Prajurit Pamtas Batalyon Walet Sakti Kembali

Prajurit Pamtas Batalyon Walet Sakti Kembali

  Kamis, 13 December 2018 10:01
MEREKA PULANG: Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir memberi selamat kepada prajurit Batalyon Raider Khusus 644/Walet Sakti Putussibau yang baru saja menyelesaikan tugas di perbatasan RI-Papua Nugini. (kanan) Seorang anak berlari menghampiri ayahnya. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Kedatangan Disambut Rasa Haru

PUTUSSIBAU – Rasa haru bercampur bahagia terpancar dari wajah para prajurit TNI Satgas Pamtas Raider Khusus 644/Walet Sakti Putussibau yang baru saja tiba di markas mereka di Putussibau, Rabu (12/12). Para prajurit ini baru saja menyelesaikan tugas operasi mereka sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Indonesia – Papua Nugini di wilayah Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. 

Kedatangan mereka disambut isak tangis anak istrinya. Sesekali dari mereka terlihat meneteskan airmata, saat bertemu dengan orang yang disayanginya. 

Kedatangan sebanyak 450 prajurit tersebut juga disambut oleh Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir, Danbrigif 19/Khatulistiwa Kolonel Inf. Fredi Sianturi, Dandim 1206 Putussibau Letkol Basyaruddin, Wakil Kapolres Kapuas Hulu Kompol Alber Manurung, dan sejumlah pejabat lainnya serta sanak keluarga mereka.

“Alhamdulillah sebanyak 450 prajurit pulang dengan selamat ke markas Batalyon Raider Khusus 644/Walet Sakti Putussibau,” kata Danbrigif 19/Khatulistiwa Kolonel Inf. Fredi Sianturi usai upacara penyambutan prajurit di Markas Batalyon Raider Khusus 644/Walet Sakti Putussibau, kemarin.

Menurut Fredi, banyak prestasi yang diukir Satgas Pamtas Batalyon Raider Khusus 644/Walet Sakti Putussibau di perbatasan RI - Papua Nugini. Di antaranya, sebut dia, pengungkapan ladang ganja, penyerahan senjata api dari masyarakat, serta yang berkaitan dengan kegiatan ilegal di perbatasan. “Yang jelas prajurit sudah berhasil menjalankan tugas khusus itu di perbatasan,” kata Fredi.

Terpisah, Dansatgas Pamtas Yonif 644/Walet Sakti Putussibau Letkol I Gede Setiawan mengatakan, selama bertugas di perbatasan RI - Papua Nugini, pihaknya menjaga dan memastikan tidak ada pergeseran patok batas negara. “Tugas kami di sana, membantu pemerintah, masyarakat, baik di bidang pendidikan, kesehatan, serta menjaga patok batas agar tidak ada yang bergeser atau pun hilang,” ucap Gede.

Ia mengatakan kondisi masyarakat di perbatasan RI - Papua Nugini sangat menjujung tinggi rasa patriotisme dan bersama-sama TNI dalam menjaga keutuhan NKRI. “Rasa cinta tanah air masyarakat di perbatasan cukup tinggi, pemerintah sudah memberikan perhatian dalam pembangunan di berbagai bidang,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir yang turut menyambut kedatangan 450 prajurit Batalyon Raider Khusus 644/Walet Sakti Putussibau, memberikan apresiasi setinggi-tingginya  atas keberhasilan prajurit TNI yang sudah menyelesaikan tugas khusus di perbatasan RI-Papua Nugini. “Kami bersyukur prajurit Satgas Pamtas bisa kembali dengan selamat ke Kapuas Hulu,” ucap Nasir.

Dia berpandangan, menjalankan tugas khusus di perbatasan merupakan tugas mulia demi menjaga keutuhan NKRI. Nasir berharap prestasi dan pengalaman selama bertugas di perbatasan dapat terus ditingkatkan, serta bersama-sama masyarakat dan pemerintah menjadikan daerah perbatasan sebagai beranda depan negara ini agar mampu bersaing maju dan berkembang sesuai nawacita Presiden Joko Widodo. (arf)

Berita Terkait