PPK dan Direktur PT. Aneka Sarana Tersangka

PPK dan Direktur PT. Aneka Sarana Tersangka

  Senin, 23 July 2018 19:55
Kajari Sanggau M Idris F Sihite

Berita Terkait

SANGGAU – Penyidik di Kejaksaan Negeri (Kejari) Sanggau menetapkan dua orang tersangka terkait kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jalan Sei Mawang, Simpang Lape dan Embaong yang pagunya diambil dari Dana Alokasi Umum Kabupaten Sanggau Tahun 2016 senilai lebih dari Rp5 miliar.

Menurut Kajari Sanggau, M. Idris F. Sihite bahwa pada tanggal 18 Juli 2018 lalu pihaknya telah menggelar perkara terkait dengan penetapan tersangka mengenai siapa yang bertanggung jawab terhadap kegiatan yang terindikasi merugikan negara tersebut.

Melalui penyelidikan yang matang oleh penyidik kejaksaan dengan mengacu para surat perintah penyidikan pada bulan Februari lalu sehingga dengan keyakinan penuh menetapkan dua orang tersangka berinisial FL (Ferry Lim) sebagai Direktur PT Aneka Sarana dan AR (Ade Rahmat) selaku PPK.

“Dari hasil penyidikan, tim sudah menemukan dua bukti minimum oleh penyidik sehingga yakin menetapkan keduanya sebagai tersangka. Nilai kerugian sampai dengan saat ini berdasarkan hasil kalkulasi bekerjasama dengan pihak ahli dari Universitas Tanjungpura Pontianak ada indikasi kerugian senilai Rp882,7 juta (Rp882.791.026),” ungkapnya Senin (23/7).

Dikatakan dia, kerugian negara bukan saja ditimbulkan karena kualitas pekerjaan tetapi juga karena adanya dugaan pemalsuan dokumen dalam pekerjaan tersebut sebagaimana diatur dalam pasal 2, pasal 3. Namun, juga ada pasal 9 karena ada tindakan pemalsuan di dalamnya.

Mengenai penyidikan, dia mencontohkan (terkait materi penyidikan) bahwa di dalam dokumen kontrak yang ditugaskan adalah si Fulan namun kenyataannya yang bekerja bukan si Fulan melainkan si Badu.

“Dalam dokumen (yang ditugaskan) adalah si Fulan tapi yang bekerja si Badu. Si Badu ini tidak punya kompetensi dan hanya lulusan STM. Dan ini seperti yang saya katakan berefek pada kualitas pekerjaan. Kemudian juga terkait tanda tangannya (si Fulan) juga dipalsukan dan sudah konfirmasi yang namanya disebutkan tadi, dia tidak tahu namanya dipergunakan dan tanda tangannya dipalsukan,” jelasnya.

Selain itu, termasuk dengan penggunaan konsultan pengawas yang sudah jauh di luar kontrak. Jadi konsultan tadi seolah-olah mengawasi. Terkait kasus ini, Kajari juga menyebutkan kemungkinan adanya tersangka lain (dalam kasus ini) sangat terbuka. (sgg)

Berita Terkait