Polisi Selidiki Dolar Palsu Rp122,1 M

Polisi Selidiki Dolar Palsu Rp122,1 M

  Kamis, 22 March 2018 11:00
Ilustrasi

Berita Terkait

Masih Tunggu Hasil Laboratorium

PONTIANAK - Kepolisian Daerah Kalimantan Barat masih mendalami uang dolar palsu yang hendak ditabung warga Jalan Purnama di sebuah bank di Pontianak pada 14 Maret 2018 lalu.

Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono mengatakan, pihaknya masih menunggu laporan dari laboratorium. "Kami masih menunggu hasil identifikasi laboratorium. Nanti kami sampaikan," kata Didi, kemarin.

Menurut Didi, saat ini pihak sudah mengamankan pelaku dan barang bukti berupa ratusan lembar uang dolar US yang dirupiahkan mencapai miliaran rupiah.

Namun,  menurutnya hal itu belum dapat dipastikan keasliannya. Apakah uang tersebut merupakan uang palsu yang biasa digunakan untuk souvenir atau uang dolar asli.

"Ini kita mengecek lagi dari laboratoriumnya. Keabsahan, keaslian, karena cari pembandingannya susah. Di Kalbar tidak ada pembandingannya," tuturnya.

Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Kombes Nanang Purnomo mengatakan, jumlah total barang bukti uang Dolar AS palsu itu adalah pecahan USD10.000 sebanyak 888 lembar atau USD 8.880.000 atau senilai Rp122,1 miliar.  

Pengujian barang bukti dilakukan di Kedubes USA Jakarta. “Saat ini tinggal menunggu hasil sekitar dua minggu karena BB sampel dikirim ke Secret Service Laboratorium di Thailand,” kata Nanang. 

Menurut Nanang, Puslabfor tidak bisa melakukan pemeriksaan karena tidak memiliki uang pembanding.

Sementara itu, pelaku yang kini telah berstatus tersangka sudah ditahan di Polda Kalbar. "Pelakunya kita tahan," lanjutnya. 

Pelaku merupakan seorang warga Pontianak Selatan sudah ditahan polisi pada Rabu (14/3). Tersangka berinisal HR‎ (34), warga kelurahan Parit Tokaya, Pontianak Selatan. 

Pelaku ketika itu hendak menabung dengan menggunakan uang Dolar Amerika pecahan 10.000 US Dollar Amerika. Pihak bank menduga kuat uang dolar itu palsu dan langsung melaporkan ke petugas keamanan.

Petugas keamanan kemudian menangkap pria itu berikut barang bukti uang dolar yang hendak ditabung.

Sebelum dibawa ke Polda Kalbar, petugas keamanan melakukan kroscek ulang uang tersebut ke Bank Indonesia Perwakilan Kalbar. 

Sebagaimana diketahui, saat ini uang pecahan dolar tertinggi yang beredar adalah USD 100. Uang pecahan USD 100 ini bergambar perancang naskah proklamasi kemerdekaan AS, Benjamin Franklin. (arf)

Berita Terkait