Pontianak Fintech Day, Dorong Warga Gunakan Teknologi Finansial

Pontianak Fintech Day, Dorong Warga Gunakan Teknologi Finansial

  Rabu, 11 Oktober 2017 09:52
CENDERAMATA: Wali Kota Pontianak, Sutarmidji berfoto bersama narasumber seminar Pontianak Financial Technology (Fintech) Day usai pemberian cenderamata di Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalbar, Selasa (10/10). HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK - Pemkot Pontianak, Kpw Bank Indonesia Kalimantan Barat dan PT Pertamina (Persero) menggelar event Pontianak Fintech Day di Aula BI Kalbar, kemarin (10/10). Kegiatan ini mengundang sejumlah pembicara seperti Wali Kota Pontianak Sutarmidji, Kepala BI Kalbar Dwi Suslamanto, Marketing Branch Manager Kalbarteng Pertamina Teuku Johan Miftah, peneliti The Behavioral Insight Team dari Singapura, Manajer Kitabisa.com Erwin Handono, dan CEO Celengan.id Arie Liyono. 

Sutarmidji mengatakan, Pontianak sebagai kota perdagangan dan jasa sangat erat kaitannya dengan pembiayaan atau pembayaran. Sudah semestinya warga Pontianak selangkah lebih maju dalam hal transaksi nontunai. 

Dia menilai, saat ini fintech kian hangat diperbincangkan. Dimana konsep tersebut mengadaptasi perkembangan teknologi yang dipadukan dengan bidang finansial. Dengan harapan bisa menghadirkan proses transaksi keuangan yang lebih praktis, aman serta modern. “Model pembayaran atau transaksi bisa dilakukan dengan teknologi, baik menggunakan kartu maupun smartphone,” ucapnya. 

Dia juga berharap banyak startup di bidang pembiayaan lahir di Pontianak. Para pegiat startup ini nantinya bisa seperti holding kecil yang bergerak perorangan. Dimana mereka yang membiayai, memasarkan dan membantu manajemennya. Sehingga dari penghasilan yang mereka peroleh bisa dipungut pajak untuk negara. 

Kepala BI Kalbar, Dwi Suslamanto mengatakan dalam Fintech diperlukan Regulatory Sandbox.  Sandbox diadakan untuk menguji produk, layanan, teknologi, dan model bisnis yang digunakan para startup yang bergerak di bidang teknologi. “Ini wadah bagi para startup yang memang sudah punya model bisnis yang bagus, inovatif, dan unik, serta siap turun ke masyarakat. Melalui sandbox akan kita ujikan langsung ke masyarakat. Termasuk mitigasi risikonya," kata dia.

Melalui sandbox, para pegiat startup akan dibina dan didampingi mengenai keamanan teknologi hingga perlindungan konsumen. “Apabila model bisnisnya sudah teruji, harapannya dia akan masuk rezim perizinan,” ujarnya. 

Indonesia merupakan perekonomian besar dengan basis konsumen yang luas dan potensial bagi perkembangan Fintech.  Sementara terkait perlindungan konsumen, BI telah memiliki Peraturan BI Nomor 18/40/PBI/2016 tentang PPTP (Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran) yang mengatur Fintech.

Marketing Branch Manager Kalbarteng Pertamina, Teuku Johan Miftah menyebut pihaknya mulai mengarah ke transaksi nontunai. Pertamina sebelumnya juga sudah aktif mendorong masyarakat untuk melakukan transaksi nontunai sejak Februari 2017 melalui promo Pertamina Fuel Lucky Swipe. Pada promo ini mulai diberlakukan sistem no surcharge atau peniadaan potongan 2.300 rupiah pada transaksi di SPBU menggunakan kartu. Selain itu, di Kota Pontianak telah dilaksanakan pula Kick Off Program SPBU Cashless pada 5 Juli 2017 lalu. "Sejak dilaksanakan kick off pada Juli lalu, transaksi Cashless di SPBU Kota Pontianak semakin mudah. Dari total 21 SPBU yang ada, semuanya sudah memiliki mesin EDC dari berbagai bank," kata dia. (ars)

 

Berita Terkait