Pondok Pesantren Nurul Furqon; Mencetak Generasi Qurani dari Punggur Kecil

Pondok Pesantren Nurul Furqon; Mencetak Generasi Qurani dari Punggur Kecil

  Sabtu, 1 December 2018 00:33

Berita Terkait

Pondok Pesantren Nurul  Furqon tak banyak yang mengenalnya. Lokasinya memang agak terpencil. Masuk dari Jalan Parit Husin, Punggul Kecil, Sungai Kakap, Kubu Raya sekitar 1,5 Km. Ada bangunan permanen dua lantai. Tempat menimba ilmu sekaligus bermukim bagi mereka yang dari luar kota.

=============

Adalah Ustad H Syamsuddin Husein Al-hafizh yang mempelopori. Pria yang murah senyum ini usai mengenyam pendidikan di Pulau Jawa dan Arab Saudi ingin berbagi ilmu di tanah kelahirannya.

“Tempat inilah awalnya saya merintis. Malam hari saya memberikan tausyiah kepada mereka yang datang. Awalnya satu dua orang. Namun akhirnya cukup banyak,” kata  Syamsuddin. Pendalaman ilmu agama diberikan kepada mereka yang hadir. Tak mengenal usia. Tua dan muda. Pria atau wanita. Selalu mengikuti pengajian yang dia berikan secara rutin.

Ustad H Syamsuddin Husein Al-hafizh

Lama kelamaan tempat tinggalnya terasa semakin sempit. Apalagi ada anak luar kota yang datang untuk mondok. “Mereka belajar di rumah. Sekaligus juga tempat tinggal walaupun terasa sempit,” jelas Syamsudin. 
Apa yang dilakukan pria kelahiran tahun 1970 ini cukup membuahkan hasil. Empat santrinya hafal 30 juzz Al-Quran. Ada juga yang hafal 10, 15 dan 20 juzz. Mereka yang datang tidak saja dari desa sekitar. Ada dari kabupaten lain bahkan dari Kalimantan Tengah. Capaian menghafal Al-Quran ini benar-benar memotivasi Syamsudin untuk terus lebih giat mengajari santrinya.

Proses kegiatan belajar mengajar

Keberhasilkan Pondok Pesantren Nurul  Furqon menghasilkan hafizh-hafizh Al-Quran barulah sebuah permulaan. Syamsuddin masih merasa kasihan melihat anak asuhnya harus mengikuti sekolah formal yang cukup jauh dari tempatnya bermukim. Syamsuddin berpikir bagaimana menjadikan pondok pesantren juga sekaligus sekolah formal.

Melatih disiplin hadir tepat waktu

Usaha ini pun mulai dirintis. Dua tahun lalu dicetuskan ide mendirikan SMP Terpadu Alquran Nurul Furqon. Sekolah ini memadukan pendidikan formal dan pendalaman Agama Islam. Pelajaran formal mengadopsi kurikulum nasional seperti sekolah secara umumnya. Guru-guru memanfaatkan jasa para pendidik yang ada disekitarnya. 

Sedangkan pendalaman agama dan hafalan Alquran dilakukan Ustad Syamsudin dan alumni pondok pesantren. Tahun pertama proses belajar mengajar sudah berlangsung pada tahun ajaran 2018/2019. Bangunan dua lantai disulap menjadi tempat proses belajar mengajar. Lantai atas menjadi ruang kelas. Lantai bawah digunakan sebagai aula pertemuan, pengajian dan sekaligus tempat shalat.

Kebersamaan dalam acara resepsi pernikahan

Syamsuddin sudah menyiapkan lahan sekitar dua haktar. Bagian tanah kosong dibelakang gedung direncanakan untuk kawasan pengembangan. Dia optimis kawasan ini kelak akan berkembang menjadi tempat pendidikan Alquran terpadu, mencetak kader-kader muda qurani.**

Berita Terkait