Polisi Sita Ponsel Ilegal Rp7,3 Miliar di Bengkayang

Polisi Sita Ponsel Ilegal Rp7,3 Miliar di Bengkayang

  Kamis, 20 December 2018 10:03
PONSEL ILEGAL: Ribuan ponsel ilegal yang diselundupkan dari Malaysia berhasil disita polisi. ISTIMEWA

Diselundupkan dari Malaysia 

BENGKAYANG -  Dua unit kendaraan roda empat itu melaju pelan melintas di ruas Jalan Perwira, Kelurahan Bumi Amas, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Personel Reserse Kriminal Polres Bengkayang yang sedang melakukan patroli pun curiga dengan kendaraan yang tengah melintas dari arah Jagoi Babang menuju Pontianak dengan tujuan akhir ke Kabupaten Ketapang.  

Diketahui dua unit kendaraan itu yakni, mobil boks bermerek Daihatsu Grand Max dengan Nomor Polisi KB 8264 AT dan mobil Avansa warna putih dengan Nomor Polisi KB 1023 WF membawa barang ilegal dari Malaysia berupa telepon seluler bermerek Xiaomi. Maka, pemeriksaan pun dilakukan oleh petugas dan memeriksa isi muatan dalam mobil tersebut. Dan kecurigaan itu pun ternyata benar. 

"Telah dilakukan penangkapan barang ilegal diduga dari Malaysia," tutur Kapolres Bengkayang AKBP Yos Guntur Yudi Fauris Susanto. 

Kapolres menjelaskan, pemilik barang ilegal itu yakni seorang lelaki berinisial S (33), warga Kota Pontianak, dan F (42) juga warga Kota Pontianak. Keduanya telah ditangkap petugas kepolisian.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap asal barang ilegal asal Jiran itu. “Barang bukti yang diamankan satu unit mobil boks merek Daihatsu Grand Max, satu  mobil Avansa warna Putih, dan  41 karung HP Merk Xiaomi yang berasal dari Malaysia," ucap Yos Guntur Yudi Fauris Susanto. 

Kasus ini berawal berbekal informasi singkat dari masyarakat setempat yang melihat langsung dua kendaraan itu melintas di ruas jalan utama di Bengkayang itu.  Kendaraan itu dari arah Jagoi Babang membawa barang yang diduga dari Malaysia. "Ternyata benar kedua mobil itu  membawa barang-barang berupa HP merk Xiaomi berjumlah 4920 buah atau senilai Rp7,3 miliar,” ujarnya. 

Kini mobil dan barang bukti dibawa ke Mapolres Bengkayang guna proses hukum lebih lanjut. Masuknya barang ilegal dari Malaysia ke Kalimantan Barat melalui perbatasan RI-Malaysia mendapat perhatian khusus Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono. Jenderal bintang dua itu berkomitmen memberantas semua jenis barang yang tidak memenuhi standar surat menyurat berlaku alias ilegal. Ini dilakukan guna memberikan rasa nyaman dan aman bagi rakyat.

Didi menjelaskan, Kalimantan Barat memiliki lima wilayah yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia. Yakni, Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang, Sajingan Besar Kabupaten Sambas, Entikong Kabupaten Sanggau, Ketungau Hulu Kabupaten Sintang, dan Badau Kabupaten Kapuas Hulu. Mantan Kapolres Kapuas Hulu itu berharap masyarakat berperan aktif melaporkan berbagai informasi kepada pihak Kepolisian. Sebab, berawal dari informasi masyarakat itulah jajaranya dapat menindaklajuti. "Jangan pernah lelah melaporkan kepada kami. Jangan sungkan. Jangan takut. Kami lindungi," ucap Didi. (*)