Petani Haturkan Terima Kasih, segera Tanam Sayuran dan Palawija

Petani Haturkan Terima Kasih, segera Tanam Sayuran dan Palawija

  Jumat, 1 February 2019 09:12
BANTUAN: Para petani di dusun Solowe dan Mbodi menerima bantuan pembuatan sumur lengkap dengan Alkon dari pembaca Pontianak Post, Yayasan Bhakti Suci dan Dompet Ummat, kemarin. MOH.SALAM/RADAR SULTENG

Berita Terkait

Penyaluran Donasi Pembaca Pontianak Post bagi Korban Gempa di Sulawesi

Dua kelompok petani yang ada di dusun Solowe dan Mbodi langsung bersemangat setelah lahan pertanian mereka bisa digarap kembali. Adalah Agus dan Sutris yang mewakili kelompoknya menerima bantuan sumur dilengkapi alat pompa air (Alkon) dari donasi pembaca Pontianak Post dan bantuan dari Yayasan Bhakti Suci serta Dompet Ummat, Kamis (31/1).

MOH SALAM, SIGI

“TERIMA kasih Pontianak Post telah membantu para petani di Kabupaten Sigi dengan sumur beserta Alkon. Bantuan ini akan kami gunakan semaksimal mungkin biar para petani cepat bangkit. Kami akan menanam palawija,'' kata Sutris yang ditemui Radar Sulteng, Minggu (27/1).

Sutris bersama empat petani lain yakni, Awik, Suyetno dan Sutangin tampak semringah begitu mesin alkon bisa menyedot air di lahan pertanian yang kering akibat gempa bumi dahsyat 28 September 2018 lalu.

Katanya, program pembuatan sumur pompa pakai Alkon yang diprakarsai pembaca Pontianak Post, Yayasan Bhakti Suci dan Dompet Ummat dinilai tepat. Pasalnya, para petani sudah lama menunggu solusi dari pemerintah yang belum juga terealisasi. Berbulan-bulan para petani bertahan hidup di tenda pengungsian maupun sisa puing-puing rumah yang masih bisa dimanfaatkan. 

''Kami tidak punya pekerjaan lain. Sementara kebutuhan hidup tidak bisa ditunda. Sempat punya pikiran hijrah ke provinsi tetangga hingga ke Kalimantan. Sekarang ada solusi dibuatkan sumur, kami para petani sangat berterimakasih,'' aku Sutris diamini Djufri petani asal Dusun Solowe, Kecamatan Biromaru.

Lokasi lahan pertanian yang digarap Sutris maupun Agus tidak jauh dari lokasi likuifaksi Desa Jono Oge, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi. Jaraknya sekitar 3-5 kilometer. Ratusan hektare lahan pertanian saat ini kondisinya kering. 

Untuk membuat sumur pompa di Dusun Mbodi dibutuhkan pipa minimal tiga batang dengan kedalaman kira-kira 18 meter. Sedangkan di lokasi lain seperti di Dusun Solowe dibutuhkan sekitar empat pipa dengan kedalaman 24 meter.

''Setiap wilayah kedalaman sumur pompa berbeda-beda. Bahkan ada lokasi yang banyak mengandung pasir dan batu cara membuatnya harus pindah-pindah,'' ungkap Mohamad, ahli pembuat sumur asal Desa Bora, Kabupaten Sigi.

Sementara Agus, petani asal Dusun Solowe mengatakan, setelah lahan pertaniannya bisa dialiri, ia akan menanam tomat. Tanaman ini diyakini tidak terlalu banyak membutuhkan air dan memiliki nilai jual yang bagus. ''Harga tomat di Palu mahal. Jadi saya mau tanam tomat biar segera merasakan hasilnya,'' ungkapnya.

Hal senada dikatakan Sutris petani asal Mbodi. Menurutnya, selain tomat, tanaman sayur- saat ini harganya cukup tinggi di pasaran. ''Mulai dari tanaman jagung, cabe, tomat sampai sayur-mayur (kangkung dan bayam) harganya bagus dipasar. Yang jelas tanaman palawija yang bisa ditanam dengan terbatasnya air,'' tegasnya.

Khairul Rahman perwakilan manajemen Pontianak Post mengatakan, program pembuatan sumur pompa (Alkon) dilakukan setelah pihaknya melakukan survei langsung ke wilayah Kabupaten Sigi. Lahan pertanian di Kabupaten Sigi pasca terjadinya musibah gempa bumi telah menjadi lahan tidur akibat kekeringan. 

Satu-satunya sumber air adalah dari Irigasi Gumbasa tidak lagi bisa berfungsi karena rusak berat. Sepanjang jaringan irigasi terbelah-belah dan perbaikannya diperkirakan membutuhkan waktu lama. 

''Atas usul dan masukan para petani akhirnya pembuatan sumur pompa dilakukan agar para petani bisa menggarap kembali lahan miliknya,'' demikian ungkap Khairul saat ditemui di Palu. (*)

Berita Terkait