Polisi Tembak Spesialis Maling Sepeda Motor

Polisi Tembak Spesialis Maling Sepeda Motor

  Sabtu, 1 Oktober 2016 10:02

Berita Terkait

PONTIANAK - Polresta Pontianak berhasil meringkus seorang pelaku kejahatan. S alias Y yang diketahui terlibat pencurian sepeda motor ditangkap di Jalan Tanjungpura, Pontianak pada Kamis (29/9).

 
Polisi harus bekerja keras untuk menangkap pelaku, lantaran yang bersangkutan melakukan perlawanan dengan berusaha melarikan diri. Tembakan peringatan yang dilepas sebanyak tiga kali tak diindahkan, sehingga polisi terpaksa mengarahkan tembakan pelumpuhan yang akhirnya membuat pelaku terkulai tak berdaya.

Demi menyelamatkan nyawa penjahat spesialis pencurian sepeda motor itu, polisi langsung membawanya ke rumah sakit Bhayangkara Polda Kalbar agar mendapatkan perawatan.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul Lapawesean membenarkan jika jajarannya kembali berhasil menangkap seorang pelaku pencurian sepeda motor.

"Pelakunya S alias Y, sekarang masih di dokkes. Dia dirawat di sana karena mengalami luka tembak di kaki," kata Andi, Jumat (30/9).

Andi menjelaskan kasus pencurian sepeda motor yang dilakukan pelaku terjadi pelaku mengambil sepeda motor Honda CB150R dengan nomor polisi KB 5067 FO milik seorang mahasiswa yang tinggal di Jalan Ampera, Pontianak. "Aksi kejahatan yang dilakukan pelaku itu terjadi pada Rabu, 28 September lalu," ungkapnya.

Adapun kronologis penangkapan, lanjut Andi, berdasarkan laporan yang dibuat korban, tim langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan. Dari petunjuk yang ditemukan didapatlah identitas pelaku, yang diketahui merupakan penjahat kambuhan (residivis).

Andi menjelaskan berbekal petunjuk itu dilakukan pencarian, hingga akhirnya saat itu pelaku berhasil ditemukan sedang berada di depan Mall Ramayana, Jalan Tanjungpura, Pontianak. "Anggota saat itu langsung mendekati pelaku, namun yang bersangkutan melarikan diri," sambungnya.

Menurut Andi, terjadi aksi kejar-kejaran dan oleh anggota sempat ditendang hingga menyebabkan yang bersangkutan terjatuh. Namun bukan menyerahkan diri dia (pelaku) malah terus berlari, hingga terpaksa tembakan peringatan dilepas. "Tiga kali tembakan peringatan dilepas namun pelaku tak mau menyerah, hingga terpaksa dilumpuhkan," ungkapnya.

Andi menuturkan setelah berhasil ditangkap, pelaku langsung dibawa ke rumah sakit. Sedangkan dari hasil interogasi sementara pelaku telah  mengakui perbuatannya.

"Barang bukti yang disita, satu unit sepeda motor hasil kejahatan. Diduga pelaku tersangka terlibat kasus kejahatan lain namun masih didalami," terangnya.

Andi Yul menegaskan sesuai dengan perbuatannya, tersangka akan dikenakan pasal 363 dengan ancaman pidana penjara tujuh tahun. (adg)

 

 

Berita Terkait