Pesona Kulminasi Matahari, Tarik Wisatawan Datang ke Kota Khatulistiwa

Pesona Kulminasi Matahari, Tarik Wisatawan Datang ke Kota Khatulistiwa

  Minggu, 24 March 2019 09:18

Berita Terkait

PONTIANAK-Gelaran Pesona Kulminasi Matahari yang menjadi agenda rutin tahunan Pemerintah Kota Pontianak di kawasan Tugu Khatulistiwa, 21-23 Maret 2019 dihadiri ramai masyarakat. Diharapkan, agenda titik kulminasi di Kota Pontianak ini bisa berdampak positif disegala sektor.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, tepat pukul 11.49 WIB, tidak ada bayangan di kawasan Tugu Khatulistiwa dikarenakan peristiwa kulminasi. Ditandai dengan mendirikan telur. Selain itu juga Pesona Kulminasi Matahari ini dimeriahkan dengan pagelaran seni dan pameran. “Ini merupakan suatu berkah yang harus kita manfaatkan potensinya sebagai even ekonomi kreatif dan kita ciptakan inovasi untuk mengajak warga kota dan seluruh dunia berkunjung di sini merasakan sensasi titik kulminasi di Kota Pontianak,” ucapnya.

Edi berharap fenomena alam Kulminasi Matahari yang hanya terjadi di Kota Pontianak ini, benar-benar bisa dioptimalkan dalam upaya menarik kunjungan wisatawan ke Kota Pontianak. 

“Ke depannya harus ada inovasi-inovasi pengembangan yang sifatnya tidak lagi lokal tapi bisa go International dan saya yakin dengan keberadaan Tugu Khatulistiwa yang pas di Pinggiran Sungai Kapuas bisa menjadi daya tarik sendiri yang bisa kita tingkatkan untuk bagaimana mendatangkan wisatawan-wisatawan mancanegara,” jelasnya.

Saprahan: Ketua Dekranasda Yanieta Arbiastutie bersama tamu makan saprahan saat acara pesona kulminasi matahari

Edi menjelaskan, peristiwa penting dan menakjubkan di sekitar Tugu Khatulistiwa adalah saat terjadinya titik kulminasi matahari, yakni fenomena alam ketika Matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada di atas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda dipermukaan bumi. Peristiwa ini terjadi dua kali dalam setahun, yakni 21-23 Maret dan 21-23 September. Uniknya lagi, saat matahari berkulminasi, di sana telur berdiri tegak.

Dia juga menambahkan, bahwa di kawasan Tugu Khatulistiwa juga akan dibenahi agar lebih representatif. Apalagi, sambung dia, tanggal 25 Juni - 5 Juli 2019 akan digelar Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Tingkat Nasional yang dipusatkan di Tugu Khatulistiwa. Di kawasan ini akan dibangun venue yang bisa menjadi museum. “Dengan infrastruktur yang bagus dan representatif saya yakin banyak pengunjung akan merasa lebih nyaman dan lebih menyenangkan berada di Tugu Khatulistiwa,” tuturnya.

Ini merupakan suatu berkah yang harus dimanfaatkan potensinya sebagai even ekonomi kreatif buat menciptakan inovasi untuk mengajak warga kota dan seluruh dunia berkunjung di sini merasakan sensasi titik kulminasi di Kota Pontianak.(iza)

Fashion Show : fashion show merupakan salah satu rangkaian acara pesona kulminasi matahari

Berita Terkait