Prabowo Bilang Indonesia Sedang Sakit

Prabowo Bilang Indonesia Sedang Sakit

  Senin, 30 July 2018 06:03
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam acara peresmian Rumah Djoeang di Jakarta, kemarin. (Fedrik Tarigan/JawaPos)

Berita Terkait

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyambut positif peresmian Rumah Djoeang kembali oleh para relawan Anies-Sandi. Pasalnya, konsep rumah perjuangan merupakan salah satu cara ampuh untuk memperbaiki kehidupan rakyat.

Menurut Prabowo, saat ini dirinya merasakan negara Indonesia sedang sakit dan tidak beres. Sebagian kalangan elite dinilainya tengah menikmati dari keuntungan dari sakitnya Indonesia.

"Saya hargai konsep rumah juang dengan konsep relawan, karena ini cara masing-masing untuk memperbaiki kehidupan rakyat, mengubah hal-hal yang tidak bener jadi bener, yang rusak jadi bener," kata Prabowo dalam pidato sambutannya pada peresmian Rumah Djoeang di Jakarta Selatan, Minggu (29/7).

Prabowo menyebut, sakitnya Indonesia lantaran tengah menghadapi masalah yang pelik. Mulai dari bidang ekonomi sampai dengan permasalahan korupsi.

"Semua sendi kehidupan rakyat kita itu rusak karena korupsi terlalu banyak, terlalu parah, kalau ini dibiarkan terus tidak ada sisa untuk rakyat banyak," tuturnya.

"Obat tidak ada, kesempatan kerja tidak ada, lapangan kerja tidak ada, karena kreditnya ke orang kaya, yang makin kaya makin kaya," sambungnya.

Kedepan, kata Prabowo, Indonesia akan menghadapi permasalahan yang lebih sulit. Karena itu, dia meminta rumah juang dapat di replikasi ke daerah-daerah ke tingkat yang lebih nasional.

"Buktikan kekuatan ada di rakyat dan rakyat sudah kenyang dibohongi. Teruskan perjuangan, kita dijalan benar," pungkasnya.

Sebagai informasi, Rumah Djoeang semula dinisiasi untuk menjadi relawan pemenangan Anies-Sandi. Tim relawan besutan Pius Lustrilanang akan dijadikan sebagai tim pemenangan Prabowo sebagai presiden.

Rumah Djoeang ini menghimpun relawan hampir 200 ribu simpatisan di Jakarta. Mereka nantinya akan bergerak kebawah untuk memenangkan Prabowo, termasuk pula melalui jejaring sosial media.

(aim/JPC)

Liputan Khusus: 

Berita Terkait