Polisi Bantah Mem-backing Bos SOT

Polisi Bantah Mem-backing Bos SOT

  Minggu, 24 July 2016 10:44
DATANGI MAPOLRES: Kerumunan warga mendatangi Mapolres Mempawah menanyakan kejelasan proses laporan terkait investasi SOT. Wahyu ismir/pontianak post

Berita Terkait

MEMPAWAH-Kapolres Mempawah, AKBP Dedi Agustono, S.Ik melalui Kabag Ops Kompol Andi Oddang kepada wartawan mengungkapkan, ada dua laporan yang diterima pihaknya terkait kasus investasi SOT. Selanjutnya, laporan tersebut akan ditindaklanjuti dengan meminta asistensi ke Direktorat Polda. Agar penyidikan nantinya lebih terarah.

Tindaklanjut laporan tersebut, terang Andi menjawab opini publik yang selama ini menuding kepolisian tidak respon terhadap kasus investasi SOT di Mempawah. “Satu-satunya kendala kami tidak bisa melakukan proses hukum, karena tidak ada yang melaporkan kasus ini. Nah, dengan adanya laporan ini maka proses hukum pun bisa dilakukan. Jadi, bukan kami tidak respon melainkan tidak ada yang melapor,” tegas Oddang.

Selanjutnya, Oddang menerangkan, pihaknya akan membentuk tim investigasi. Tim itu sendiri akan dibentuk setelah melakukan audiensi dan asistensi dari Direktorat Polda Kalbar nantinya. Kemudian, membuat timline kasus SOT mulai dari awal berdiri, pemrakarsa, jaringan, perekrutan nasabah, penyerahan modal hingga macetnya pembayaran modal.

“Nanti juga akan dibentuk tim rekap aset. Tim ini fungsinya melakukan penelusuran dan mengumpulkan aset dari hasil investasi SOT. Setelah ditemukan, kita upayakan agar aset disita untuk kepentingan penyelidikan,” ucapnya.

Kabag Ops mengaku pihaknya tidak main-main dalam penanganan kasus SOT ini. Mengingat, tingkat kerugian dan jumlah korbannya pun tidak sedikit. Semaksimal mungkin, pihaknya berjanji akan mengusut tuntas kasus tersebut dengan menyeret semua pihak yang terlibat dan bertanggungjawab dalam investasi yang menjanjikan keuntungan 50 persen perbulan itu.

“Untuk sementara ini, pihak-pihak yang bertanggungjawab dalam kasus SOT  kita jerat dengan pasal penipuan dan penggelapan Jo pasal 64. Kemudian, kita akan melihat hasil rekap aset. Jika memang unsur-unsur terpenuhi maka kemungkinan dikenakan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU),” tuturnya.

Terkait tudingan nasabah kesengajaan polisi menyembunyikan Mahud Cs, Oddang dengan lantang membantah. Dia mengatakan, polisi sebagai pelindung dan pengayom berkewajiban memberikan perlindungan. Namun, makna dari pengamanan itu bukan berarti melakukan penahanan. 

“Kami hanya mengamankan terlapor dari tindakan anarkis dan kekerasan. Dalam pengamanan, kita tidak bisa mengekang yang bersangkutan untuk pergi kemana-mana. Sebab, yang bersangkutan status hukumnya bukan tersangka atau  terpidana. Jadi tidak bisa kita kekang atau dilarang-larang,” ujarnya.

Ditanya keberadaan Mh Cs, Kabag Ops mengaku pihaknya tidak mengetahui. Meski demikian, pihaknya berjanji segera melakukan pencarian terhadap Mahud Cs guna memperlancar proses penyelidikan dalam menindaklanjuti laporan yang telah dibuat oleh nasabah.

“Seandainya kasus ini sudah dilaporkan sejak dulu, mungkin tidak akan seperti ini kejadiannya. Besok (hari ini), kami akan melayangkan surat pemanggilan untuk saksi dari pihak pelapor. Makanya kita minta bantuan dari nasabah atau korban untuk mengungkapkan bukti sekecil apapun terkait kasus ini,” serunya.

Pontianak Post yang coba melacak keberadaan sejumlah leader SOT belum membuahkan hasil. Bahkan, beberapa kontak telepon yang coba dihubungi pun tidak diaktifkan. Dari beberapa sumber terpercaya menyebut Mh dan para leader masih berada di kawasan Kota Pontianak. 

Sebelumnya pada Kamis (21/7) malam, ratusan nasabah korban investasi SOT lebih dahulu mendatangi Mapolres Mempawah. Mereka menuntut kepastikan terkait janji pengembalian modal yang telah dijanjikan pada pertemuan sebelumnya pada tanggal 2 Juli 2016 lalu. Pada pertemuan pertama itu, Mh Cs menjadi bulan-bulanan kekesalan nasabah. Meski pada akhirnya pengembalian modal terhadap sebagian kecil nasabah tetap diberikan walau tidak merata.

Ratusan nasabah korban investasi Save Our Trade (SOT) mendatangi Mapolres Mempawah, Jumat (22/7) pagi. Mereka menuntut janji Bos SOT, Mh, untuk membayar pengembalian modal. Alih-alih mendapatkan uang, Mh beserta para leader tak satu pun menampakan batang hidungnya.

Ratusan nasabah yang mendatangi Mapolres Mempawah tersebut tidak hanya berasal dari Kota Mempawah, melainkan daerah lain seperti Sambas, Singkawang, Sintang dan Pontianak. Sejak pagi hari, mereka telah berkumpul di Terminal Bus Mempawah menunggu kabar pengembalian modal.

Kepolisian pun tak tinggal diam menyambut kedatangan ratusan nasabah SOT yang telah diprediksi dalam jumlah ramai itu. Polres Mempawah diback-up Polda Kalbar menerjunkan puluhan personil dilengkapi dengan K-9 (anjing pelacak) dan mobil water canon untuk berjaga-jaga jika aksi nasabah berujung anarkis.

Hingga siang hari, kerumunan nasabah mulai merangsek masuk ke Halaman Mapolres Mempawah. Mereka menagih janji yang pada tanggal 2 Juli Mh Cs akan mengembalikan modal nasabah pada tanggal 22 Juli.

“Dulu polisi yang janji menjamin Mh mengembalikan modal kami. Sekarang kami menuntut janji itu. Kembalikan modal kami,” ujar salah seorang ibu, nasabah SOT warga Mempawah.

Nasabah pun menuntut agar polisi tidak menyembunyikan Mh Cs. Sebab, tersiar kabar kalau sengaja diamankan Polres Mempawah untuk menghindari para nasabah yang menagih janji pengembalian modal investasi. Situasi pun semakin tegang dan memanas lantaran jumlah nasabah semakin membludak.

Meski sempat terjadi ketegangan antara nasabah dan polisi, namun situasi tetap terkendali dan kondusif. Tidak ada adu fisik antara kedua pihak dalam aksi tersebut. Hingga akhirnya sejumlah nasabah memutuskan untuk membuat laporan polisi secara resmi. Nasabah melaporkan Mh agar dapat diproses hukum. Laporan itu pun diterima dan diproses Polres Mempawah sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Setelah beberapa jam melakukan aksinya, ratusan nasabah pun membubarkan diri dengan tertib dan meninggalkan Mapolres Mempawah. Hingga berita ini diturunkan, kerumunan nasabah korban investasi SOT sudah tidak terlihat di Terminal Bus maupun Mapolres Mempawah.(wah)

Berita Terkait