PGIW Kalbar Gaungkan Semangat Solidaritas

PGIW Kalbar Gaungkan Semangat Solidaritas

  Kamis, 13 June 2019 20:19
EMBUKAAN : PJ Sekda Provinsi Kalbar, Sy Kamaruzzaman memukul gong tanda acara Majelis Pekerja Lengkap (MPL) 2019 yang digelar PGIW Kalbar resmi dibuka.

Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Wilayah (PGIW) Kalimantan Barat menggelar sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) 2019 pada Kamis (13/6) di Hotel Kapuas Palace, Pontianak. Acara ini dibuka oleh PJ Sekda Provinsi Kalbar, Sy Kamaruzzaman. 

Kegiatan yang dihadiri pengurus Gereja-gereja di Kalbar, Mitra PGIW dan tamu undangan ini juga dirangkai dengan Study Meeting. Menghadirkan pembicara Ketua Umum Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Pendeta  Albertus Patty yang menyampaikan tema spritual keugaharian, membangun demokrasi yang adil bagi kesejahteraan semua. 

Study meeting ini juga diisi dengan wawasan kebangsaan kehidupan berbangsa dan bernegara yang dipaparkan narasumber Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Herman Asaribab dan Kapolda Kalbar Irjen (Pol) Didi Haryono. 

Ketua  PGIW Kalbar, Paulus Ajong mengatakan sidang MPL sidang tahunan yang merupakan alat kelengkapan PGIW secara konstitusional untuk mengevaluasi program pelayanan yang sudah ditetapkan pada tahun sebelumnya kemudian akan merumuskan dan menetapkan program pelayanan tahun depan. Kegiatan ini dirangkai dengan study meeting dalam rangka mewujudkan kerukunan dan kedamaian berbangsa dan bernegara.

“Kerukunan dan kedamaian itu indah dan itu kebutuhan kita bersama,” ucap  dia. 

PGIW adalah alat kelengkapan PGI yang ada di wilayah. Tujuannya adalah untuk mewujudkan keesaan Gereja Kristen yang ada di Kalbar. Keesaan gereja-gereja penting untuk diwujudkan, mengingat kehadiran  gereja-gereja di Indonesia dari pusat hingga ke daerah sehingga sesuai misi utama gereja yakni menghadirkan shalom yaitu kehidupan yang penuh damai dan sejahtera.

“Keesaan yang diwujudkan bukan dalam arti keesaan keseragaman tetapi keesaan dalam keberagaman,” papar dia. 

Dia berharap, dalam gerakan oikoumene berpedoman pada dokumen keesaan gereja. Diantaranya, wajib mengembangkan sikap saling menghargai dan menerima perbedaan yang ada. Tidak hanya dalam hubungan antar gereja, tetapi juga dalam hubungan yang lebih luas.

“Tetapi juga dalam hubungan yang lebih luas, antar agama, mengingat kemajemukan yang menjadi ciri khas negeri ini,” papar dia. 

Tema MPL ini bertemakan Tuhan Mengangkat Kita dari Samudra Raya dengan sub tema dalam solidaritas dengan sesama anak bangsa, kita tetap  mengamalkan nilai-nilai Pancasila, guna menanggulangi kemiskinan, ketidakadilan, radikalisme, dan kerusakan lingkungan hidup. Dengan pokok spritual keugaharian, membangun demokrasi yang adil bagi kesejahteraan bersama.

“Makna samudera raya dalam tema adalah gambaran atau kiasan dari situasi dan kondisi yang bisa menenggelamkan, menghancurkan  dan membawa penderitaan bagi Indonesia dan kemanusiaan. Dan, PGI dari pusat hingga daerah mengindentifikasi empat area concern,  yakni kemiskinan, ketidakadilan, radikalisme, dan kerusakan lingkungan hidup,” ucapnya yang kemudian memaparkan apa saja yang perlu diperhatikan dari empat hal tersebut untuk mewujudkan kesejahteraan dan kedamaian di Indoensia, khususnya di Kalimantan Barat. (mrd)