Piala Dunia 2018 Mengubah Wajah Rusia

Piala Dunia 2018 Mengubah Wajah Rusia

  Senin, 11 June 2018 11:16
Salah satu kemeriahan FIFA Fan Fest dalam memeriahkan gelaran Piala Dunia 2018 (Angger Bondan/Jawa Pos)

Berita Terkait

Ini kali kedua saya ke Moskow. Yang pertama sudah lumayan lama. Sepuluh tahun. Misi ke ibu kota Rusia itu tetap sama: liputan.

Setelah sepuluh tahun, Moskow benar-benar berbeda. Setidaknya itu yang saya rasakan kala menginjakkan kaki di Bandara Domodedovo pada Sabtu pagi (9/6). Saya datang ketika Rusia sangat bersemangat menyambut perhelatan Piala Duna 2018. Berbagai atribut pesta sepak bola terbesar di jagat itu pun bertebaran di berbagai penjuru Moskow.

Sebelum keluar pesawat, saya membayangkan bakal menghadapi ruwetnya urusan imigrasi seperti sepuluh tahun lalu. Tatapan petugas yang penuh curiga, pertanyaan yang bertele-tele, hingga pemeriksaan barang yang rasanya kok diada-adakan. Iya, pada 2008, seorang rekan sampai harus membongkar kopernya yang berisi kamera.

Setelah ditanya macam-macam dengan berbagai kesulitan karena kendala bahasa dan diakhiri dengan menandatangani surat deklarasi, pemeriksaan terhadap teman saya itu selesai. Tapi, saya harus menunggu sampai sekitar satu jam sampai akhirnya dia keluar dengan wajah lega dari pemeriksaan imigrasi.

Nah, kali ini sungguh berbeda. Tidak ada antrean panjang di pemeriksaan imigrasi. Mimik para petugas terlihat lebih rileks. Oh iya, salah satu yang berbeda dengan sepuluh tahun lalu, hampir semua petugas pemeriksa paspor dan visa itu muda. Banyak yang perempuan pula.

Yang juga tidak ada pada 2008 adalah jalur khusus di pemeriksaan imigrasi. Ini spesial untuk orang-orang yang terlibat pada Piala Dunia 2018. Bisa wartawan, fans, sponsor, dan sudah tentu tim beserta ofisialnya. Fast lane alias jalur cepat itu benar-benar membantu. Tinggal tunjukkan dokumen perjalanan, diperiksa sebentar, beres.

Kemudahan juga tersaji di terminal kedatangan. Ada booth khusus dari panitia Piala Dunia. Beberapa volunter siap membantu. Muda-muda. Cowok dan cewek. Ada juga konter dari beberapa provider telepon Rusia. Mereka menjual kartu telepon untuk memudahkan komunikasi selama di Rusia.

Bagi fans yang datang ke Rusia untuk menikmati Piala Dunia, tersedia stan khusus untuk mengambil Fan ID dan tiket mereka. Keluar bandara, ada beberapa tenda yang menjual bermacam merchandise Piala Dunia.

Saat bernostalgia dengan menjajal moda kereta api bawah tanah, saya juga menemukan sesuatu yang baru. Selain Metro, Moskow sekarang punya moda transportasi anyar berbasis kereta. Yakni, Moscow Central Circle (MCC). Rutenya melingkar. Memutari Moskow dan berintegrasi dengan Metro. Kalau Metro ada di bawah tanah, mayoritas stasiun MCC beroperasi ''di atas tanah''. Di antara 31 stasiun MCC, hanya satu yang underground.

MCC resmi beroperasi pada September 2016. Saya meyakini MCC adalah bagian dari upaya Rusia menyambut pelaksanaan Piala Dunia. Rusia benar-benar ''menjual habis'' Piala Dunia untuk menarik sebanyak-banyaknya pengunjung ke Negeri Beruang Merah tersebut.

Selain Moskow, saya akan mengunjungi beberapa kota lain di Rusia. Semoga kehangatan sambutan ala Moskow juga terasa di kota-kota tuan rumah Piala Dunia yang lain. Spasiba. (Candra Wahyudi)

Liputan Khusus: 

Berita Terkait