Prodi P. TIK MIPATEK IKIP PGRI Pontianak

Prodi P. TIK MIPATEK IKIP PGRI Pontianak

  Senin, 13 Agustus 2018 10:34
TIKAR BIDAI: Vindo Feladi memegang tikar bidai diabadikan bersama narasumber, panitia, dan peserta. AGUS SULAIMAN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Seminar Talkshow Tikar Bidai

PROGRAM Studi TIK Fakultas Pendidikan MIPA dan Tekhnologi Institute Keguruan Ilmu Pendidikan (FP MIPATEK IKIP PGRI) Pontianak, menggelar Seminar dan Talkshow Tikar Bidai menghadirkan pembicara Kepala Desperindag Kabupaten Kubu Raya, Norasari Arani SE MM, Kabid Kemenkumham Kalimantam Barat, Muhayan MH, dan seorang Intreprenuer owner dari Borneo Talent School, Alwa Rerizia.

Ketua Panitia, Unung Verawardina MPd melaporkan bahwa kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam berwirausaha, seperti mengembangkan usaha kearifan lokal, manajemen usaha, marketing strategi, ijin usaha, hak merek dagang (HAKI), dan lain sebagainya.

“Kegiatan ini merupakan keberlanjutan dari PKM Mahasiswa Tikar Bidai Prodi Pendidikan TIK,” kata dosen berkacamata ini, sembari menginformasikan bahwa peserta kegiatan adalah para pengrajin, wirausaha/pelaku usaha dan umum yang berjumlah kurang lebih 80 orang, berasal dari Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah.

“Kegiatan ini didukung Fakultas Pendididikan MIPATEK, Program studi P.TIK IKIP PGRI Pontianak dan di sponsori sepenuhnya oleh Kemendikbud,” ucapnya, sembari berharap dari kegiatan seminar dan talkshow dapat menambah pengetahuan peserta dalam berwirausaha sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

Sementara Ka. Prodi TIK, Vindo Feladi STM mengatakan, Prodi TIK sangat mensupport para mahasiswa di bidang kewirausahaan. “Dari mata kuliah kewirausahaan kami meminta output dari mahasiswa berupa proposal yang kami ikutkan PKM di Kemenristek Dikti. Kami yakin mereka punya ide-ide kreatif yang bisa mereka tuangkan dalam bentuk proposal dari kegiatan ekonomi di daerah mereka,” jelasnya.

Wakil Dekan I FP MIPATEK, Wahyudi MPd dalam sambutannya mengatakan, entrepreneur dianggap penting oleh IKIP PGRI Pontianak. “Oleh karenanya di setiap prodi ada mata kuliah kewirausahaan,” ungkapnya.

Persaingan dan kompetensi sambungnya, sangat ketat saat ini baik di dunia kerja maupun dunia pendidikan. “Kegiatan ini menjadi sangat penting karena menghadirkan dari pihak Kemenkumham guna memberikan pemahaman bagaimana mengurus paten dari produk yang kita punya agar tidak dicaplok orang lain. Ternyata membuat produk itu tidak cukup tapi pengakuan juga sangat penting,” pungkasnya. (ags/ser)

Berita Terkait