Pesparawi IX Kalbar di Ketapang Kian Dimatangkan

Pesparawi IX Kalbar di Ketapang Kian Dimatangkan

  Kamis, 13 June 2019 11:00
FOTO BERSAMA: Sekda Farhan diabadikan bersama dengan para pengurus LPPD Kalbar serta Panitia Pesparawi IX Tingkat Provinsi Kalbar di Ketapang, usai memimpin Rakor Panitia Pelaksana Pesparawi IX di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Ketapang, kemarin (12/6). HUMASKAB FOR PONTIANAK POST/

Berita Terkait

Dipastikan Berlangsung 1-7 Juli

KETAPANG – Pesta  Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) IX Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Tahun 2019 dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Ketapang, 1 – 7 Juli mendatang. Berbagai persiapan pun terus dimatangkan menyongsong agenda akbar tersebut. Kemarin (12/6) digelar Rapat Koordinasi Panitia Pelaksana Pesparawi IX di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Ketapang, dengan dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang, H. Farhan, SE, M.Si. Rapat Persiapan Pelaksanaan Pesparawi  Tingkat Kalimantan Barat tersebut dihadiri para pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kalbar.

“Saya berharap semua seksi dapat berperan secara enerjik dalam menyukseskan Pesparawi IX Tingkat Provinsi Kalimantan Barat,” tegas Sekda Farhan, saat memimpin rapat tersebut.

Memastikan pelaksanaan Pesparawi yang diagendakan 1 – 7 Juli tersebut berjalan sukses, Sekda yang juga bertindak sebagai panitia pelaksana, menguraikan persiapan yang perlu segara dibenahi. Sebut dia, mulai dari arah masuk kontingen 14 kabupaten/kota se-Kalbar ke Ketapang, baik jalur darat, sungai, dan udara agar benar-benar menjadi perhatian. Dalam arahannya, Sekda juga menginformasikan kepada seluruh camat maupun jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk ikut berperan menyukseskan kegiatan. Mereka juga diminta dia untuk memantau arah jalan masuk ke Ketapang. “Penunjuk arah maupun informasi dalam bentuk spanduk dan baliho diharapkannya sudah segera dipersiapkan,” pesan Sekda.

Selain persiapan penyambutan kegiatan, yang peling penting diminta Sekda untuk menjadi perhatian adalah dalam rangka pelaksanaan. Diinformasikannya, dengan pelaksanaan yang diawali rangkaian ibadah bersama di Lapangan Tanjungpura, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan. Karena itu, Sekda yang juga Ketua Umum Panitia Pelaksana Pesparawi Tingkat Provinsi Kalbar tersebut, meminta agar dilakukan simulasi kelancaran lalu lintas. Demikian juga persiapan lainnya, diungkapkan Sekda, seperti pentas pendopo, stan pameran, kesiapan makan minum, dan lain-lain.

Farhan berharap dengan pelaksanaan Pesparawi se-Kalbar yang nantinya akan dihadiri sekitar 3.500  peserta dan pendamping se-Kalbar tersebut, akan memberikan dampak multiffliereffect terhadap perekonomian di Ketapang. Terkait dengan penginapan peserta, panitia, menurut dia, sudah melakukan penataan dan lain-lain. Tak kalah penting, terhadap penggunaan anggaran hibah untuk pelaksanaan kegiatan diharapkan dia dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan standar akuntansi pemerintah. Selanjutnya, Ketua LPPD Provinsi  Kalbar Ir. Jakius Sinyor menjelaskan tahapan kegiatan. Diinformasikan dia, pada hari itu akan diagendakan peninjauan lapangan lokasi kegiatan.

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Barat sebelum memulai sambutannya, memperkenalkan rombongan yang hadir di Ketapang dalam pertemuan itu. Di antaranya, dirinya sendiri sebagai Ketua Umum LPPD  Provinsi Kalbar, selanjutnya  Amirudin A. Sawa, S.Pd, M.Si, ketua I LPPD Propinsi Kalbar; Ir. Sudarmo Bahari, M.Si, sekretaris I LPPD Provinsi Kalbar/Ketua Tim Asistensi; Drs Frans Nazarius, bendahara Umum LPPD Provinsi Kalbar/Bendahara Tim Asistensi; Pdt. F. Akiong Efit, S.Th, M.Pd.K, pengurus LPPD Provinsi Kalbar/Wakil Ketua Tim Asistensi;  Benny Adam F.Selan, SH, pengurus LPPD Provinsi Kalbar/Sekretaris Tim Asistensi; Pdt. Ventje C. Parera, S.Th, pengurus LPPD Provinsi  Kalbar/Bidang Lomba Tim Asistensi; serta Pdt.Filmon Nabunome, S.Th, pengurus LPPD Provinsi Kalbar Bidang Konsumsi, Transportasi, Dokumentasi, dan Akomodasi Tim Asistensi. 

Dikatakannya, pelaksanaan Pesparawi IX Tingkat Provinsi Kalbar memiliki dasar hukum berupa Keputusan Gubernur Kalbar Nomor 376 Tahun 2014 tentang Penetapan pengurus  LPPD Provinsi Kalbar  periode 2013 – 2018, Keputusan Musda Pesparawi  VIII Provinsi Kalbar tahun 2016 di Kabupaten Sanggau, Keputusan Gubernur Kalbar Nomor 166/Kesra/2017 tentang Penetapan  Kabupaten Ketapang  sebagai tuan rumah  penyelenggaraan  Pesparawi IX Tingkat Propinsi Kalimantan Barat tahun 2019,  Keputusan Gubernur Kalimantan Barat  Nomor 642/Kesra/2017 tentang  Pembentukan Panitia  Pelaksana Pesparawi IX Tingkat Propinsi Kalbar  tahun 2019 di Kabupaten Ketapang.

Dikatakanya, Pesparawi IX mengusung tema Menyanyi dan bersoraklah  Bagi Tuhan  Dengan Segenap Hati (Efesus 5 : 19 B). Sedangkan sub tema yang akan mereka usung, menyesuaikan dengan pelaksanaan kegiatan.  Diterangkan dia juga mengenai detail kegiatan Pesprawi IX di antaranya;  seminar/workshop, upacara pembukaan, perlombaan 12 kategori,  musyawarah daerah dan  upacara penutupan. Beberapa hal yang harus diperhatikan menjadi penekanannya, baik berdasarkan pengalaman pelaksanaan Pesparawi di Sanggau maupun pelaksanaan Pesparawi tingkat nasional di Pontianak. Karena itu, dari pelaksanaan Pesparawi ini, ditegaskan dia, akan mewakili Kalbar untuk Pesparawi Nasional di Yogyakarta. Maka diharapkan dia persiapan mengacu kepada standar nasional.  Salah satunya, sebut dia, baik ukuran panggung maupun perlengkapan yang digunakan. Selain itu juga disebutkan dia mengenai jumlah juri mencapai 13 orang, di antaranya sebelas juri nasional dan dua juri Provinsi Kalbar.  Karena itu,  akomodasi juri, khusus ditempatkan pada satu hotel, ditegaskan dia, harus steril dari  dari kontingen. Demikian juga beberapa hal keperluan juri dibahas dia dalam pertemuan itu.

Beberapa masukan dipaparkan dia dalam rapat koordinasi tersebut. Baik mengenai agenda detail dalam pengukuran waktu pengamanan, pengawalan tamu VVIP baik dari Dirjen Kementerian Agama, pengamanan Gubernur Kalbar, maupun para kelapa daerah se-Kalbar, pengamanan kendaraan di lokasi kegiatan, keberadaan bapak angkat, tempat menginap, dan lain sebagainya, termasuk juga pentingnya rapat setiap bidang. 

Sekda Ketapang sependapat dengan berbagai masukan tersebut. Dia berharap setiap bidang sudah melakukan rapat pematangan dalam sepekan terakhir. Sekda juga meminta dari pemutaran video kegiatan Pesprawi di Sanggau maupun Pesprawi nasional di Pontianak menjadi acuan untuk memaksimalkan tugas setiap bidang. 

“Sebelum hari H pelaksanaan kegiatan kita harap sudah dilakukan gladi resik minimal H-5, sekali lagi kita harap semua pihak berpartisipasi secara aktif mensukseskan kegiatan Pesparawi  IX Tingkat Kalbar di Kabupaten Ketapang,” tegas Sekda. (PK)

Berita Terkait