Petani-Perusahaan seperti Keluarga

Petani-Perusahaan seperti Keluarga

  Minggu, 6 December 2015 07:32

Berita Terkait

SANGGAU – Berbagai pola kemitraan dilalukan untuk membangun kerja sama bisnis yang baik. Seperti yang dilakukan petani plasma dan perusahaan perkebunan sawit PTPN XIII di Kembayan, Kabupaten Sanggau, yakni dengan pola kekeluargaan.

Sekretaris Koperasi Usaha Desa (KUD) Sawit Trija, Pangsius,  mengibaratkan jika sistem bisnis yang diterpakan di plasma Kembayan adalah antara anak dengan bapak yang menjadi mitra kerja. Dengan pola tersebut, dia menambahkan, kedua-duanya saling menguntungkan dan tidak saling merugikan. "Kalaupun ada masalah-masalah kecil, kami evaluasi dan saling melengkapi kedua belah pihak," kata Pangsius.

Dia memastikan jika sistem kekeluargaan yang sudah dibangun oleh pihak plasma Kembayan sudah sangat dirasakan para petani. Menurut dia, setiap ada masalah, selalu diselesaikam secara musyawarah. "Yang jelas sejak kami menjadi petani sawit, perekonomian mengalami peningkatan yang lebih baik," ucapnya.

Dia menuturkan, petani memiliki semboyan, PTPN jaya, petani sejahtera. "Semboyan ini maknanya kedua belah pihak harus saling mengerti dan mendukung, ketika perusahaan mendapat guncangan, sebagai anak juga harus membantu," tuturnya.

Petani lainnya, Barus, mengatakan jika kehadiran PTPN XIII ke Kembayan sangat membantu perekonomian masyarakat di sana. "Walaupun selama ini berjalan zig zag dan tertatih-tatih, menggunakan pola antrean ke pabrik, otomatis kemajuan ekonomi selama bergabung dengan PTPN, pasti ada dan tidak kita pungkiri, penghasilan meningkat," aku Barus.

Petani, lanjut dia, berharap kondisi PTPN XIII kembali pulih. "Perusahaan selalu membantu petani selalu ikut mengembangkan SDM dan ekonomi. Kadang yang membuat petani tidak berhasil kebanyakan petani yang tidak mau mengurus kebun dan merasa keenakan untuk menjual lahan mereka. Ketika uang habis, kebun pun habis," ungkapnya.

Manajer Plasma Kembayan, Hansel Mus Sumadi, sepakat setiap ada masalah tidak perlu melibatkan orang luar atau LSM. "Masalah selalu kami selesaikan secara bersama-sama," ucapnya.

Hansel menuturkan jika ada petani yang tidak berhasil tersebut lebih dikarenakan mereka tidak mau merawat kebun. (PK)

Berita Terkait