PN Jalin Silaturahmi dan Koordinasi

PN Jalin Silaturahmi dan Koordinasi

  Rabu, 5 Oktober 2016 10:24

Berita Terkait

KETAPANG – Pengadilan Negeri (PN) Ketapang mengadakan kegiatan coffee morning sekaligus tatap muka bersama instansi penegak hukum dan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang. Kegiatan tersebut dalam rangka menjalin silaturahmi dan berkoordinasi, demi menciptakan pelayanan yang cepat kepada masyarakat. Tema yang diusung mereka: Pengadilan Negeri Ketapang dengan aparat penegak hukum se-Kabupaten Ketapang dalam rangka kerjasama penegakan hukum yang efektif dan profesional.

Kegiatan dilakasanakan di Aula PN Ketapang, Selasa (4/10) pagi tersebut, dihadiri jajaran Kepolisian Resor (Polres) Ketapang, jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 1203 Ketapang, jajaran Kejaksaan Negeri Ketapang, Sekretaris Daerah Ketapang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B, serta Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ketapang.

Kepala PN Ketapang, Maslikan, mengungkapkan bahwa kegiatan yang mereka gelar tersebut bertujuan untuk menjalin kerja sama dengan pihak penegak hukum. Hal tersebut, dimaksudkan dia, demi memberikan pelayanan kepada masyarakat semakin mudah dan cepat. Dimisalkan dia, pada proses persidangan yang diharapkan jangan sampai berlarut-larut, sehingga untuk menciptakannya memerlukan kerja sama semua pihak.

"Karena tanpa dukungan pihak terkait, hal tersebut tidak bisa PN wujudkan sendiri. Makanya koordinasi harus dilakukan sebaik mungkin. Misalnya antara kejaksaan dengan penyidik, sehingga prosesnya dapat dilakukan dengan cepat seperti menghadirkan saksi-saksinya agar pelayanan bisa cepat," katanya, usai kegiatan coffee morning dan tatap muka.

Ia melanjutkan, kegiatan ini bukan agenda rutin mereka, melainkan kegiatan yang memang dilakukan juga oleh instansi lainnya. Tujuannya, sekali lagi, diungkapkan dia, adalah untuk meningkatkan silaturahmi dan menjalin kerja sama agar lebih baik.

Sementara itu, kepala Satpol PP Kabupaten Ketapang, Edy Junaidi, mengapresiasi pertemuan yang diselenggarakan PN Ketapang tersebut. Menurutnya, pertemun itu merupakan upaya untuk terus menjalin kerja sama antarinstansi, terkait penegakan hukum agar efektif dan profesional. "Kita juga berharap kedepan Satpol PP dan PN dapat bekerja sama khususnya dalam hal sidang tipiring," katanya.

Ia melanjutkan, kerja sama dalam sidang tipiring, seperti ketika Satpol PP melakukan razia. Kemudian, dijelaskan dia, bagaimana para penegak perda tersebut mendapatkan pelaku usaha yang tidak memiliki surat izin tempat usaha (SITU) dan surat izin usaha perdagangan (SIUP), hingga warga yang tidak memiliki identitas dan pelanggaran ketertiban umum lainnya. Maka, dia menambahkan, sesuai aturan daerah, mereka akan membuat penyidikan resmi terhadap pelanggar, yang kemudian diajukan ke pengadilan untuk disidangkan. Yang mana, menurut dia, keputusan sidang tipiring kepada pihak bersalah bisa dengan denda Rp5 juta atau kurungan.

"Jika terjalin kerja sama ketika melakukan razia dan mengamankan warga yang melanggar aturan, maka sidang tipiring bisa dilakukan di Kantor Satpol PP dengan menghadirkan petugas PN Ketapang," jelas dia.

Menyikapi hal tersebut, Kepala PN Ketapang menyambut baik harapan kerja sama dari Satpol PP Ketapang. Pihaknya bahkan siap bekerja sama dengan para penegak perda tersebut.

"Ini juga termasuk harapan kita dalam memberikan pelayanan cepat, jadi kita siap mendukung sidang tipiring di tempat yang Satpol PP wacanakan," katanya.

Namun, diingatkan dia, hal tersebut harus melalui koordinasi yang baik antara Satpol PP dan pihaknya, sehingga tidak berbenturan jadwal persidangan yang ada di PN. Diakui dia, sidang tipiring yang selama ini digelar oleh Satpol PP terjadi, lantaran hakim di PN Ketapang jumlahnya masih terbatas.

"Makanya koordinasi penting, jadi sidang tipiring dan agenda sidang di PN tidak berbenturan. Kalau tidak ada agenda sidang, kemudian Satpol PP ada sidang tipiring, kita siap hadir di sidang tipiring tersebut," janjinya. (afi/ser)

Berita Terkait