Polisi Cek Persiapan Arus Mudik TKI di Perbatasan

Polisi Cek Persiapan Arus Mudik TKI di Perbatasan

  Senin, 4 July 2016 10:05
MUJADI/PONTIANAK POST NUANSA LEBARAN: Pos Pengamanan Operasi Ramadhaniya Kapuas-2016, dibuat menyesuaikan situasi, seperti pos di Jalan Tanjungpura, Kota Pontianak ini. Selain menonjolkan warna kuning-hijau, juga bergelantungan ketupat plastik.

Berita Terkait

PONTIANAK- Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigjen Pol Musyafak meninjau langsung kesiapan pengamanan arus mudik lebaran di dua wilayah perbatasan, PLBN Entikong Kabupaten Sanggau dan PLBN Nanga Badau Kabupaten Kapuas Hulu, kemarin. Musyafak yang didampingi Irwasda Kombes Pol Didi Haryono dan Karo Ops Polda Kalbar Kombes Pol Hariadi tiba di Entikong menggunakan helikopter dari Pontianak dan mendarat di helipad Satgas Pamtas TNI.

Setibanya di PLBN Entikong,  rombongan Kapolda Kalbar disambut Muspika Kecamatan Entikong, Kapolres Sanggau, Wadanyon Pamtas, Perwakilan Bea cukai, Perwakilan imigrasi, Kepala UP3LB Entikong dan perwakilan Dinas Perhubungan.

Dalam peninjauan tersebut, Musyafak sempat menanyakan seputar kendala-kendala, menanyakan peran, fungsi serta kinerja pihak-pihak yang bertugas di perbatasan. Selain menanyakan kendala, pihaknya juga memberikan arahan agar antar instansi di wilayah perbatasan selalu kompak dan saling berkordinasi menghadapi kendala-kendala di wilayahnya.

Dalam kesempatan itu, mantan Kapolda Jambi ini juga menitik beratkan agar lebih memperhatikan masalah narkoba yang marak melalui batas Negara.  Usai meninjau border Entikong, Musyafak kembali melanjutkan perjalanan menuju Nanga Badau memantau kondisi disana.

Sejak dilantik menjadi Kapolda Kalbar, Musyafak mengaku akan memberikan perhatian khusus terhadap wilayah perbatasan, khususnya lima Polres yang berada di wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Kelima polres tersebut yakni Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang, dan Kapuas Hulu.

Menurut Musyafak, selain jalur perlintasan orang dan barang resmi keluar masuk Indonesia-Malaysia, wilayah perbatasan juga terdapat banyak jalur tikus yang rawan terhadap penyelundupan barang terlarang terutama narkoba.

 “Stressing sudah saya berikan sejak masuk di sini. Saya atensi dan saya peringatkan kepada kelima Kapolres untuk meningkatkan keamanan di perbatasan,” kata Musyafak. Sementara itu Kepala Kantor Direktorat Jendral Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Barat Saifullah Nasution mengaakan, untuk memperketat wilayah perbatasan, pihaknya akan menyiapkan enam ekor anjing pelacak (K-9) untuk menunjang kinerja petugas di perbatasan. "Kami sudah usulkan ke pusat soal anjing pelacak. Dan Alhamdulillah, kami dimendapat enam K-9. Sekarang kami masih membangun kandangnya," katanya.

Menurut Saifullah, wilayah berbatasan sangat rawan terhadap aksi penyelundupan, khususnya narkoba. Menurutnya, banyak modus yang dilakukan pelaku untuk mengelabuhi petugas. Diantaranya ada beberapa klasifikasi. Salah satunya, jika pelaku perorangan, maka narkoba bisa disembunyikan ke dalam perut (ditelan), ditempel di badan dan lainnya. Sedangkan untuk modus menggunakan armada, pelaku biasanya mendesaign kendaraannya secara khusus untuk menyembunyikan narkoba. (arf)

Berita Terkait