PLN Kalbar Mulai Gunakan Pembangkit Listrik Energi Baru Terbarukan

PLN Kalbar Mulai Gunakan Pembangkit Listrik Energi Baru Terbarukan

  Jumat, 9 September 2016 16:45
Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik PLTBm antara GM PLN Wilayah Kalbar dengan Dirut PT. Rezeki Perkasa Sejahtera disaksikan Direktur PLN Regional Kalimantan, Djoko Raharjo Abumanan.

Berita Terkait

SEBAGAI upaya untuk memperkuat pasokan sistem tenaga listrik dan mendorong penggunaan tenaga pembangkit listrik energi baru terbarukan serta dalam upaya berkontribusi untuk mendukung iklim investasi pembangunan ekonomi, PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) telah melakukan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dengan PT Rezeki Perkasa Sejahtera dengan kapasitas 10 MW.
Acara Penandatanganan Perjanjian yang berlangsung di Kantor Pusat PLN, Jakarta ini dilakukan oleh General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat, Bima Putrajaya dan Direktur Utama PT Rezeki Perkasa Sejahtera, Louis Suhendera yang disaksikan langsung oleh Direktur PLN Regional Kalimantan Djoko Raharjo Abumanan.
Untuk melakukan desain, pendanaan, pembangunan, memiliki, dan mengoperasikan pembangkit termasuk pengadaan jaringan penyambungan ke Sistem Jaringan milik PT PLN (Persero), PT Rezeki telah mendapatkan Surat Penetapan Badan Usaha Sebagai Pengelola Energi Biomass untuk Pembangkit Listrik dari Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) pada tanggal 26 April 2016 dan juga telah mendapatkan surat penetapan Badan Usaha dari PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat sebagai calon pengembang PLTBm 10 MW unit No. 1 PT Rezeki Perkasa Sejahtera Lestari pada tanggal 13 Juli 2016.
PLTBm akan dibangun di Jl. Raya Wajok Hulu KM 7,5 Desa Wajok kab. Mempawah, rencananya akan beroperasi pada Desember 2017 dengan produksi kwH sekitar 74 juta kWh per tahun. PLTB ini akan menjadi salah satu percontohan dimulainya pembangkit listrik yag memanfaatkan sumber energy baru dan terbarukan dengan menggunakan limbah cangkang kelapa sawit. Penggunaan limbah kelapa sawit yang digunakan sebagai bahan bakar mesin pembangkit tersebut mencapai 98.400 ton pertahunnya.
Pembangunan PLTBM dengan skema Independent Power Producer (IPP) ini adalah PLTBM pertama yang memanfaatkan sumber energi baru dan terbarukan di Kalbar, sekaligus salah satu bentuk dukungan PLN Kalbar dalam pembangunan Program 35.000 MW. Kontrak Perjanjian jual beli tenaga listrik menggunakan System Built Own Operate Transfer (BOOT) yang mana apabila perjanjian yang telah disepakati bersama dengan kontrak berjangka waktu 20 tahun habis, maka PLTBM akan menjadi milik PLN.
Pembangkit ini menghasilkan tenaga listrik yang akan langsung memperkuat sistem khatulistiwa. Melalui tegangan 20 kV yang terhubung melalui jaringan sepanjang 5.65 kms dari PLTBm ke titik interkoneksi pada Gardu Induk (GI) Siantan.  Pada saat ini sistem khatulistiwa yang menjangkau pelanggan di Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Bengkayang, Pemangkat dan Sambas memiliki daya mampu rata-rata 320 MW dengan beban puncak rata-rata mencapai 300 MW.
Dengan ditanda tanganinya perjanjian jual beli tenaga listrik bio massa ini diharapkan akan mendorong tumbuhnya investor untuk mengembangkan PLTBm di Kalimantan Barat khususnya daerah Isolated atau yang berdekatan dengan daerah perbatasan.**

Berita Terkait