar menjadi guru TK, Aldora juga membuat Food Program and House of Life yang berkaitan dengan anak dan rumah tangga. Program edukasi ini bekerjasama dengan gereja dan Badan Misi K-Pact. Tujuan program ini meningkatkan kemampuan anak-anak yang tinggal di pedalaman Batang Tarang baik dari segi pendidikan, kesehatan, maupun karakter. 

“Selain itu, saya juga membimbing keluarga-keluarga disana untuk memiliki pengetahuan parenting maupun kesehatan dan perekonomian,” pungkas Aldora. **

Berita Terkait