PKPT Dorong Peningkatan Infrastuktur dan Ekonomi Warga Pesisir

PKPT Dorong Peningkatan Infrastuktur dan Ekonomi Warga Pesisir

  Jumat, 22 July 2016 09:30
PENGUATAN PESISIR: Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Singkawang menggelar acara Sosialisasi Pengembangan Kawasan Pesisir Tangguh (PKPT) di Ruang Bumi Bertuah, Kantor Walikota Singkawang, Kamis (21/7). HARI K/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINGKAWANG - Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Singkawang menggelar acara Sosialisasi Pengembangan Kawasan Pesisir Tangguh (PKPT) di Ruang Bumi Bertuah, Kantor Walikota Singkawang, Kamis (21/7). Sosialisasi untuk memberikan gambaran kegiatan penguatan pesisir melalui Program PKPT yang berlokasi di Kecamatan Singkawang Utara khususnya Kelurahan Setapuk Besar, Setapuk Kecil dan Semelagi Kecil.

 
Kelurahan – kelurahan tersebut merupakan basis perkampungan nelayan di Kota Singkawang yang rawan bencana alam seperti banjir dan abrasi pantai. Juga minim infrastruktur sosial ekonomi dan rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Singkawang Ahyadi mengatakan pelaksanaan PKPT di Kota Singkawang tahun pertama diprioritaskan pada penyusunan dokumen Rencana Pengembangan Kawasan Pesisir atau RPKP yang menjadi dasar pelaksanaan PKPT untuk tahun selanjutnya. Karena kegiatan PKPT dilaksanakan pada suatu kawasan selama tiga tahun yang meliputi tahap perencanaan, implementasi dan exit strategi.

“Acara sosialisasi PKPT adalah langkah maju untuk untuk meningkatkan ketahanan wilayah pesisir dari bencana dan degradasi lingkungan, meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana diwilayah pesisir serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” kata Ahyadi.

Lebih lanjut Ahyadi menyatakan, Kota Singkawang merupakan salah satu kabupaten kota pesisir yang ada di Kalimantan Barat, Sehingga sangat tepat sekali sebagai pelaksana kegiatan PKPT. “Kota Singkawang memiliki panjang garis pantai 27,6 KM dan memiliki satu pulau terkecil yaitu Pulau Simping yang telah tercatat sebagai pulau terkecil di dunia,” jelas Ahyadi.

Di Kota Singkawang, terang Ahyadi, umumnya sama dengan permasalahan wilayah pesisir lain di Indonesia yaitu tingginya tingkat kemiskinan, tingkat kerusakan sumber daya pesisir, rendahnya kemandirian organisasi sosial dan lunturnya nilai-nilai budaya lokal. Juga minim dan rendahnya kualitas infrastruktur dan kesehatan lingkungan pemukiman.

“Dengan sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat pesisir tentang pengembangan kawasan dan aktif dalam kegiatan pengembangan pesisir tangguh karena kegiatan PKPT menitikberatkan pada peran masyarakat pesisir. Pemerintah pusat dan daerah hanya sebagai fasilitator untuk mewujudkan kawasan pesisir yang tangguh,” terang dia.

Kegiatan dihadiri perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Abdul Muhari, Setapuk Besar, Lurah Setapuk Kecil dan Lurah Semelagi Kecil, Tim Teknis Pengembangan Kawasan Pesisir Tangguh (PKPT) Kota Singkawnag, Anggota Tim Pemberdayaan PKPT, perwakilan masyarakat tiga kelurahan kawasan PKPT serta undangan lainnya. (har)

Berita Terkait