Polda Kalbar Siap Amankan Natal dan Tahun Baru

Polda Kalbar Siap Amankan Natal dan Tahun Baru

  Minggu, 16 December 2018 09:22
ARAHAN: Kapolda Kalbar, Irjen Pol. Didi Haryono saat menyampaikan arahan di sela-sela Rapat Koordinasi Ops Lilin Jelang Natal dan Tahun Baru 2019, kemarin. SIGIT ADRIYANTO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Persiapan demi persiapan terus dilakukan untuk pengamanan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 mendatang. Salah satunya adalah Polda Kalimantan Barat (Kalbar), di mana melakukan diskusi bersama dengan berbagai pihak terkait. Mereka membahas terkait pengamanan hari raya umat kristiani dan tahun baru. Ini dilakukan mereka guna mengetahui permasalahan yang ada di tengah masyarakat.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalbar, Irjen Pol. Didi Haryono, mengatakan, setiap akhir tahun akan selalu dihadapkan pada dua agenda kegiatan masyarakat. Di antaranya, sebut dia, hari raya Natal dan Tahun Baru yang rentan terhadap potensi gangguan kamtibmas. 

"Demikian halnya pada tahun 2018. Untuk mengantisipasi dan mengamankan kegiatan masyarakat tersebut, maka Polda Kalbar akan menggelar operasi kepolisian terpusat dengan sandi ops lilin 2018," kata Kapolda di sela-sela Rapat Koordinasi Jelang Natal dan Tahun Baru, beberapa waktu lalu.

Dalam melaksanakan operasi tersebut mereka akan mempertimbangkan karakteristik kerawanan di beberapa titik daerah di Kalbar. Maka mereka akan terkonsentrasi menjadi dua kategori, yakni pengamanan jalur mudik maupun  balik. Penitiberatan mereka adalah pengamanan kegiatan ibadah pada wilayah yang penduduknya mayoritas beragama Nasrani, serta pengamanan tempat destinasi liburan atau tempat wisata.

Didi melanjutkan, gelaran Operasi Lilin Tahun 2018 akan dimulai mereka pada 21 Desember mendatang. Karena bertepatan dengan hari Jumat, sehingga dimungkinkan dia masyarakat akan mulai berangkat mudik pada Jumat sore setelah jam pulang kerja. "Potensi kerawanan yang mungkin terjadi adalah kemacetan dan kecelakaan. Dan perlu diketahui bahwa pada saat dimulai operasi lilin 2018, perlu dipikirkan penyiapan pospam-pospam terpadu, penyiapan BBM dan ambulans, serta tenaga medis kesehatan di beberapa titik yang memiliki kerawanan, juga objek vital seperti bandara, terminal, dan pelabuhan," terangnya.

Dia juga  mengajak para stakeholders terkait untuk turut serta mengantisipasi hal tersebut sesuai dengan tugas pokok masing-masing. Dan diharapkan dapat konsisten hingga Pada 24 hingga 25 desember 2018, merupakan puncak acara perayaan Natal. "Potensi kerawanan yang mungkin terjadi adalah ancaman teroris, untuk kasus yang baru-baru terjadi. Maka dari itu, untuk mengamankan puncak perayaan Natal, maka diperlukan bekerja sama dengan pengamanan internal gereja maupun beberapa stake holder terkait lainya," timpalnya.

Berdasarkan data pelaksanaan Operasi Lilin 2017 lalu, diungkapkan dia, terjadi penurunan tren gangguan kamtibmas jika dibanding tahun sebelumnya. Dengan data kejahatan konvensional turun 53 kasus (122 : 69) sebanyak 43,44 persen, kejahatan transnasional naik 1 kasus (5 : 6) sebanyak 20 persen hal ini dikarenakan pengungkapan dan proaktif kepolisian, gangguan Kamtibmas secara umum turun 46 tren (128 : 82) sebanyak 35,94 persen. "Dari data tersebut bisa dikatakan keberhasilan dalam pelaksanaan pengamanan natal dan tahun baru. Sehingga seluruh agenda masyarakat dapat terlaksana dengan aman dan lancar," paparnya.

Dia juga mengimbau kepada setiap anggota terkait, seperti Polri, TNI, dan stakeholder yang turut melaksanakan pengamanan gereja, harus meningkatkan kesiapsiagaan dan waspada, serta dilengkapi dengan body face untuk melindungi diri dan melakukan body system. "Sebelum dilaksanakan puncak perayaan Natal, maka tempat ibadah gereja wajib dilakukan sterilisasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Begitu juga untuk petugas pengamanan, agar lebih siap siaga dan waspada. Kalau bisa dilengkapi body face untuk melindungi diri selama bertugas," tegasnya.

​Khusus untuk tanggal  26 sampai dengan 30 Desember 2018, menurutnya, dimungkinkan akan terjadi peningkatan mobilisasi masyarakat ke tempat-tempat rekreasi, hiburan, dan pusat perbelanjaan. Sehingga, dikhawatirkan dia, potensi kerawanan yang mungkin terjadi adalah kemacetan, kecelakaan, curat, curas, curanmor, narkoba dan mabuk-mabukan. Sedangkan pada tanggal 31 Desember 2018 sampai 2 Januari 2019, menurut dia, merupakan puncak acara peringatan tahun baru, di mana potensi kerawanan yang mungkin terjadi adalah kemacetan, kecelakaan, ancaman teroris, dan petasan. ​Pada tanggal 2 – 6 Januari 2019, dimungkinkan dia akan terjadi arus balik masyarakat.

"​Dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut di atas, kami yang dibantu dengan stakeholder yang lain diharapkan mampu mengatasi segala potensi kerawanan yang mungkin terjadi. Baik lalu lintas maupun kriminalitas kejahatan jalanan," ujar Didi.

Dia berharap melalui rapat koordinasi ini, para stakeholder yang nantinya turut serta dapat saling bahu-membahu, untuk mengantisipasi dan mengatasi segala permasalahan yang menyangkut pengamanan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. "Harapan saya, agar kegiatan rakor ini dapat dijadikan sarana untuk membahas berbagai permasalahan yang mungkin dihadapi di lapangan, serta dapat membahas bagaimana langkah antisipasinya, sehingga akan tercipta suatu sistem dan mekanisme pengamanan yang komprehensif, tepat, dan akurat saat bertugas nantinya,” tutup Kapolda. (Sig)

Berita Terkait