Please, Please Juara Fitriani!

Please, Please Juara Fitriani!

  Minggu, 13 January 2019 09:13

Berita Terkait

Ditantang Bintang Thailand di Final 

BANGKOK –  Luar biasa. Fitriani mampu melaju ke final Thailand Masters. Final pertamanya sepanjang karir di BWF Tour, serta (otomatis) peluang gelar perdananya. Sekaligus gelar perdana dari tunggal putri selama tujuh tahun belakangan. Kali terakhir sektor ini menyumbangkan gelar adalah pada Syed Modi International 2012 via Lindaweni Fanetri. Setelah itu puasa. Berkepanjangan. 

Mampukah Fitri?

Sulit. Itu sudah pasti. Apalagi, lawannya adalah bintang tuan rumah Busanan Ongbamrungphan. Masih hangat di ingatan kita, pemain 22 tahun itu mengandaskan impian kita tampil di semifinal Piala Uber 2018 lalu. Turun sebagai tunggal ketiga, Ongbamrungphan mengalahkan Ruselli Hartawan sehingga kita kalah 2-3.  

''Alhamdulillah bisa masuk final. Saya bersyukur bisa melewati pertandingan hari ini (kemarin, Red). Nggak mudah,'' kata Fitri dalam pesan pendek ke Jawa Pos. ''Semoga saya bisa konsisten menjalani final,'' harap dia.

Pada semifinal di Indoor Stadium Huamark, Bangkok, kemarin, Fitri mengalahkan pemain Hongkong Deng Joy Xuan dalam tiga game, 12-21, 21-19, 21-16. Pelatih tunggal putri Minarti Timur mengatakan, lawan banyak menekan pada game pertama. Namun, Fitri bisa mengambangkan permaianan dengan polanya sendiri setelah game kedua. 

''Dia menggunakan reli panjang yang menguras tenaga lawan sehingga pukulan Deng sudah tidak akurat lagi. Fitri bisa memanfaatkan hal itu,'' terang Minarti.

Menghadapi Ongbamrungphan, rekor Fitri sebenarnya tidak jelek-jelek amat. Tiga kali bersua, dua kali dia menang. Pada pertemuan terakhir di Korea Masters tahun lalu, Fitri juga yang menang. Meski lewat rubber game. Hal itu membuatnya percaya diri menatap final hari ini. 

''Yang pasti berusaha dulu, dan berani ngadu,'' jelas dia. ''Harus tahan di lapangan. Karena Busanan ini sangat nggak mudah dimatikan,'' lanjut pemain berperingkat 33 BWF tersebut. 

Minarti membenarkan anak buahnya. Menurut dia, Fitri harus tekun menyerang. Apalagi permainan Ongbamrungphan cukup konsisten dari awal. ''Fitri mesti berani dulu, terapkan reli-reli balik serang. Fitri harus siap capek dan lebih nekat dengan berusaha mengembalikan bola-bola sulit dari lawan. Dan yang penting main rapi dulu," beber pasangan Tri Kusharjanto di ganda campuran itu. 

Yang bikin waswas, Ongbamrungphan punya keunggulan stamina. Sejak babak pertama, hanya sekali melakoni rubber game. Sedangkan Fitri, bermain lima kali, semuanya harus ditentukan melalui rubber game. Namun, Minarti tetap optimistis semangat juang Fitri bisa mengatasi kelelahan. 

''Memang melelahkan main satu jam selama empat hari berturut-turut,'' aku Minarti. ''Tapi semua yang dia capai akan membuat Fitri lebih percaya diri. Ini bisa meningkatkan motivasinya. Mudah-mudahan besok (hari ini) dia bisa tampil maksimal dan menang,'' harap dia. Duel Fitriani vs Ongbamrungphan menjadi partai terakhir rangkaian final. Yakni sekitar pukul 17.00 WIB. (gil/na)

Berita Terkait