Polri Klaim May Day Aman

Polri Klaim May Day Aman

  Kamis, 2 May 2019 11:20
MAY DAY: Ribuan buruh menggelar aksi pada peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) di kawasan Patung Kuda Jakarta, Rabu (1/5). Dalam aksinya mereka meminta untuk mencabut PP No 78/2015 tentang pengupahan dan penegakan hukum ketenagakerjaan.

Berita Terkait

Padahal, di Bandung Terjadi Intimidasi kepada Dua Wartawan 

JAKARTA – Polri mengklaim peringatan Hari Buruh atau May Day di Indonesia berlangsung tanpa kejadian menonjol kemarin (1/5). Padahal, di Bandung terjadi intimidasi terhadap wartawan yang sedang meliput aksi buruh. 

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, peringatan May Day di Jakarta sangat kondusif. Unjuk rasa di delapan titik berjalan damai. ”Tidak ada kejadian menonjol,” katanya. Menurut dia, peringatan May Day di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Lampung juga berlangsung lancar. Bahkan, banyak serikat buruh yang menggelar lomba dan kegiatan sosial. Polri mengerahkan personel keamanan bersama jajaran TNI dan satpol PP. Kendati peringatan May Day digelar saat penghitungan suara pemilu masih berlangsung, tetap tidak ada gangguan apa pun. ”Karena itu, Polri berterima kasih kepada semua pekerja,” ucapnya.

Namun, kondisi berbeda terjadi di Bandung. Dua wartawan mengalami kekerasan fisik dan verbal. Mereka adalah wartawan foto Tempo bernama Prima Mulai dan wartawan freelance Iqbal Kusumadireza. Awalnya, Prima dan Iqbal meliput peringatan Hari Buruh di kawasan Gedung Sate. Mereka memantau pergerakan buruh pada pukul 11.30. Saat berada di Jalan Singaperbangsa, keduanya melihat keributan antara anggota kepolisian dan massa yang berbaju hitam. Insting jurnalis mereka menyala. Keduanya lantas mengambil gambar peristiwa tersebut. 

Setelah itu, mereka pindah lokasi untuk mengabadikan kejadian lain. Namun, tiba-tiba mereka didatangi beberapa polisi. ”Mereka menggunakan sepeda motor KLX berpelat nomor D 5001 TBS,” terang Reza. Polisi itu menanyakan identitas keduanya. Meski telah menunjukkan kartu pers, anggota polisi tersebut tidak peduli. Mereka malah mengambil paksa kamera dua wartawan itu. ”Oknum polisi itu menghapus foto-foto kami,” jelasnya. Dalam kejadian tersebut, Reza mengaku mengalami kekerasan fisik. Sedangkan Prima mendapatkan ancaman. 

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung Kombespol Irman Sugema mengatakan, kejadian itu diduga disebabkan keduanya tidak mengenakan kartu pers. ”Karena saat kejadian, kepolisian sedang mengamankan remaja berpakaian hitam. Mereka juga mengambil gambar,” tuturnya. 

Menurut dia, pihaknya telah berkomunikasi dengan dua wartawan yang menjadi korban tersebut. Soal tindakan kepada anak buahnya yang brutal itu, Irman berjanji memprosesnya sesuai aturan. ”Dilihat dulu apakah ini pelanggaran etika atau pidana,” jelasnya. (idr/c6/oni)

Berita Terkait