Pilih Influencer yang Tepat

Pilih Influencer yang Tepat

  Senin, 23 July 2018 10:45

Berita Terkait

SELAMAT Hari Anak Nasional! Tepat hari ini (23/7), seluruh anak Indonesia suka cita memperingati hari anak. Adanya hari anak sendiri sebagai bentuk kepedulian bangsa Indonesia terhadap perlindungan anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Nantinya, akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia.

Sayang, tujuan yang coba dibangun belum dapat berjalan baik. Masih banyak permasalahan di ruang lingkup anak-anak yang menjadi perhatian masyarakat luas, seperti perundungan (bully), pornografi, kurang bijak menggunakan teknologi, hingga pernikahan usia dini. Nggak heran jika sampai saat ini semua elemen bekerja keras agar hak dan kewajiban anak Indonesia terpenuhi.

Sebenarnya jika dilihat, anak-anak Indonesia memiliki potensi yang nggak kalah hebat dengan anak di negara lain. Bahkan kemampuannya dinilai mendekati anak-anak di negara maju. Banyak prestasi yang telah terukir, baik dari segi akademis maupun nonakademis. Baik saat anak-anak bersaing di tingkat kota, provinsi, nasional, maupun internasional.

Namun, nggak dapat dipungkiri jika ada beberapa anak yang belum bisa menyaring apa yang ada saat ini. Pergaulan dan perkembangan teknologi kerap memberikan efek negatif pada pertumbuhan anak-anak. Nggak jarang, anak-anak lebih senang menghabiskan waktu bermain gadget, dibandingkan mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimiliki.

Psikolog Pusat Pelayanan Konseling Keluarga Sejahtera Asa Khatulistiwa menuturkan, saat ini aktivitas bermain gadget bukan hanya sebatas pada game online yang kerap menguras waktu. Melainkan, demam aplikasi atau challenge yang terkesan kurang mendidik. Endah mengaku, kemajuan teknologi semakin canggih memang memudahkan siapa saja untuk mengakses yang diinginkan.

Endah mengharapkan anak-anak bisa lebih bijak memilih konten. Misalkan mengambil sisi positif dari influencer muda yang sukses dan berprestasi. Endah merasa saat ini sudah banyak influencer muda yang menginspirasi. Bahkan membagikan ceritanya lewat unggahan di media sosial. Siapa tahu dengan sisi positif yang diambil bisa memotivasi diri lebih baik lagi.

“Jangan memilih atau menyukai influencer hanya karena senang-senang, tapi juga yang menginspirasi dan memotivasi kamu untuk berbuat lebih baik,” tambahnya.

Intinya gunakan media sosial sewajarnya saja. Jangan sampai terlalu mengikuti apa yang dilihat. Karena nggak semua yang dihadirkan memberikan manfaat positif bagi perkembangan anak. Karena ketika orang tua sudah memberikan izin untuk memiliki gagdet, orang tua sudah benar-benar percaya bahwa anaknya bisa menggunakan gadget dengan baik.

“Nggak ada salahnya menjadikan teknologi dalam menghasilkan suatu kreativitas,” tutupnya. (ghe)

Berita Terkait