Pontianak Lion Dance International Championship; Diikuti Tim Luar Negeri, Jadi Even Barongsai Terbesar di Tanah Air

Pontianak Lion Dance International Championship; Diikuti Tim Luar Negeri, Jadi Even Barongsai Terbesar di Tanah Air

  Rabu, 12 June 2019 14:05
AUDIENSI: Panitia Pontianak Lion Dance International Championship 2019 beraudiensi dengan Wali Kota Pontianak, Edy Rusdi Kamtono di ruang kerjanya, Selasa(11/6). HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Pontianak Lion Dance International Championship 2019 menyedot perhatian dunia. Tim-tim Barongsai Internasional yang sudah malang melintang dalam berbagai kejuaraan dunia turut hadir. Kejuaraan yang digelar 21, 22 dan 23 Juni di Gor Perbasi Pontianak ini sekaligus tolak ukur mereka untuk kejuaraan internasional selanjutnya. 

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

BONG Bie Chiung, Ketua Panitia Pontianak Lion Dance International Championship, juga merasa kaget akan animo peserta ini. “Setahu saya dalam beberapa kali kejuaraan di tanah air, maksimal hanya tiga tim luar negeri yang hadir. Tapi kali ini bisa belasan,” ujarnya. Karena itu pihak panitia berusaha memberikan terbaik kepada peserta yang hadir.

Dijelaskan Bhie Chiung hingga penutupan pada 31 Mei lalu, panitia sudah menerima formulir pendaftaran dari peserta.  Tim luar negeri yang mendaftar diantaranya; Australia - Yao Lin Kungfu, China – Bilintang - Fatt Keung - Guang Xi - Guan Dong Qing Yuan - GuangXi Normal University.  Hongkong - Unicorn Pai Yau – Keungs. Malaysia - Khuan Loke – KSK - Tiang Eng - Wen Ching. Myanmar – LDCR. Singapore - Wen Yang. China Taipei.  Vietnam - Ho Yong.

Team dari dalam negeri: Banten - Maha Virya, Jateng - San Guo,  Kaltara – Tarakan, Kalbar – YPKK - All Star, Sulsel - Naga Langit. Menurut Bhie Chiung, kehadiran tim-tim luar negeri ini tidak terlepas dari kerjasama FOBI Kalbar dengan Federasi Barongsai Internasional yang bermarkas di Kuala Lumpur, Malaysia. Ketua Barongsai Internasional, Leong Lik Thong bersama rombongan telah melakukan pengecekan persiapan panitia. 

“Karena momen ini sangat luar biasa, saya berharap panitia harus bekerja profesional. Tim yang hadir adalah atlet barongsai terbaik dari masing-masing negara,” jelasnya. Ketangkasan pemain barongsai di atas tonggak menjadi tontonan dan hiburan yang menarik.

Leong mengingatkan kepada panitia untuk mempersiapkan tim keamanan, kesehatan, kebakaran, transportasi dan hal-hal lain yang sangat menunjang pelaksanaan kegiatan. Dia memperkirakan kejuaraan ini bakal terbesar di Indonesia. Baik dari jumlah peserta dari mancanegara dan dalam negeri maupun penonton yang akan datang.

Leong yang juga Ketua Federasi Olahraga Barongsai Malaysia ini berharap Pontianak Lion Dance International Championship masuk dalam kalender even Barongsai Internasional. Untuk mewujudkan itu pihak panitia harus benar-benar melakukan persiapan yang matang. Kejuaraan ini bisa dijadwalkan untuk dua tahun sekali. 

“Kalau bisa panitia menyiapkan satu hari usai kejuaraan untuk city tour. Ini moment yang tepat untuk mengenalkan Kota Pontianak kepada peserta dari negara-negara lain,” pinta Leong.

Ketua Umum FOBI Kalbar Rico menjelaskan pihaknya akan bekerja semaksimal mungkin agar peserta merasa nyaman saat berada di Kota Pontianak. Segala fasilitas seperti hotel, transportasi, makanan dan keperluan lainnya sudah disiapkan. Sehingga tidak mengganggu mereka untuk berlaga.

Rico menambahkan kejuaraan ini bukan hanya sekadar event olahraga. Namun juga memperkenalkan wisata Kota Pontianak. Karena itu pihak panitia akan menyiapkan waktu kepada peserta untuk city tour. “Pontianak ini terkenal dengan makanan yang enak-enak. Nanti kita coba bawa mereka menikmati kuliner khas kota ini,” jelasnya.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menanggapi positif gelaran Pontianak Lion Dance International Championship 2019 yang bakal dilaksanakan di bulan ini. Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Pontianak memberikan kemudahan dalam sisi penggunaan fasilitas hingga perizinan. Menurutnya, adanya even berskala internasional dapat menjadi momentum pengenalan Kota Pontianak kepada warga luar.

Apabila even pertama ini sukses, Edi ingin menjadikannya agenda tahunan. Tentu, acaranya mesti dikemas dengan apik. Selain warga Pontianak dan Kalbar harapannya dari even ini juga bisa mendatangkan wisatwandari luar.(*)

 

 

 

Berita Terkait