Pilih Kerja Ketimbang Wirausaha

Pilih Kerja Ketimbang Wirausaha

  Jumat, 2 September 2016 09:50
PADAT : Sejumlah para pencari kerja memadati Pontianak Convention Center dalam acara Job Fair 2016, Kamis (1/9). Ada 42 perusahaan dan 2300 kuota lowongan kerja. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Pencari kerja semakin membeludak. Salah satu penyebabnya bisa dikatakan karena mereka tak mencoba merambah ke dunia bisnis dengan berbagai alasan. Seperti terpantau di Job Fair,  Pontianak Convention Center (PCC). Ratusan pencari kerja memadati gawe tersebut untuk berburu pekerjaan yang diminati.

Momok yang menghantui mereka terbilang tak jauh berbeda. Modal dan risiko adalah hal yang menjadi batu hambatan buat pencari kerja ini terjun ke dunia bisnis. Meski pemerintah dan perbankan sebenarnya memiliki jalan keluar untuk mereka, tetap saja mereka kekeh untuk menjadi pekerja, bukan pemberi kerja.

Salah satunya Agus Zulfian, warga jalan Tanjung Raya II ini mencoba melamar pekerjaan melalui Job Fair ini ke salah satu perusahaan yang bergerak di bidang finance. Saat ditemui wartawan Koran ini, dia mengaku, sesungguhnya ia ingin memiliki usaha sendiri. Tapi dia terhalang modal dan tidak berani memanfaatkan berbagai program pemerintah untuk menyuntikan dana segar sebagai modal usaha.

“Saya sebenarnya pingin punya usaha. Tapi saya terkendala modal, kalau untuk ikut program suntikan dana modal dari pemerintah dan perbankan saya takut tidak mampu mengembalikannya,” ucap pria berusia 29 tahun ini.

Pria yang kerap dipanggil Agus ini memiliki latar belakang pendidikan yang sejalan dengan pekerjaan yang dipinangnya kali ini. Dia adalah tamatan Sekolah Menengah Kejuruan jurusan Managemen Penjualan. “Makanya saya pilih coba melamar pekerjaan di perusahaan finance. Sedikit banyak saya mengerti masalah keuangan,” paparnya.

Dia mengaku saat ini dia memang tidak sedang bekerja. Karena itu dia sangat berkeinginan dapat bergabung ke perusahaan yang dipinangnya dan nanti dia dapat mengumpulkan modal demi menciptakan usaha yang diinginkannya.

“Jika saya diterima saya akan mengabdi kepada perusahaan tersebut dengan optimal sembari mengumpulkan modal untuk usaha yang ingin saya buka,” katanya berangan-angan.

Di tempat yang sama, ada wanita paruh baya berusia 18 tahun yang juga mencari pekerjaan melalui Job Fair ini. Adalah Devi Angraini namanya, wanita asal kota Singkawang ini mengaku sudah sering melamar pekerjaan di berbagai perusahaan dan belum menerima panggilan. 

Kali ini, dia kembali mencoba keberuntungan demi meraup nafkah di perusahaan yang menerimanya sebagai karyawan. “Saya kali ini masukan ke perusahaan di bidang finance. Meski sudah pernah di tolak niat saya tak pernah berkecil hati,” akunya.

Dia membeberkan, dia sebenarnya sudah memiliki usaha sendiri di dunia kuliner. Hanya saja sambung dia, dia merasa membutuhkan pekerjaan tetap sembari menjalankan usahanya. “Saya kesehariannya menerima pesanan kue, saya pilih mencari kerja agar dapat berpenghasilan tetap dan mengembangkan usaha saya,” ucap warga jalan Pak Kasih ini.

Devi menambahkan, dia tidak memanfaatkan berbagai program suntikan modal dari pemerintah atau perbankan karena dia memikirkan bunganya yang dianggapnya besar. “Kalau saya pinjam modal nanti saya harus bayar bunganya yang besar. Usaha saya yang belum besar ini saya rasa belum mampu untuk membayarnya,” papar dia.

Ada lagi wanita bernama Nita Sari, wanita yang memiliki pendidikan Sarjana S1 di bidang pendidikan ini juga beranggapan sama dengan Agus dan Devi. Hanya saja Nita mencoba melamar pekerjaan yang sedikit menyimpang dari latar belakang pendidikannya.

Dia mencoba meminang pekerjaan di salah satu perusahaan yang bergelut di jasa pembiayaan. Diakuinya, dia tidak memiliki keinginan untuk berbisnis karena takut akan risiko yang harus dihadapinya.

“Saya lebih mau bekerja ketimbang harus jadi pebisnis. Jadi pebisnis itu risikonya besar, kalau gak benar-benar digeluti bukannya untung malah jadi bunting,” tuturnya. (pah)

Berita Terkait