Pontianak Sasaran Empuk 4G

Pontianak Sasaran Empuk 4G

  Rabu, 7 September 2016 09:30

Berita Terkait

PONTIANAK - Perkembangan dunia telekomunikasi dan informasi terus melaju. Di bidang infrastruktur jaringan selular misalnya, layanan 4G-LTE yang menawarkan kecepatan internet puluhan kali lipat mulai merambah Kalimantan Barat sejak tahun lalu. Walaupun masih berpusat di Kota Pontianak, berbagai provider seluler menawarkan paket 4G dengan jargonnya masing-masing. Ketika layanan SMS dan voice (telepon) terus menyusut, persaingan di bidang broadband menjadi-jadi.

Di sisi lain, layanan voice dan SMS yang selama ini menjadi layanan yang diandalkan juga sudah mulai kehilangan daya tariknya. Jumlah pengguna yang memanfaatkan layanan ini semakin menyusut. Sementara masyarakat Pontianak semakin tak bisa lepas dari kehidupan online, mengobrol, berbicara, membaca, menonton hingga berbelanja hanya dilakukan melalui smartphone.

Jaringan 4G paling luas tentu saja dimiliki oleh Telkomsel. Manager NSA Telkomsel Kalimantan Barat, Era JB Damanik menjelaskan, Telkomsel telah meluncurkan jaringan 4G di Kalimantan Barat secara komersil sejak awal tahun 2016 lalu. Jaringan 4G yang diberikan Telkomsel ini telah dirasakan penggunanya sejak bulan Februari lalu dengan menggunakan Frekuensi 1800 yang dinamainya LTE1800. “Di Kalimantan Barat kami sudah sebarkan 55 BTS berbasis 4G,” sebutnya.

Beberapa daerah di Kalimantan Barat yang sudah dapat menikmati jaringan 4G dari Telkomsel adalah Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Melawi, Kabupaten Sambas, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang dan tentunya dua kota besar di Kalimantan Barat Kota Pontianak dan Kota Singkawang.

Era JB Damanik, Manager NSA Telkomsel Kalimantan Barat, saat ini pengguna layanan 4G Telkomsel perakhir Agustus kemarin sekitar 310.000 pengguna. “Kami akan terus melakukan perbaikan dan inovasi terhadap produk kami yang berbasis 4G ini. Sehingga masyarakat Kalimantan Barat khususnya dapat menikmatinya,” janjinya.

Indosat Ooredoo meluncurkan layanan internet 4G-LTE berkecepatan tinggi, 4Gplus serentak secara nasional. Sedangkan peluncuran di Pontianak dilakukan di Hotel Aston, siang kemarin.Kehadiran grup band D’Masiv menambah kemeriahan peluncuran ini. Indosat Ooredoo terus melangkah menuju perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia. Perusahaan mengumumkan bahwa konektivitas yang lebih cepat dan kualitas suara yang lebih jernih serta didukung oleh kekuatan jaringan data, kini hadir dengan harga yang sama dengan layanan 3G yang telah hadir sebelumnya.

Selama dua tahun terakhir Indosat Ooredoo berhasil dalam investasinya untuk memodernisasi jaringan. Modernisasi ini membawa Indosat Ooredoo mampu menggandakan kecepatan jaringan data dan menghadirkan layanan internet 3G tercepat. Indosat Ooredoo tak mau kalah. Sejak awal tahun lalu, perusahaan ini meluncurkan proyek 4G di 21 kota di Indonesia, termasuk Pontianak. Untuk memperkuat kekuatan jaringan data tersebut untuk mengaktifkan layanan 4Gplus, sehingga pelanggan baik personal atau pelanggan bisnis dapat meningkatkan pengalaman data yang lebih cepat dan baik

Provider lain yang benar-benar fokus untuk layanan 4G adalah Smarfren. Tom Alamas, Chief of Sales PT. Smartfren Telecom, Tbk kepada Pontianak Post mengatakan pihaknya hanya membangun infrastruktur untuk layanan 4G saja. Hal ini lantaran prediksi ke depan layanan SMS dan telepon akan kehilangan banyak pengguna.

Dijelaskan dia, layanan Smartfren 4G LTE Advanced kini hadir di Kalimantan Barat. Smartfren umumkan Iayanan 4G LTE di Pontianak, meliputi Kota Pontianak, Sungai Pinyuh, Sungai Duri, dan Singkawang. “Kami tidak hanya fokus di Pontianak saja, tetapi juga kota lainnya di Kalbar,” ujarnya.

Thomas juga mengatakan, pihaknya sudah memasang jaringan 4G di di 85 kota lainnya di Indonesia, "Sebagai perusahaan yang terus berinovasi, Smartfren merupakan satu-satunya operator selular 4G LTE yang memungkinkan pelanggan dapat menikmati layanan 4G LTE Advanced, dimana layanan menjadi lebih optimal, cakupan wilayah yang luas dan kapasitas jauh lebih besar, cepat dan stabil dengan ketersediaan perangkat mobile yang lebih bervariasi,” kata dia.

Operator lain yang menjadikan Pontianak sebagai fokus perkembangan 4G adalah PT Hutchison 3 Indonesia (Tri). Senior Manager Public Relations & Media Tri, Arum K. Prasodjo menyampaikan produk internet super cepat 4G milik 3 baru menyasar 6 kota besar di Indonesia. Hebatnya Pontianak masuk ke dalam proyek tersebut. Bahkan kota monumental seperti Surabaya dan Yogyakarta belum dimasuki 4G milik 3. Dijelaskan dia, layanan 3G yang diberikan Tri saat ini sudah menjangkau 86 persen penduduk Indonesia.

“Untuk layanan 4G-LTE, saat ini sudah menjangkau enam kota, di antaranya Pontianak, Batam, Makassar, Bandung, Jakarta, dan Bali. Trafik data Tri sudah mencapai 1.500 terabyte per hari. Mayoritasnya menggunakan jaringan Tri untuk mengakses media sosial dan streming video. Koneksi 3G di 6 kota itu sangat besar, untuk disambungkan ke 4G peluangnya tentu lebih besar. Pasti kota-kota lain akan kita susul,” katanya.

Kalaupun belum ada provider yang belum membawa teknologi 4G-LTE di Kalbar adalah PT XL Axiata Tbk. Direktur/Chief Service Management Officer XL, Yessie D. Yosetya menyebut pihaknya pasti akan segera memasukkan proyek 4G di Kalbar. Hanya saja pihaknya memilih untuk mementingkan peningkatan kualitas dan penyebaran 4G-LTE yang akan dibangun tersebut.

Tidak tanggung-tanggung, kata dia, bersama pihak lainnya pihaknya membangun ratusan kilometer jaringan Fiber Optic (FO) di Kalimantan. Lebih dari 1.000 kilometer di antaranya bahkan telah selesai dan sebagian sudah mulai beroperasi. “Pembangunan FO di wilayah Kalimantan ini merupakan wujud komitmen XL untuk memenuhi kewajiban pembangunan telekomunikasi di wilayah Indonesia, termasuk didalamnya sebagai dukungan XL dalam percepatan program Rencana Pita Lebar Nasional (Indonesia Broadband Plan),” ujarnya.

Menurut Yessie, proyek FO yang baru dibangun di wilayah Kalimantan antara lain adalah Banjarmasin-Balikpapan sepanjang sekitar 700 km. Jaringan-jaringan FO tersebut antara lain untuk mendukung jaringan LTE, jaringan transmisi backbone, backhaul dan access. "Kalimantan merupakan wilayah yang secara bisnis memang menjanjikan. Saat ini, di seluruh Kalimantan, kami memiliki lebih dari 1,3 juta pelanggan. Selain itu, tentu saja kami juga ingin bisa lebih melayani masyarakat di pelosok-pelosok daerah, termasuk Kalimantan, untuk mendukung pemerintah dalam percepatan pembangunan."

Jaringan FO merupakan media transmisi yang mempunyai kemampuan untuk membawa trafik data dalam kapasitas besar dengan kecepatan tinggi. Teknologi FO juga memungkinkan dilakukannya upgrade kapasitas sesuai dengan perkembangan, tanpa adanya gangguan interferensi radio microwave. Jaringan FO XL di Kalimantan ada di Takesung, Banjarmasin, Balikpapan, Sangatta, Pontianak, Singkawang, Samarinda, Sampit, Pangkalan Bun, serta Bontang. Total panjang FO milik XL di Kalimantan lebih dari 1.600km yang mencakup jaringan backbone, backhaul dan access

Dari sisi kendala, pembangunan FO di Kalimantan terutama berupa lahan yang  sebagian besar berupa gambut sehingga kabel FO rawan terbakar apabila terjadi kebakaran lahan. Meski demikian, XL akan terus membangun infrastruktur di daerah tersebut guna memperluas cakupan layanan di Kalimantan. (ars/pah)

Berita Terkait