Pontianak Lion Dance International Championship; Gandeng Federasi Internasional, Barongsai 12 Negara Siap Berlaga

Pontianak Lion Dance International Championship; Gandeng Federasi Internasional, Barongsai 12 Negara Siap Berlaga

  Minggu, 14 April 2019 11:13

Berita Terkait

Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kalbar mengandeng Federasi Barongsai International dalam menggelar kejuaraan Pontianak Lion Dance International Championship 2019. Kegiatan yang akan gelar pada 21, 22 dan 23 Juni 2019 ini akan melibatkan atlet dari 12 negara dan 10 provinsi di Indonesia.

Mirza Ahmad Muin, Pontianak

MENGENALKAN Pontianak ke dunia internasional melalui event olahraga kini sedang dipersiapkan FOBI Kalbar. Sebuah event yang diberinama Pontianak Lion Dance International Championship 2019 akan menjadi event terbesar pertengahan tahun ini. Sedikitnya atlet dari 12 negara dan 10 provinsi di Indonesia akan unjuk kemampuan.

Ketua Barongsai Internasional Leong Lik Thong bersama rombongan telah melakukan pengecekan persiapan panitia. Dia hadir ke Kota Pontianak pada Sabtu (13/4) pagi. Langsung melakukan peninjauan GOR Perbasi Kota Pontianak, hotel tempat penginapan, tonggak yang akan dipakai perlombaan dan fasilitas lainnya.

Leong Lik Thong langsung memberikan arahan kepada panitia. “Karena momen ini sangat luar biasa, saya berharap panitia harus bekerja professional. Tim yang hadir adalah atlet barongsai terbaik dari masing-masing negara,” jelasnya. Ketangkasan pemain barongsai di atas tonggak menjadi tontonan dan hiburan yang menarik.

Leong mengingatkan kepada panitia untuk mempersiapkan tim keamanan, kesehatan, kebakaran, transportasi dan hal-hal lain yang sangat menunjang pelaksanaan kegiatan. Dia memperkirakan kejuaraan ini bakal terbesar di Indonesia. Baik dari jumlah peserta dari mancanegara dan dalam negeri maupun penonton yang akan datang.

Leong menjelaskan pihaknya belum memberikan undangan secara resmi kepada peserta. Namun brosur kejuaraan ini sudah disebarkan ke pada pengurus barongsai masing-masing negara. Surat resmi disampaikan setelah kepulangannya dari Pontianak.

Diakui Leong Lik Thong animo peserta sangat tinggi. Beberapa negara bahkan akan mengirimkan peserta lebih dari satu tim. Kareta itu pihaknya akan melakukan seleksi ketat. “Tim terbaik saja kita rekomendasikan bisa ikut serta,” tegasnya.

Leong yang juga Ketua Federasi Olahraga Barongsai Malaysia ini berharap Pontianak Lion Dance International Championship masuk dalam kalender event Barongsai Internasional. Untuk mewujudkan itu pihak panitia harus benar-benar melakukan persiapan yang matang. Kejuaraan ini bisa diskedul untuk dua tahun sekali.

“Kalau bisa panitia menyiapkan satu hari usai kejuaraan untuk city tour. Ini moment yang tepat untuk mengenalkan Kota Pontianak kepada peserta dari negara-negara lain,” pinta Leong.

Ketua Umum Sugioto (Rico) dan Ketua Pelaksana Bong Bie Chiung yang mendampingi Leong Lik Thong selama di Pontianak sangat menyambut baik usulan itu.  Pihaknya akan segera membahas hal non teknis kejuaraan ini. Rico juga mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Ketua Barongsai Malaysia ini.  Ditengah kesibukan dan padatnya acara di Malaysia, mereka menyempat diri untuk berkunjung ke sini.

Ditambahkan Bie Chiung, panitia sudah melakukan persiapan sejak tahun lalu. Apa yang disarankan Leong Lik Thong sudah lama dibahas dan dimatangkan. Kini panitia fokus undangan peserta. Mereka sudah menerima konfirmasi keikutsertaan peserta dari sejumlah provinsi di Indonesia. Panitia membatasi jumlah peserta manca negara dan nasional maksimal 30 tim.

“Dari konfirmasi yang kami terima jumlah peserta akan lebih banyak. Dari manca negara sudah terdata 16 tim.  Pihak panitia kemungkinan tidak bisa menambah jumlah tim yang berlaga mengingat waktu kejuaraan hanya tiga hari,” jelas Bie Chiung. Pihaknya akan menseleksi tim yang ikut jika jumlahnya melebihi kuata yang ditargetkan. 

Rico dan Bie Chiung berharap partisipasi segenap lapisan masyarakat untuk menyukseskan kejuaraan ini. Event internasional pertama kali digelar setelah FOBI Kalbar terbentuk pada tahun 2018 lalu dapat menggaungkan Kota Pontianak ke manca negara disaat masih minimnya event barongsai berkelas internasional di tanah air.**

 

Berita Terkait