Petani Terpaksa Menyeberang Sungai

Petani Terpaksa Menyeberang Sungai

  Kamis, 7 June 2018 10:00
AMBRUK: Salah satu jembatan penghubung bagi petani di Dusun Sidorejo, Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, ambruk. ISTIMEWA

Berita Terkait

SUKADANA – Petani di Dusun Sidorejo, Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, terpaksa harus menyeberangi sungai untuk mengangkut hasil panen padi mereka. Hal tersebut disebabkan jembatan penghubung ambruk diterjang air bah.

Disampaikan salah satu petani, Sofyan (43), kondisi ini sudah berlangsung selama dua minggu sejak diterjang banjir. Jembatan ini, diungkapkan dia, menjadi vital, karena dipakai sehari-hari oleh petani untuk menuju lahan persawahan mereka.

"Jembatan Sungai Alam ini setiap hari kami lewati dari rumah menuju lahan sawah. Yang mana jika kami membawa hasil, biasanya motor langsung bisa menuju ke lokasi," terang Sofyan.

Ditambahkannya, ambruk jembatan ini membuat seluruh petani menjadi kesusahan. Apalagi antara Juli dan Agustus, dipastikan dia, sudah banyak yang akan panen.

Jembatan yang dibangun pada 2010 yang berasal dari APBD Kabupaten Kayong Utara tersebut, menurutnya, lahir dari aspirasi mereka, dengan memiliki panjang kurang lebih 25 meter. "Kami minta pihak PU bisa segera memperbaiki jembatan yang ambruk tersebut, sehingga pada masa panen, kami bisa mengangkut hasilnya tidak kesulitan," sambung Sofyan yang didampingi petani lainnya, saat diwawancarai di Sukadana, Selasa (5/6).

Sementara itu, Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Kayong Utara, Saryadi, tak memungkirii apa yang dialami masyarakat Dusun Sidorejo tersebut. Dikatakan Saryadi, dirinya beserta staf yang lain telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang jembatannya ambruk tersebut. Dia juga telah melaporkannya kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang. Ambruknya jembatan tersebut, sesuai dengan petunjuk Kepala Dinas, akan segera ditindaklanjuti mereka. Namun, sambungnya, yang menjadi persoalan adalah terkait anggaran yang ada saat ini. Kemungkinan, diprediksi dia, baru bisa terealisasi pada APBD Perubahan, yang berarti pada Oktober. "Namun, jika ada pihak ketiga yang mau bersedia untuk membantu terlebih dahulu menyangkut anggaran, pihak PU tentu akan menyambut baik, dan bisa langsung direalisasikan," ucapnya lagi.

Tentunya, dipastikan dia, setelah APBD Perubahan disahkan, mereka akan mengganti anggaran yang dikeluarkan oleh pihak ketiga tersebut. (dan)

Berita Terkait