PR: PRoblem-nya Murid ?

PR: PRoblem-nya Murid ?

  Selasa, 27 September 2016 09:26

Berita Terkait

PR a.k.a. pekerjaan rumah emang menjadi suatu momok bagi beberapa siswa. Mostly, para murid ini nggak menyukai PR karena waktu yang dihabiskan untuk mengerjakan PR akan memotong waktu istirahatnya di rumah. Padahal mereka telah menghabiskan 8 jam waktunya di sekolah. So annoying isn't it? Luckily, baru-baru ini Walikota Pontianak mengeluarkan statement agar guru jangan memberi banyak PR pada murid

"Guru jangan memberi PR terlalu banyak pada murid. Dalam metodologi belajar mengajar tidak ada PR, yang ada anak lebih diarahkan untuk rajin membaca buku atau artikel untuk memahami suatu teori," - Sutarmidji, SH., MHum (Pontianak Post, 25 September 2016)

Pernyataan walikota yang terkenal dengan sapaan Bang Midji ini pastinya menuai pro-kontra di dalam masyarakat. Kalo menurutmu gimana?

By Indry Agnesty

Nabiel Mas'ab, 15 tahun

SMA Negeri 3 Pontianak

IG: @masabnabiel

"Murid mana sih yang nggak seneng dengar statement-nya walikota? Aku juga sih tapi ya rasanya mungkin susah buat ngubah sistem belajar kita yang udah mengakar dengan adanya PR. Apalagi kalo semakin dekat dengan tingkat akhir sekolah guru-guru juga sering ngasih PR sebagai sarana latihan. Kalo buat yang siswa baru boleh kali ya dikurangin PR nya."

Jendricho M. Singarimbun, 15 tahun

SMA Negeri 3 Pontianak

IG: @jendms_

"Setuju banget sama statement-nya walikota. Secara kita udah sekolah seharian, apalagi kalo ada ekskul atau jadi panitia kegiatan sekolah udah pasti pulangnya sore. Kita juga perlu istirahat tanpa harus mikirin PR. Pernah tuh dalam 1 hari semua mata pelajarannya ada PR. Jadi malamnya kita nggak bisa tidur awal, keteteran ngerjain semua PR. Saranku sih mending dihapus aja sekalian."

 

Berita Terkait