Polres Ungkap 25 Kasus Narkoba

Polres Ungkap 25 Kasus Narkoba

  Jumat, 10 Agustus 2018 10:34
RILIS: Polres Sintang merilis kasus penangkapan empat terduga pelaku narkoba di dua TKP berbeda, Kamis (9/8). SITI SULBIYAH/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINTANG-Sepanjang tahun 2018, jajaran Polres Sintang melalui Satuan Reserse Narkoba telah menangani sebanyak 25 kasus narkoba. Dua di antaranya, merupakan penangkapan pelaku dengan barang bukti narkoba cukup berat. Terakhir, kepolisian berhasil membekuk pelaku dengan barang bukti seberat satu ons.

“Ini adalah kali kedua kami melakukan penangkapan dengan barang bukti narkoba yang cukup berat, yakni satu ons,” ungkap Kasat Narkoba Polres Sintang, Iptu Aris Setiawan, Kamis (9/8).

Kasat mengatakan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya di semester pertama, pengungkapan kasus narkoba tahun ini lebih banyak. Adapun modus yang digunakan, hingga saat ini sama seperti pada umumnya. Namun, pihaknya juga akan mengantisipasi adanya modus-modus baru.

“Untuk modus belum ada perkembangan, masih sama seperti biasa. Hanya kami mendapat informasi bahwa ada modus baru peredaran narkoba, yakni dengan memasukkan narkoba ke dalam sosis,” jelasnya.

Dalam hal pengembangan kasus, lanjut dia, Polres Sintang kerap berkoordinasi dengan Polres lainnya. Hal itu karena, barnag haram yang masuk di Sintang juga berasal dari daerah lain. Seperti penangkapan yang dilakukan pada Rabu (8/8) lalu, pihaknya telah menangkap pelaku dengan kemepilikan sabu seberat satu ons. Menurut pengakuan pelaku, sabu tersebut berasal dari Pontianak dan akan diedarkan di Sintang.

“Berdasarkan hasil intograsi terhadap pelaku, sabu diketahui berasal dari Pontianak. Untuk itu, guna pengembangan kasus, kami sudah koordinasi dengan direktorat, agar terungkap tersangka lainnya,” paparnya.

Dari kasus tersebut pun, lanjut dia, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru, lantaran dari pengakuan tersangka, barang haram tersebut akan diedarkan di Sintang. Oleh karenanya, pihaknya saat ini tengah gencar melakukan giat razia. 

“Terlebih jelang perayaan HUT RI di bulan Agustus ini, maka antisipasi salah satunya dilakukan dengan giat rutin razia,” pungkasnya.

Sebelumnya, Polres Sintang telah berhasil membekuk empat tersangka yang diduga mengedarkan narkoba di TKP berbeda di hari yang sama. Pertama penangkapan terhadap pelaku berinisial M di Jalan Pangeran Kuning Kelurahan Tanjung Puri Kecamatan Sintang. Dari tangan pelaku, ditemukan plastik transparan berisi narkotika jenis shabu. 

Sedangkan penangkapan kedua terjadi di Jalan MT Haryono Kelurahan Kapuas Kanan Hulu Kecamtan Sintang, dengan pelaku yang ditangkap berinisial RP, SB, dan EY. Saat penangkapan tersebut, ditemukan barang bukti berupa satu buah kotak rokok samperna berisi satu klip plastik transparan kristal putih diduga shabu dan satu buah tutup botol warna kuning terpasang dua buah pipet putih. 

Adapun guna pengembangan kasus, kepolisian melakukan penggeledahan ke rumah RS di Dusun Tunas Jaya Desa Balai Agung Kecamatan Sungai Tebelian dan ditemukan sejumlah barang bukti, yang salah satunya adalah narkoba jenis sabu dengan berat sekitar satu ons. 

Tak Tahan Godaan

Satu diantara empat tersangka yang berhasil dibekuk oleh Sat Narkoba Polres Sintang merupakan residivis narkoba. M, sejatinya baru menghirup udara bebas pada Februari 2018 yang lalu setelah mendekap di jeruji besi selama dua tahun. Namun hukuman dua tahun penjara nyatanya tidak membuatnya jera.

“Waktu itu saya dipenjara selama dua tahun,” ungkap M, saat diwawancarai oleh Pontianak Post.

Dia mengakui, sempat jera saat dirinya harus mendekam dalam bui dua tahun yang lalu itu. Namun demikian, perbuatan mengonsumsi barang haram itu dilakukannya kembali lantaran tak tahan godaan teman. Dia bilang, penyebab utamanya mengonsumsi barang tersebut karena faktor lingkungan. Selain itu, dia mengaku juga mengalami stres. “Itu juga untuk menghilangkan stres,” katanya. 

Jatuh ke lubang yang sama. Pepatah itulah yang cocok bagi M. Untuk penangkapan yang kedua kalinya ini, M mengaku tidak akan mengulanginya lagi. “Jera, tidak mau mengulang lagi,” pungkasnya. (sti)

Berita Terkait