PLN Terapkan Listrik Pintar Bupati Keluarkan Instruksi

PLN Terapkan Listrik Pintar Bupati Keluarkan Instruksi

  Sabtu, 10 February 2018 11:00
LISTRIK PRABAYAR: Kantor PLN Rayon Sukadana mulai tahun ini akan menerapkan pemakaian listrik prabayar. Bahkan penerapan tersebut telah mendapat dukungan dari Bupati melalui instruksinya. DOKUMEN

Berita Terkait

SUKADANA – Program Kayong Utara 100 Persen telah mendapatkan dukuangan dari Pemerintah Kabupaten (Pmekab) Kayong Utara. Dukungan tersebut dituangkan dalam Surat Bupati Nomor 500/096/EKBANG-A. Lembaran tersebut menginstruksikan seluruh instansi pemerintah, BUMN, BUMD, hingga masyarakat  agar beralih ke listrik prabayar secara bertahap tahun ini.

Kepala PLN Rayon Sukadana, Djunda Afief, mengungkapkan hal tersebut. Ditegaskan dia bahwa 100 Persen Listrik Pintar ini merupakan program untuk seluruh daerah di Provinsi Kalimantan Barat, termasuk Kayong Utara. Ini juga merupakan salah satu cara mereka untuk meningkatkan pelayanan. Masyarakat, dipastikan dia, bisa menikmati kemudahan-kemudahan dengan listrik prabayar atau yang mereka istilahkan Listrik Pintar ini. Berbagai unggulan dikemukakan dia seperti bisa mendeteksi kejanggalan-kejanggalan di instalasi rumah. Pasalnya, dia menambahkan, ketika ketika ada indikasi ketidaknormalan instalasi, akan muncul peringatan di layar kWH-meter.

"Melalui kWH-meter ini pelanggan juga bisa melihat berapa sisa kWH-meter yang ada. kWH-meter ini juga memiliki pengaman terhadap indikasi arus lebih. Ketika pembatas daya (MCB) gagal beroperasi, maka ada pengaman di kWH-meter yang bisa menghentikan aliran listrik, untuk menghindari kemungkinan terjadinya kebakaran akibat hubungan singkat di instalasi rumah pelanggan," jelasnya.

Djunda menambahakan, selain itu pelanggan dapat menghemat pemakaian listrik melalui pembelian token, sesuai dengan pilihan pelanggan. Pelanggan juga lebih dimudahkan mereka dalam pembelian token di antaranya melalui PPOB, ATM, dan Kantor Pos. Bahkan, dia menambahkan, melalui ponsel pintar pun pelanggan sudah bisa menemukan layanan melalui mobile banking, sms banking, dan beberapa aplikasi jual beli online seperti bukalapak dan tokopedia.

Oleh karena itu, kata dia pelanggan tidak perlu keluar rumah hanya untuk membeli token listrik. Kemudahan lainnya, disebutkan dia, tidak ada lagi biaya beban, biaya denda, dan bebas dari kesalahan catat meter.

Diakuinya program Listrik Pintar ini sendiri baru akan disosialisasikan mereka kepada masyarakat. "Yang diawali di Kecamatan Simpang Hilir, dilanjutkan Teluk Batang, Seponti. Minggu depan di Sukadana dan Pulau Maya. Setelah sosialisasi tersebut, barulah masuk pada tahap pelaksanaannya," katanya.

Sementara itu, mereka juga tidak akan membebankan biaya kepada pelanggan untuk migrasi ke kWH-meter prabayar. Namun,  pelanggan, diingatkan dia, tetap berkewajiban untuk melunasi sisa tagihan listrik yang masih ada dan melunasi token atau voucher perdana yang jumlahnya bisa ditentukan oleh pelanggan bersangkutan, sebelum melakukan migrasi ke listrik prabayar. (dan)

Berita Terkait