PRANCIS VS RUMANIA; Runtuhkan Tembok Tricolorii

PRANCIS VS RUMANIA; Runtuhkan Tembok Tricolorii

  Jumat, 10 June 2016 10:39

Berita Terkait

SAINT-DENIS – Rumania adalah salah satu tim dengan pertahanan terbaik sepanjang kualifikasi Euro 2016. Dari sepuluh laga, hanya dua gol yang bersarang ke gawang Tricolorii –sebutan Rumania.

Pertanyaannya, mampukah tembok tebal Rumania tetap berdiri kukuh, atau runtuh oleh serangan para pemain Prancis? Sebab, bisa dipastikan Prancis akan melakukan segala cara untuk membobol gawang Rumania di Stade de France, Saint-Denis, dini hari nanti. ’’Kami akan tunjukkan kepada mereka siapa kami,’’ ucap bek kanan Prancis Bacary Sagna sebagaimana dilansir Associated Press.

Ya, saat bermain di depan publik sendiri, Les Bleus –julukan Prancis–biasanya tidak pernah sulit mencetak gol. Statistik mencatat, scoreless Prancis sudah lama terjadi atau kali terakhir pada 27 Maret 2013. Tepatnya ketika ditumbangkan Spanyol 0-1 dalam kualifikasi Piala Dunia 2014 zona UEFA di Stade de France. ’’Kami tidak peduli dengan seberapa besarnya ekspektasi yang dibebankan kepada kami. Namun, kami tetap siap, tanpa harus memikirkan tekanan di baliknya,’’ koar Sagna yang membela Manchester City.

Tidak hanya mengandalkan status sebagai tuan rumah, ledakan Prancis dalam beberapa laga uji coba terakhir menjadi alasannya. Sepanjang tahun ini atau dari empat laga uji coba, total sudah 13 gol yang mampu dilesakkan anak asuh Didier Deschamps. Kalau diratarata, Prancis bisa mencetak 3,25 gol per pertandingan.

Data yang mengindikasikan laga opening tidak akan berakhir dengan skor kacamata. Itu ditambah dengan agresivitas serangan Prancis yang semakin meningkat. Dalam dua laga uji coba terakhir, pemain Prancis mampu mencatat sampai 16 kali tembakan per laga. Efektivitasnya pun membaik dari yang awalnya 25 persen naik dua kali lipat menjadi 50 persen. ’’Fans ingin melihat kami memenangi laga pertama kami di Euro dan kami akan mencoba merealisasikannya,’’ kata Deschamps dalam wawancara dengan TF1.

Didi –sapaan akrab Deschamps pun meminta para pemainnya tidak terbebani faktor kandang. Dengan santai, mantan kapten Prancis saat memenangi Piala Dunia 1998 dan Euro 2000 itu meminta Hugo Lloris dkk menikmati setiap detik dari laga pembuka Euro 2016.

Sama seperti dirinya menikmati tekanan bermain di depan fans sendiri saat Piala Dunia 1998. ’’Tertekan? Sama sekali tidak. Tertekan itu hal yang negatif. Semua tahu bahwa semua yang hadir di Stade de France dini hari nanti  menginginkan kami harus menang. Enjoy saja, kalian hanya perlu bermain dengan adrenalin dan antusiasme lebih,’’ tutur pelatih terbaik Ligue 1 2004 tersebut.

Bagaimana dengan Rumania? Jika mengacu lima laga yang dilakoni selama tahun ini, hanya dua di antaranya yang mampu dimenangi. Dari sisi tingkat kebobolannya, pertahanan Rumania pun tidak lagi solid. Dalam tiga laga terakhir, gawang Ciprian Tatarusanu kebobolan enam gol. Apabila dirata-rata, kebobolannya sampai dua gol per laga.

Kapten sekaligus defender Rumania Vlad Chiriches pun angkat bicara tentang hal itu. ’’Bagi kami, atmosfer pertandingan uji coba dan turnamen sangat berbeda. Apalagi, saya mendengar dukungan dari fans kami pun tidak sedikit di Stade de France,’’ kata pemain berusia 26 tahun itu kepada Goal.(ren/dns)

Liputan Khusus: 

Berita Terkait