Polisi Terus Buru Provokator

Polisi Terus Buru Provokator

  Jumat, 2 September 2016 10:13
DITARIK: Pasukan Brimob yang berjaga di Mapolsek Pontianak Timur, kemarin ditarik.

Berita Terkait

PONTIANAK - Kepolisian Resort Kota Pontianak masih menyelidiki siapa dalang yang memprovokatori massa dalam aksi penyerangan disertai pengerusakan Mapolsekta Pontianak Timur, Selasa (30/8) malam.

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Iwan Imam mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. Meskipun kerusakan fasilitas Polsek tidak begitu parah, namun hukum tetap harus ditegakan.

"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan. Kalau ternyata ada pihak-pihak yang memprovokasi untuk melakukan pengerusakan, tetap kita tangani. Hukum harus ditegakan," ujar Iwan, kemarin.

Sementara itu, puluhan personel Brimob mulai ditarik dari Polsekta Pontianak Timur.

Sebelumnya puluhan personel Brimob ini disiagakan untuk mem-backup pasukan yang ada, mengantisipasi adanya aksi susulan, buntut penangkapan tersangka Supriyadi alias Dayat yang ditembak mati oleh polisi.

Dikatakan Iwan, pengamanan markas sudah menjadi ketentuan pimpinan. Menurutnya, markas kepolisian merupakan markas negara yang didalamnya terdapat simbol-negara negara. Apalagi, kata Iwan, kepolisian dalam hal ini, dalam rangka penegakan hukum.

"Ini sudah ada SOP-nya. Terkait dengan kejadian-kejadian seperti ini, rayonisasi dilakukan, baik itu polsek terdekat dan jajaran terdekat dengan tempo yang secepat-cepatnya untuk kita backup pengamanan mako sebelum meluas," kata Iwan, kemarin

Menurut Iwan, dalam perkara ditembaknya Supriyadi alias Dayat, pihak keluarga tidak mempersoalkannya, hanya saja ada beberapa kelompok yang memprovokasi untuk melakukan aksi penyerangan di Polsek Pontianak Timur.

"Alhamdulillah dengan kesigapan, cepat kita kendalikan, dan tidak menyebabkan kerusakan yang berarti," katanya.

Supriyadi alias Dayat merupakan tersangka dalam kasus pencurian kendaraan bermotor. Namanya masuk daftar pencarian orang (DPO) di kepolisian.

Pada saat dilakukan penangkapan, yang bersangkutan memberontak dan mencoba melarikan diri sehingga dilakukan penembakan di bagian kaki. Namun pelaku sempat terjun ke air. Beruntung pelaku berhasil diamankan dan dibawa ke rumah sakit, meskipun pada akhirnya nyawanya tidak tertolong.

Sementara itu, Koordinator Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak, Bruder Stephanus Paiman OFM Cap, mendukung sikap petugas di lapangan yang tegas dalam menghadapi para pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat.

"Jika mereka membawa senjata tajam, segera lumpuhkan tentu dengan prosedur yang berlaku. Jika membawa senpi, jangan ragu untuk melumpuhkan alias tembak di tempat," kata Steph.

Menurut Steph, dirinya juga menghimbau agar aparat tidak ragu soal pelanggaran HAM. Menurutnya, ketika petugas di lapangan yang menjadi korban, tidak ada yang menyuarakan tentang HAM.

"Jadi petugas di lapangan harus tegas dengan berpedoman pada protap yang ada," bebernya. (arf)

Berita Terkait