PLTS Buat Rantau Perapat

PLTS Buat Rantau Perapat

  Rabu, 28 Oktober 2015 09:34
HUMAS PROVINSI KALBAR

GUBERNUR Kalbar Drs.Cornelis, MH, Selasa (27/10) kemarin meresmikan dan menandatangani prasasti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sistem terpusat di dusun Mungguk, desa Rantau Perapat yang menggunakan anggaran APBD pemerintah provinsi Kalbar sebesar Rp1,7 miliar.

Selain menandatangani prasasti, dilanjutkan pemotongan pita oleh ketua TP PKK Prov Kalbar Frederika Cornelis,S.Pd.

PLTS mampu menerangi 1.327/rumah/hari, panjang JTR 1.200 meter, jumlah konsumen 51 rumah, 20unit lampu jalan. Pembangunan PLTS ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, termasuk untuk siswa belajar malam hari. "Karenanya, mohon dikelola dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat di sini," ujar Cornelis.

Lebih lanjut Cornelis mengatakan pembangunan PLTS ini merupakan implementasi nawacita Presiden Joko Widodo, yang secara lengkap yaitu, swasembada pangan, pembangunan jalan dan jalan tol, pembangunan trans kereta api, poros jalan perbatasan, pembangunan pelabuhan laut atau tol laut, pemenuhan kebutuhan listrik rakyat, pembangunan irigasi, menghentikan kegiatan illegal logging serta darurat narkoba.

Namun menurut orang nomor satu di Kalbar itu, pelaksanaannya bertahap disesuaikan dengan kemampuan pemerintah.

Cornelis meminta supaya Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kalbar agar menginventarisasi potensi energi di Kapuas Hulu dan di kabupaten lain di Kalbar. Termasuk listrik dari Sosekmalindo untuk perbatasan, saat ini baru dimulai pembangunan Sutet mulai dari Bengkayang sampai Kapuas Hulu.

Sementara itu Kadis pertambangan dan energi Prov kalbar Di provinsi Kalbar sampai dengan tahun 2015 telah dibangun beberapa pembangkit listrik yang manfaatnya energi baru terbarukan dengan sumber pendanaan dari APBN, APBD prov/kabupaten/ kota dan BUMN, yaitu antara lain: PLTM, (1 unit); PLTMH (20 unit); PLTS terpusat dengan total kapasitas 290 kWp (19 lokasi); SHS (9.273); SKEA (1 Unit) serta hybrid surya dan angin (1 unit), dengan total kapasitas sebesar 3,233 MW. Di kesempatan yang sama Kepala Desa Rantau Prapat, Benediktus Bertus sangat bersyukur adanya penerangan listrik pada masyarakat desanya walau dengan kapasitas terbatas.

"Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Gubernur," ujar Bertus.

Kami berharap desa tetangga seperti Desa Lauk dan Batu Lintang suatu saat bisa dipikirkan pemerintah agar mereka juga bisa menikmati penerangan pada malam hari. (humasprov)