PONTIEN, Kisahkan Sejarah Pontianak lewat Cerita tentang Kuntilanak

PONTIEN, Kisahkan Sejarah Pontianak lewat Cerita tentang Kuntilanak

  Rabu, 8 June 2016 09:26

Berita Terkait

​‘Pontien’, film besutan anak Pontianak ini akan tayang di layar lebar 9 Juni mendatang. Film ini akan menjadi cikal bakal film produksi Pontianak dalam kancah dunia perfilman nasional. 

PAHLEVI Y HARISANDY, Pontianak

SUTRADARA muda asal Pontianak Agung Trihatmodjo kembali memproduksi sebuah film yang mengusung cerita asli dari Kota Pontianak. Kali ini melalui film berjudul Pontien: Pontianak Untold Story. Ini kali kedua Agung, panggilan akrabnya, menggarap film bertema lokal. Agung memastikan bahwa film ini akan menjadi film pertama yang mengusung tema sejarah Kota Pontianak sejak 1771. 

"Film Pontien mengangkat sejarah tentang berdirinya Kota Pontianak. Dengan film ini saya ingin agar masyarakat tahu sejarah Pontianak," ucap Agung saat bertandang ke Pontianak Post beberapa waktu lalu. 

Setelah melalui penggarapan selama satu setengah tahun, tak lama lagi pencinta film horor nasional akan disuguhkan film bergenre horor ini. Pontien akan tayang di layar lebar mulai 9 Juni mendatang di 26 kota se-Indonesia. 

Menurut Agung, film ini diisi 90 persen artis lokal. Mereka menjadi komposisi utama dalam pembuatan film ini. Demikian pula dengan para crew yang sebagian besar adalah orang lokal. “Hanya ada tiga pemain dari Jakarta yang akan menjadi daya tarik lainnya dalam film ini,” beber Agung.

Film Pontien mengangkat cerita tentang pendiri Kota Pontianak, Sultan Syarif Abdurrahman yang berperang dengan kuntilanak. Cerita ini akan dibalut dengan nuansa modern tanpa mengurangi unsur sejarah dari berdirinya Kota Pontianak.

Menurut Agung, genre horor diusung karena Pontianak memiliki keunggulan kota yang asal muasal namanya timbul dari sosok hantu Kuntilanak. Dinilainya, hal itu yang menjadikan Pontianak dikenal sebagai kota mistis oleh masyarakat luar.

"Masyarakat luar Pontianak masih menganggap bahwa Pontianak ini mistis, karena sejarahnya nama Pontianak diambil dari nama kuntilanak. Pontianak adalah satu-satunya kota di Indonesia bahkan dunia yang namanya diambil dari nama makhluk halus," ungkap Agung.

Film ini dikemas dalam bentuk horor agar masyarakat dapat menikmati dengan baik. Berbeda jika sejarah Pontianak difilmkan dalam bentuk lazimnya akan menjadikannya jenuh untuk ditonton.

Agung menuturkan, film ini berbeda dengan yang lain. Film horor Indonesia biasanya mengusung cerita yang menjadi buah bibir, hanya menceritakan pembunuhan dan hantunya penasaran meneror orang lain. Selain itu kebanyakan tak memiliki unsur sejarah.

Naskah film ini ditulis oleh Faldin Martha Fachmie dan diproduseri oleh Lisyanti yang telah berhasil melalui film berjudul Hafalan Salat Delisa. Tentu film ini akan menjadi sangat menarik untuk ditonton.

‘Pontien’ mengisahkan sosok Artha yang mendapat kabar kehilangan abangnya yang tinggal di Pontianak, Kalimantan Barat. Ia datang menelusuri Kota Khatulistiwa untuk menemui iparnya yang bernama Inur. Namun pencariannya justru memunculkan cerita baru tentang isu lingkungan hidup (hutan) yang rusak. Dari sanalah Artha terseret dalam sebuah dunia lain yang terus jauh membawanya mengungkap misteri di balik kehilangan sang abang.

Hutan Kalimantan Barat yang penuh misteri terus membawanya jauh menuju masa lalu tentang kota Pontianak. Bahkan ia dibuntuti oleh misteri di balik cerita masyarakat kota Pontianak tentang adanya keterkaitan nama kota Pontianak dengan hantu Pontien/ Kuntilanak.

Lando, seorang aktivis lingkungan yang juga merupakan rekan abangnya dalam sebuah NGO yang berbasis lingkungan tiba-tiba saja meninggal tragis. Kejadian ini semakin menguatkan niat Artha membongkar semua misteri yang ia alami. 

Di sisi lain, Niar, ibu dari Inur yang merupakan keluarga keturunan kesultanan Pontianak, justru merasa Artha adalah manusia pilihan. Karena misteri yang ia dapatkan adalah bentuk sebuah pengkabaran tentang cerita yang hingga kini masyhur terdengar di dunia tentang asal nama kota Pontianak. (*)

Berita Terkait